Sabtu, 02 September 2017

Medanku, Jadilah Inspirasi berlalu lintas!

Medanku, Jadilah Inspirasi berlalu lintas!

video


Hola, Jumpa kembali dengan Iyah sang pengendara sepeda motor alias kereta kalau pakai bahasa Medan. Sebagai pengendara tetap sepeda motor tentu jalan raya serta serba-serbi lalu lintas udah jadi makanan Iyah sehari-hari. Apalagi jalanan Medan, wah gak usah ko tanyak lagi lah! hapal awak tabiat masing masing jenis pengendara.

Pertama nih ya, mulai dari yang paling besar: TRUK, FUSO, dan sejenisnya. ini hal yang sangat amat menyeramkan kalau kita jumpanya di jalanan lengang dimana beliau (sang fuso) dengan santainya melaju kencang membelah jalan raya yang bahagia. Kadang nih ya, kalau supir sama keneknya baik, mereka akan dnegan sangat sopan sekali memberi tanda kepada pengendara di belakangnya. walau lampu sennya udah segede gaban gitu tetep mereka akan melambaikan tangan memberi kode.

Kedua, tentu saja bus lintas daerah. kayak ALS dan sejenisnya. nah bus besar ini kadang gak tau diri ya. Udah kencang terus suka seenaknya nyerong kanan kiri karena mengejar waktu lintasnya. Ya ampuuun, tau gak sih betapa horornya kalo udah disalip sama bus besar ini?!

Ketiga, angkot, sudako, motor sewa atau apalah sebutan emak-emak pajak dan anak sekolah yang menjadi langganannya. Ini nih yang suka nyebelin. kadang angkot lupa kalau dia angkot, suka naik ke trotoar dan kadang nutup jalan buat kereta atau sepeda motor yang seharusnya bisa lewat dari pingggir-pinggir.

Keempat, Beeecak! Yap, transportasi yang naggung banget ini kadang suka lupa diri loh. Pengemudinya berasa bawa sepeda motor lupa kalau di sampingnya bawa beban yang lumayan lebar memakan jalan. Nah, Iyah pernah nih sekali kaki kelindes ban becak karena si uwak becaknya gak sadar di udah mepet banget sama sepeda motor iyah.

Kelima, sepeda motor! kendaran favorit mulai dari anak SMA (kadang-kadang anak SMP juga ada) sampai anak uliahan yang sering telat masuk kelas. (hehe) ada juga sih pekerja kantoran. cuma gak terlalu iyah permasalahin karena yang biasanya suka buat masalah di jalanan ini ya remaja-remaja tanggung yang belum tau pentingnya berlalu lintas yang baik dan benar!
Kadang nih ya, yang naik sepeda motor ini naik sampai trotoar atau pulau jalan. malah kadang kalau ada pagar rumah orang yang udah agak-agak rusak di hajar aja yang penting bisa nyalip mobil-mobil di depannya. sementar Iyah cuma bisa ngurut dada dan ngikutin dari belakang. eh. hahaha!
Keenam, yang paling sabar... mobil pribadi. Serius dah, iyah rasa yang paling sabar menghadapi jalanan raya ini mobil pribadi. Karena takut buat masalah sama pengendara lain yang bakal bikin makin macet dan juga ngejaga mobilnya dari lecet yang sangat rawan terjadi di jalan raya.

Nah, dengan keenam karakter kendaraan yang mendominasi di kota Medan ini, mungkinkah Medan menjadi Inspirasi berlalu lintas?

Seharusnya, bisa.

Caranya?

1. Memperbanyak videotron di jalan raya yang mengedukasi dan menyenangkan tentang jalan raya. Bukan spanduk-spanduk panjang berisi pantun khas melayu yang kadang membutuhkan waktu hampir semenit untuk memahami maksudnya. hehe.
jadi ketika sedang di lampu merah yang laaaaama, masyarakat kota Medan gak emosi. Yaah minimal ada tontonan di jalan dan menambah edukasi.

2. Banyakin jam digital di jalan! biar orang Medan gak ngaret. Karena macet ini juga di sebabkan ngaaaaret. Lah, apa ngaruhnya jam di jalanan? tentu ngaruh dong, liat di ngeara-negara maju. jam nyaris berada dimana-mana sebagai pengingat bagi warganya.
banyaknya pengingat waktu akan cepat memperbaiki mental masyarakatnya agar menghargai waktu dan mengkalkulasi setiap perjalanannya sehingga tidak emosi saat terkena macet di jalan.

3. Polisi bukan buat mengatur jalanan, tapi mengawasi! kadang keberadaan polisi di tengah jalan kok rada-rada ngeselin ya. Bukannya membantu kadang bawaannya pengen nabrak aja. Abisnya udah adanya lampu lalu lintasnya, eh pak pol malah matiin lampu lalu lintas (malah kadang lupa) sehingga yang di belakang gak bisa ngeliat pak pol lagi ngatur jalan malah emosi dan teet tooot teeet gitu. makin buat emosi!
makanya pak polnya maunya mengawasi lampu lalu lintasnya aja, mana yang di percepat mana yang di perlama. kan udah ada cctv untuk melihat arus kendaraannya sebanyