Sabtu, 02 September 2017

Medanku, Jadilah Inspirasi berlalu lintas!

Medanku, Jadilah Inspirasi berlalu lintas!

video


Hola, Jumpa kembali dengan Iyah sang pengendara sepeda motor alias kereta kalau pakai bahasa Medan. Sebagai pengendara tetap sepeda motor tentu jalan raya serta serba-serbi lalu lintas udah jadi makanan Iyah sehari-hari. Apalagi jalanan Medan, wah gak usah ko tanyak lagi lah! hapal awak tabiat masing masing jenis pengendara.

Pertama nih ya, mulai dari yang paling besar: TRUK, FUSO, dan sejenisnya. ini hal yang sangat amat menyeramkan kalau kita jumpanya di jalanan lengang dimana beliau (sang fuso) dengan santainya melaju kencang membelah jalan raya yang bahagia. Kadang nih ya, kalau supir sama keneknya baik, mereka akan dnegan sangat sopan sekali memberi tanda kepada pengendara di belakangnya. walau lampu sennya udah segede gaban gitu tetep mereka akan melambaikan tangan memberi kode.

Kedua, tentu saja bus lintas daerah. kayak ALS dan sejenisnya. nah bus besar ini kadang gak tau diri ya. Udah kencang terus suka seenaknya nyerong kanan kiri karena mengejar waktu lintasnya. Ya ampuuun, tau gak sih betapa horornya kalo udah disalip sama bus besar ini?!

Ketiga, angkot, sudako, motor sewa atau apalah sebutan emak-emak pajak dan anak sekolah yang menjadi langganannya. Ini nih yang suka nyebelin. kadang angkot lupa kalau dia angkot, suka naik ke trotoar dan kadang nutup jalan buat kereta atau sepeda motor yang seharusnya bisa lewat dari pingggir-pinggir.

Keempat, Beeecak! Yap, transportasi yang naggung banget ini kadang suka lupa diri loh. Pengemudinya berasa bawa sepeda motor lupa kalau di sampingnya bawa beban yang lumayan lebar memakan jalan. Nah, Iyah pernah nih sekali kaki kelindes ban becak karena si uwak becaknya gak sadar di udah mepet banget sama sepeda motor iyah.

Kelima, sepeda motor! kendaran favorit mulai dari anak SMA (kadang-kadang anak SMP juga ada) sampai anak uliahan yang sering telat masuk kelas. (hehe) ada juga sih pekerja kantoran. cuma gak terlalu iyah permasalahin karena yang biasanya suka buat masalah di jalanan ini ya remaja-remaja tanggung yang belum tau pentingnya berlalu lintas yang baik dan benar!
Kadang nih ya, yang naik sepeda motor ini naik sampai trotoar atau pulau jalan. malah kadang kalau ada pagar rumah orang yang udah agak-agak rusak di hajar aja yang penting bisa nyalip mobil-mobil di depannya. sementar Iyah cuma bisa ngurut dada dan ngikutin dari belakang. eh. hahaha!
Keenam, yang paling sabar... mobil pribadi. Serius dah, iyah rasa yang paling sabar menghadapi jalanan raya ini mobil pribadi. Karena takut buat masalah sama pengendara lain yang bakal bikin makin macet dan juga ngejaga mobilnya dari lecet yang sangat rawan terjadi di jalan raya.

Nah, dengan keenam karakter kendaraan yang mendominasi di kota Medan ini, mungkinkah Medan menjadi Inspirasi berlalu lintas?

Seharusnya, bisa.

Caranya?

1. Memperbanyak videotron di jalan raya yang mengedukasi dan menyenangkan tentang jalan raya. Bukan spanduk-spanduk panjang berisi pantun khas melayu yang kadang membutuhkan waktu hampir semenit untuk memahami maksudnya. hehe.
jadi ketika sedang di lampu merah yang laaaaama, masyarakat kota Medan gak emosi. Yaah minimal ada tontonan di jalan dan menambah edukasi.

2. Banyakin jam digital di jalan! biar orang Medan gak ngaret. Karena macet ini juga di sebabkan ngaaaaret. Lah, apa ngaruhnya jam di jalanan? tentu ngaruh dong, liat di ngeara-negara maju. jam nyaris berada dimana-mana sebagai pengingat bagi warganya.
banyaknya pengingat waktu akan cepat memperbaiki mental masyarakatnya agar menghargai waktu dan mengkalkulasi setiap perjalanannya sehingga tidak emosi saat terkena macet di jalan.

3. Polisi bukan buat mengatur jalanan, tapi mengawasi! kadang keberadaan polisi di tengah jalan kok rada-rada ngeselin ya. Bukannya membantu kadang bawaannya pengen nabrak aja. Abisnya udah adanya lampu lalu lintasnya, eh pak pol malah matiin lampu lalu lintas (malah kadang lupa) sehingga yang di belakang gak bisa ngeliat pak pol lagi ngatur jalan malah emosi dan teet tooot teeet gitu. makin buat emosi!
makanya pak polnya maunya mengawasi lampu lalu lintasnya aja, mana yang di percepat mana yang di perlama. kan udah ada cctv untuk melihat arus kendaraannya sebanyak apa ih.
4. Banyakin lagi rambu-rambu jalannya. ini di buat runag henti khusus motor, tapi rambu-rambu boleh jalan terus di sebelah kiri gak di buat, ya sama aja toh kalau mobilnya rapet-rapet keretanya gak bisa nyelip lewat buat masuk ke ruang henti khusus sepeda motor itu. aelaaah.

5. Kurangin dedek-dedek underage nya alias yang belum cukup umur! kadang anak-anak yang belum 17 tahun itu sok jagoan di jalan raya. baik yang bawa sepeda motor maupun yang udah di bolehin prangtuanya bawa mobil. Aduuh betenya hati ini kalau ada dedek-dedek di jalan raya yang suka ngelewatin garis putih berhenti. ntar kalau di ingetin, udah berani melototin yang lebih tua. cape deh!

6. Terakhir nih. Kalau bisa... Truk-truk besar dan Bus Lintas bisa gak ngelewatinnya jalan lintas aja? atas jalan mana gitu, jangan ngelewatin jalan raya yang cuma bisa satu mobil doang salip-salipan?


Itu aja sih kalau dari Iyah sebagi masyarakat awam. selain masyarakat dan peran pemerintah juga ada kontribusi dari swasta dong, kayak Astra yang membuat terobosan SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia) Nah salah satunya program INDONESIA AYO AMAN BERLALU LINTAS. Terus kalau masih galau udah mantep belum ilmunya dalam berlali lintas bisa datang ke astra safety riding center nya!
 Kalau dari teman-teman yang lain, kira-kira medan bisa gak ya jadi Inspirasi berlalu lintas?

Tulisan Ini diikutsertakan dalam Lomba Inspirasi60tahunAstra #Astra60Medan

Jumat, 09 Juni 2017

Kisah Kucing Bernama Abeng

Hai guys, kali ini iyah pengen cerita tentang seekor kucing yang biasa aja tapi kayaknya lebih istimewa dan terkenal di lingkungan pertemannan Iyah. Gimana gak sebel, kalau pas liqo (Kajian islami gitu) pasti yang di tanyain kabar Abeng, datang rapat ke kampus yang di tanyain Abeng. Sampai-sampai pas kuliah dan ada materi perilaku hewan, ditanya gimana perilaku Abeng. Masya Allah.... Karena itu, selain Abeng beberapa kali diajak jalan-jalan ke aktivitas Iyah (terutama lingkungan kampus) Abeng juga udah punya IG. Follow ya @Abeng_01 (lah malah promo!)
Instagram si Abeng :v
Kisah pertemuan Iyah dengan Abeng cukup untuk dijadikan sebuah naskah sinetron. Gimana enggak, lika-liku hidup Abeng termasuk complicated. Jadi sekitar bulan oktober, teman satu organisasi Iyah curhat di mesjid, topiknya ‘gimana cara merawat kucing anggora’. Iyah pun menjawab sesuai apa kata beberapa buku-buku kucing yang Iyah baca. Prakteknya Iyah kan gak tau. Dari kecil mainnya sama kucing liar sih. Taunya kucing Ras itu cuma bisa tinggal di luar negeri, kalau di Indonesia harus punya kamar sendiri dan ber AC. Gitu deh pemikiran Iyah saat kecil dulu.
Jadi si teman ini menerima kucing pemberian dari temannya yang lain beberapa hari kemudian. Doi langsung tekor banyak membeli peralatan buat si kucing ini. Mulai dari tempat pup, cargo, pasir dan makanannya. Awal-awal doi memelihara dia sering curhat ke Iyah. Soalnya dia kan nge-kos, agak repot juga ninggalin kucing remaja (saat itu umur Abeng sekitar 6-7 bulan) di kos sendirian. Bahkan saat doi mau pelatihan yang mengharuskan menginap seminggu, terpaksa doi PP (Pergi Pulang) demi Abeng. Dan Abeng pun terkenal di kalangan aktivis organisasi kami se fakultas. Mendekati libur tahun baru (pertengahan desember) Doi mulai mempertimbangkan keberadaan Abeng, karena mungkin lingkungannya yang sempit (apalagi Abeng kucing jantan) dan proses adaptasi yang lama, Abeng sering bertingkah. Pernah satu kejadian ketika ada beberapa teman yang nginap di kosnya si Doi ini, Abeng nyelusup ke celah-celah jendela kaca nako. Karena badannya yang besar, taraa. Doi kejepit dan semua panik deh.

Akhirnya, doi ngomong ke Iyah, apa Iyah bersedia untuk merawat Abeng. Iyah pun mempertimbangkan dengan bertanya pada Ayah sama Mamak. Tentu ayah sama mamak gak setuju, gimana ngerawatnya, gimana makannya, gimana kalau dia sakit. Belum lagi aktivitas iyah yang padat di kampus tentu ujung-ujungnya yang ngerawat Abeng itu Ayah sama Mamak. Dengan ke tidak persetujuan itu, Iyah awalnya menolak. Namun, saat berjumpa dengan Abeng... voila, nekat Iyah membawa nya pulang, naik sepeda motor, sendirian, menjelang maghrib. Catatan, iyah gak Cuma bawa cargo plus kucingnya, tapi juga bak pasir, pasir dan dll barang-barang abeng lainnya. 

Sampai di rumah... Iyah dengan muka takut, bilang ke Ayah dan Mamak (saat iyah mau ngomong sesuatu dengan muka takut, ayah lebih sering mengira iyah abis nabrak atau jatoh dari kereta lagi -_-) Ayah langsung marah dan bilang agar kucingnya di kembalikan besok. Mamak iyah lebih tenang dikit dengan menyuruh mengeluarkan Abeng dari cargonya. Saat dia keluar, spontan ayah sama mamak bilang “Astaga... besarnya...” Dan sejak dari situ lah baik Iyah, Mamak dan Ayah belajar bagaimana menyikapi dan merawat Abeng. Dan salam pertama Abeng ke Ayah Iyah adalah.... nyakar. 
foto saat si Abeng sempat hilang satu harian dan baru ketemu di rumah seberang komplek.
Setelah insiden nyakar (Gak cuma Ayah, Iyah dan anak tetangga juga korban) Abeng masuk ke masalah baru lagi. Minta Kawin. Disitu iyah belum tau umur Abeng yang sebenarnya, pas Iyah tanya sama yang punya sebelumnya apa Abeng pernah kencing nyemprot sana-sini, kata doi enggak. Aduh makin bingung! Akhirnya diputuskan dia dibiarkan ngejar-ngejar kucing betina liar di sekitar komplek. Tapi karena tetangga banyak yang punya kucing ras (dan nyaris semuanya jantan) mereka pada ngelarang ngebiarin Abeng kawin dengan sembarang kucing. Karena Bbeng bisa sakit. Apalagi kabarnya kucing betina liar itu kena kanker di perutnya. Gitu.

Mulai lah pencarian betina pertama abeng. Betina di komplek Iyah baru aja di kawinin dan lagi bunting tenyata. Jadi gak bisa, coba tanya sana-sini akhirnya pinjem kucingnya temen sekelas di kampus, yang rumahnya ujung ke ujung dari rumah Iyah. Nama kucingnya Elek. Berhasil, betina pertama Abeng, bunting! Tapi sangat di sayangkan, menjelang kelahirnannya tiga bulan kemudian... setelah pecah ketuban, Elek tidak sanggup menyelesaikan kelahirannya, di tangan majikannya Elek pun mati membawa serta anak-anaknya ke alam kubur...

Pokoknya sejak desember, gak terasa Abeng udah setengah tahun sama Iyah. Sering dibawa, di foto, hingga akhirnya...

Ada Direct message masuk di Instagram Iyah. Laki-laki. Abang itu bilang kalau dia berterimakasih banget karena udah ngerawat Abeng dengan baik. Katanya dia adalah pemilik pertama Abeng. Akhirnya Iyah banyak bertanya apa yangs ebenarnya terjadi dengan hidup Abeng. 
Foto yang di liaht sama majikan pertamanya.

Abeng lahir 5 desember 2015, kedua orangtuanya pure persia. Suatu ketika, ada seseorang yang niat banget mau ngerawat salah satu kucing miliknya (kucingnya kala itu mencampai 16 ekor). Bahkan seseorang ini sampai niat membayari. Umur 2 bulan lebih, Abeng pun berpindah tangan ke majikannya yang kedua. Jalan 5 bulan... tiba-tiab seseorang ini bilang ingin mengembalikan Abeng, entah apa sebabnya. Abang ini pun bingung, kalau Abneg tiba-tiba balik, apa kata keluarganya? berati pemiliknya tidak bertanggung jawab begitu? Kan gak enak. Jadi di carilah siapa yang bersedia merawat Abeng. Berpindahlah Abeng ke majikannya yang ketiga yaitu teman Iyah tadi. Karena kisah yang sudah di ceritakan di awal-awal tadi. Akhirnya Abeng pindah ke tangan Iyah sebagi majikannya yang keempat....

Pantes aja temen Iyah gak mau cerita asal-usul abeng. Karena mungkin kalau iyah tau, bisa banget Iyah nolak. Dengan lika-liku seperti itu tentu besar kemungkinan Abeng punya perilaku menyimpang (berdasarkan kajian ekologi hewan yang Iyah pelajari). 

Tapi ya itu, maut, rejeki dan jodoh gak bisa di tebak. Semoga Abeng terus sehat sampai akhir hayatnya di tangan Iyah. Sekarang Abeng udah gampang diatur kayak pas dipanggil udah mau nyaut, diajak lari-lari dan main petak umpet udah pinter, dan juga disuruh masuk cargo udah pinter masuk sendiri tanpa di paksa. Dan wajah super unyunya yang gak bisa tahan kalau udah mengkek atau minta makan :D

Abeng, terimakasih sudah hadir!

Jumat, 26 Mei 2017

Review Koe No Katachi (The Silent Voice)- 2017

Review koe no katachi (The silent voice)- Anime one shoot yang berjudul Koe No Katachi (Bentuk suara/ a shape of voice) atau di kenal juga dengan The Silent Voice cukup mencuri perhatian penggemar anime. Awalnya iyah gak terlalu tertarik dengan anime ini, atau lebih tepatnya – gak tau. Tapi entah kenapa padahal Iyah bukan penggemar anime yang terlalu holic dan juga bukan reviewer yang baik, teman-teman yang penyuka anime heboh bertanya apa Iyah sudah punya film ini atau belum. Dan ini lah, akhirnya iyah bisa me-review anime ini setelah menontonnya sampai selesai.
聲の形 Koe No Katachi - A Silent Voice
Bagi yang berniat dan penasaran menontonnya Iyah kasih tau aja ya sejak awal, ini film yang cukup membosankan. Buat ngantuk dan alurnya klise banget. pesannya sih banyak dan berat, tapi ah itu nanti saja iyah sampaikan. Pokoknya kalau nonton ini harus siap-siap boring di awal film. Karena serunya cuma 20 menit terakhir.

Film ini di mulai dengan perjalanan tokoh utama (Shoya Ishida – Shochan) yang berusaha menebus hutang-hutangnya dari masa lalu. Tak hanya berbentuk uang, setelah merasa menuntaskan semua masalah masalalunya, Shoya juga mencoba bunuh diri sebagai penebusannya. Tapi gagal. Kenapa gagal? Nonton aja.
-Shoko Nishimiya-
Lalu berikutnya flashback ke masa SD Shoya dimana kelas mereka kedatangan murid baru bernama Nishimiya. Nishimiya adalah penyandang tunarungu. Sehingga ia selalu menggunakan catatan sebagai media untuk berkomunikasi dengan teman-teman sekelasnya. Awalnya tidak masalah, sampai akhirnya mereka (teman-teman sekelas Nishimiya) menyadari bahwa keberadaan Nishimiya merepotkan mereka. Mereka harus lebih memperhatikan Nishimiya agar ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan tetap mengikuti kegiatan kelas sewajarnya. Ueno, teman sebangku Shoya awalnya dengan senang hati membantu Nishimiya, namun lambat laun ia merasa hal itu menyebalkan. Sehingga Ueno, Kawai, Shouya, Shimada dan satu temannya lagi mulai mem-bully kekurangan Nishimiya dengan cara yang berbeda-beda. Mulai dari mengabaikan, membicarakan di belakang hingga paling parah dengan fisik – itulah yang di lakukan shouya. Bahkan Sarada yang berusaha berteman dengan Nishimiya juga kena imbasnya.

Nishimiya yang mencoba menyanyi padahal tak bisa mendnegar musiknya
Akhirnya hal ini menjadi masalah dengan pengaduan ibu Nishimiya ke sekolah dengan keluhan bahwa alat dengar nishimiya telah rusak banyak dalam 5 bulan terakhir. Sehingga saat dibicarakan di kelas, Shouya yang terlihat terang-terangan mem-bully secara fisik menjadi tersangka. Ibu Shouya harus mengganti alat dengar Nishimiya yang cukup mahal sampai menjual antingnya.
Shouya yang menjahili Nishimiya
Karena hal itu Shouya jadi dijauhi teman-teman sekelasnya dan ia juga dibully habis-habisan, Nishimiya yang melihat shoya dibully berusaha membantu tapi hal itu membuat shoya semakin benci dengan Nishimiya sehingga mereka jadi bertengkar hebat.

Shoya tak berani menatap orang-orang
Saat dewasa (SMA), Shouya menjadi canggung kepada semua orang dan menjadi penyendiri. Hubungannya dengan teman dekat saat SD pun tidak bisa di perbaiki. Sehingga ia memulai menebus kesalahannya dengan kembali mendatangai Nishimiya berharap bila hubungannya dengan Nishimiya sudah baik hidupnya akan kembali berjalan dengan baik. Namun tidak semudah itu memperbaiki masa lalu yang telah terluka. Selain Nishimiya banyak orang yang tersakiti atas sikap Shouya di masalalu.
Pada akhirnya, Nishimiya yang naif (sampai-sampai sempat nembak Shouya) mencoba bunuh diri karena menganggap dirinya hanyalah kesialan bagi orang-orang di sekitarnya. 

Terus endingnya gimana? Temen-temen bisa nonton sendiri deh. Ehehe.

Film ini banyak menyiratkan pesan. Sejauh ini yang Iyah tangkap pertama dari judulnya Yaitu bagaimana cara ornag berkomunikasi. Komunikasi tidak hanya masalah verbal dan non verbal, tapi banyak hal lain yang sulit tersirat dari diri seseorang. Defenisi memahami tak hanya bagaimana kita bisa mengerti orang lain, tapi kita juga harus mengerti diri kita sendiri. 

Kasus pem-bully-an tidak hanya terjadi secara fisik, menjauhi orang lain yang kita anggap menyebalkan juga termasuk bully. Apalagi sering membicarakan kejelekannya di belakang orang juga bully. 

Terkadang guru-guru di sekolah yang mulai lelah dengan rutinitas yang menjemukan hanya melihat satu sisi saat terjadi masalah di antara murid. Yang dihukum hanya yang terlihat. Kenapa tidak memberikan pemahaman kepada ank-anak bahwa saat melihat bullying terjadi walau kita tidak ikut melakukannya tapi kita mendukung, menertawakan dan tidak mencoba mencegahnya itu adalah hal yang buruk?

Sifat baik dari Shouya adalah ia berani bertanggung jawa untuk menyelesaikan kesalahannya di masa lalu. Hal ini yang sedikit sekali ada dalam kehidupan nyata. Kebanyakan kita tidak ingin direpotkan masalalu sehingga berprinsip ‘yang lalu biarlah berlalu’. Kita memulai hidup baru dengan bahagia tanpa ada rasa sesal sementara orang yang telah menjadi korban kita di masalalu terus terpuruk dalam bayang-bayang kejahatan kita.

Iyah merekomendasikan anime ini cocok untuk di tonton anak-anak mulai dari kelas 3 SD (yang mulai rentan melakukan pem-bully-an) sampai dengan anak SMA. Anime ini tidak ada adegan ciuman maupun hal-hal romantisme berlebihan. Semuanya masih cukup wajar dalam batas adat ketimuran. 
Untuk film yang menguncang psikologi kita, iyah kasih rate 8/10 untuk Anime Koe No Katachi – A Silent Voice 

-

Oh iya, kalau bisa cari yang subtitle bahasa indonesianya yang sampai menerjemahkan ke tulisan-tulisan yang Nishimiya buat. Soalnya banyak tulisan dalam bahasa jepang yang sangat berpengaruh dengan alur cerita film tapi tidak di translate. Sehingga iyah dengan susah payah (gak payah-payah banget sih) memncari artinya lewat google translate dan menyusun subtitile sendiri -_-

Selasa, 18 April 2017

PIXY Express Your Truly Asian Beauty Hadir di Medan!

PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream
Hai assalamualaikum! Fellas, kali ini iyah pengen nyeritain salah satu event yang iyah ikutin tanggal 11 maret kemarin. Yap, event apalagi kalau bukan yang buat heboh kota medan karena kedatangan mbak Mikha Tambayong dan penyanyi nge-hits Rizky febian.

Yap, secara kebetulan Iyah ikut di event Asian beauty blogger gathering dari pixy! Event PIXY Express yout truly Asian Beauty ini mengumpulkan banyak para beauty blogger sekota medan. Hm.. sejauh ini sih iyah liat cewek cantik semua sih. Belum ada beauty blogger cowok di medan.

Karena kebetulan iyah memang lagi jalan sama temen di Plaza Medan Fair kemarin itu, langsung aja deh iyah ke lokasi acara di lantai satu. Pas liat lokasi nya... Iyah shock. Karena banyak alat make up yang mengindikasikan bakal ada sesi make over di tengah acara. Ya Lord... Iyah gak ada persiapan apa-apa... belum lagi pas liat beberapa peserta mengenakan dresscode biru dan pink. Yah, iyah pake biru sih. Biru tua. Dan biru tosca. Wkwkwk. Dan pake pink. Motif sepatu iyah tapaknya pink. Pengen garuk-garuk meja rasanya ketika datang event lo Salah Kostum.
PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream
Kok banyak alat make-up disini?! mau diapain ini!

Then, acara di buka dengan MC yang friendly banget. MC pun langsung memanggil mbak Miharu Julie, salah satu blogger yang sudah sangat cukup terkenal dengan niche fashion and beauty. Beliau juga udah di undang kesana kemari baik dalam negeri maupun luar negeri. Duh mbaaak udah unyu bikin iri lagi : (

Nah, setelah mbak Miharu Julie menceritakan perjalanan kesuksesan doi dalam ngeblog dan ngevlog, doi pun di percaya untuk memake over mbak mikha tambayong. Yoi, si babang MC memanggil mikha tambayong yang sebelum di make over udah cantik. Catat ya gaes, sebelum di make over juga udah cantik!

Mbak Miharu Julie langsung mengaplikasikan bedak PIXY TWC Cover Smooth karena sebelumnya mbak mikhanya udah pakai pelembab dan foundation. Nah, untuk kulit asia yang tinggal di daerah tropis, bedak ini termasuk ringan dan fleksible di wajah. Kan ada tuh bedak pas di pake di wajah terus malah makin jelas kerut-kerut di muka.
PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream

Mbak Miharu menambahkan eye liner dan eye shadow produk PIXY juga dong tentunya. And last, sentuhan terakhir adalah  PIXY Lip Cream yang ringan dan tahan lama di bibir. Jadi mau makan, minum, gak kelihatan adanya noda di pinggiran gelas. Selain harganya terjangkau, Lip Cream ini juga coock di pakai sekali sehari karena warnanya gak hilang-hilang seharian.

Setelah di make over, wajah mbak Mikha tambayong telrihat lebih fresh and lovely look! Cocok banget menggambarkan wajah cantik wanita asia. Produk yang di kenalkan pada event kali ini, PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream cocok anget buat cewek-cewek di indonesia baik untuk pemakaian sehari-hari maupun saat travelling. Paginya udah pakai rangkaian make up lengkap, nah di tengah hari tinggal touch-up deh pakai PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream!
PIXY Two Way Cake Cover smooth dan PIXY Lip Cream
Event kali ini cukup meriah. Ssst, Goodie bagnya juga meriah loh!

*P.S: Foto-foto dari Kak Agnes

*P.S.S: gak ada foto dari iyah karena SD card  rusak :”) 

Kamis, 23 Februari 2017

Review Your Lie In April Live Action (Shigatsu wa Kimi No Uso)

Hai, assalamualaikum! kali ini Iyah pengen review salah satu film jepang judulnya Your Lie In April yang di adaptasi dari anime 22 episode dengan judul yang sama atau nama lainnya Shigatsu wa kimi no uso. By th way kalau ada yang mau baca review anime nya bisa di baca di sindang bok.

Review Anime Your Lie In April (Oktober 2014-maret 2015)

Review, review anime, review film, Your lie in April, Shigatsu wa kimi no uso, Arima, Kaori

Pertama, ini adalah salah satu film live action yang kena banget ke real lifenya. Soalnya biasa dunia anime itu rada-rada lebay dan greget gitu. Tapi untuk live action yang satu ini dari animenya gak terlalu lebay dan saat di jadikan live actionnya pun cocok banget untuk jadi film layar lebar. Gila, kalau ini aslinya film Indonesia pasti lebih keren. Hahaha

Pertama kita harus kenalan sama pemerannya dulu dong ya. ihihihi.

Review, review anime, review film, Your lie in April, Shigatsu wa kimi no uso, Arima, Kaori

Kento Yamazaki as Kōsei Arima

Anna Ishii as Tsubaki Sawabe

Taishi Nakagawa as Ryōta Watari

Review, review anime, review film, Your lie in April, Shigatsu wa kimi no uso, Arima, Kaori
Suzu Hirose as Kaori Miyazono

Iyah ceritain dulu ya sekilas alurnya. Koisei Arima adalah seorang pianis jenius yang sejak kecil sudah memenangkan banyak kompetisi piano sehingga di kenal banyak musisi sebayanya. kemapuan Arima tentu tidak muncul begitu saja, semuanya hasil latihan yang sangat kerasa dari ibunya yang juga pianis namun sakit-sakitan. Arima sendiri bermain piano berharap agar ibunya cepat sehat. namun sayangnya, karena kerasnya latihan dari ibunya, Arima sempat marah dan itu adalah hal terakhir yang ia berikan pada ibunya sebelum ibunya meninggal. hal ini berlangsung saat ia masih SD. usai ibunya meninggal, Arima seperti terkena kutukan (mungkin tepatnya tekanan batin) di hantui oleh bayang-bayang ibunya sehingga ia tidak mampu menyelesaikan setiap musik yang ia mainkan.

Kemunculan Kaori di masa SMA nya yang suram dan masih tidak bisa main piano membuat semuanya berubah. Kaori yang mengaku suka pada Watari malah menjadi sandarannya untuk kembali bermain. Konsetrasi dan perasaannya yang a curahkan pada permainannya untuk kaori. Dibalik ini, Tsubaki cemburu karena melihat bahwa ia tak bisa masuk dalam dunia musik Arima dan Kaori.

Alur cerita di film ini masih sama seperti di animenya namun tentu saja banyak yang di singkat ya. adegan-adegan lucu dan super hiperbola tentu gak di real kan karena bakal banyak makan waktu haha. tapi yang berbeda adalah di sini di ceritakan bahwa mereka berempat sudah SMA. Kalau di animenya kan masih SMP. Menurut iyah memang lebih cocok SMA sih, karena rentang waktu dari kisah SD mereka ke SMP ya kali badannya sebongsor itu langsung. Romatismenya juga cocokan ala-ala SMA tapi gak banyak kissu kissu nya. 

Review, review anime, review film, Your lie in April, Shigatsu wa kimi no uso, Arima, Kaori

Kalau di anime lebih kerasa ke horor-ran bayangan ibunya arima, di film justru lebih di tekankan bagaimana semangat dan dukungan Kaori kepada Arima. kisah cinta segitiga tapi gak sampe jambak-jambakan antara Tsubaki-Arima-Kaori juga lebih baper disini. Sementara di anime perasaan tsubaki sendiri tidak terlalu banyak di ulas.

Review, review anime, review film, Your lie in April, Shigatsu wa kimi no uso, Arima, Kaori

Selebihnya jalan cerita cukup memuaskan. Akting para pemainnya cukup total dan berasa bahwa itu masih anime yang sama. Dan dengan ending yang lebih complicated membuat kita bisa baper maksimal saat nontonnya.

gimana? gimana? dengan review singkat (ini mah malas ngereview sebenernya) udah ngebet kali pengen nonton? maaf ya gak banyak gambar yang bisa di tampilkan karena kualitas gambarnya jelek. Yah, Iyah sendiri nunggu ini tayang resmi di Indonesia entah jama kapan ya kan :(

Japanese 四月は君の嘘
Directed by Takehiko Shinjō
Screenplay by Yukari Tatsui 
Based on Your Lie in April > by Naoshi Arakawa 
Starring Suzu Hirose |Kento Yamazaki
Music by Ryō Yoshimata[1]
Distributed by Toho
Release date September 10, 2016
Running time 122 minutes[2]
Country Japan
(wikipedia)

Sekian Review Iyah, Wassalam! suki suki!
 

Jumat, 17 Februari 2017

Saya, Aku atau Iyah?

Hai, Assalamualaikum fellas!
Hello Fellas
 Iyah udah agak lama juga ya gak nulis, sekitar sebulanan gitu. Jadi rasanya agak kagok nulis di blog yang pembacanya kebanyakan silent reader :'D  Memang sih postingan Iyah gak viral-viral gitu. Dan gak narik orang buat saling perang komentar kayak kebanyakan berita jaman sekarang. Beritanya apa... komentarnya apa... yang di ributin apa...

Sebenernya gaada alasan khusus juga kenapa jadi kacau balau ngeluangin waktu buat nulis di blog. Standart manusia jaman sekarang lah, kecanduan smartphone. Dikit-dikti liat instagram, dikit-dikit liat line. Iya, cuma instagram sama line aja yang sekarang aktif Iyah gunakan. Tapi udah mau nyita waktu banget. BBM niatnya udah mau iyah hapus tapi karena masih banyak yang bilang "Jangaaan iyah jangaaan, hapeku gak sanggup kalau buka line" jadi demi terus mempererat tali silahturahmi bbm tetap iyah pertahankan meski gak pernah ganti status maupun foto bbm hehehe,

Btw, ini tulisan tentnag apa sih? judulnya apa... Iyah nya cerita apa... ya lagi-lagi karena terlalu banyak baca berita sampah di len tuday dan social media *ya ampun kasar banget iyah ngomongnya ya* yang entah kenapa udah tau cuma ngabisin kuota, buat gondok tapi tetep aja di baca :') ini nih pengaruhnya, tulisan iyah pun jadi low quality banget.

sebenrnya ini tulisan curcol Iyah kayak biasa. Dulu, akhir tahun 2015 kalau gak salah iyah pernah buka polling soal Iyah bakal pakai kata ganti pertama apa buat di blog ini. Aku, saya atau tetap Iyah? nah saat itu banyak poll yang buat 'Aku'. Tapi hanya di beberapa postingan Iyah pake iyah ngerasa gak cocok dan karena Iyah kebiasaan terlalu sopan nan segan (yang sekarang malah jadi liar -_-) jadi Iyah ganti pakai kata saya. Cukup lama sampai akhir 2016 kemarin pake 'Saya' tapi tetep aja gak nyamaaaan. Padahal udah mulai tua ya kan, udah mulai dewaca Iyah nya. maksudnya mau ubah image gitu.

Iyah itu gampang banget galaunya, gampang kepikiran sesuatu dan jadi pikiran padahal kadang sebenrnya gak telalu penting juga di pikirin. Kayak misalnya mikirin "Yamazaki kento sekarang lagi apa ya?" Ya itu salah satu hal yang sangat gak penting di pikirin. Apalagi mikir "Kapan Yamazaki kento datang ke Indonesia buat Ta'arufan sama Iyah. Oke fix, tulisan ini semakin kacau saudara-saudara.

Maka sampai ke titik dimana Iyah jadi 'Ya udah, di jalanin aja' Jadi mau Iyah, mau Aku, mau Saya, nanti bakal berubah sendirinya. sekarang Iyah tetap Iyah. jadi apapun yang Iyah katakan Iyah in  aja.

Yaudah, Iyah balik belajar lagi demi menjadi madrasah terbaik bagi masa depan kelak :'D
Ini belajar, bukan tidur!
Oke, selesai tulisan curcol super gaje ini. Wassalam.

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers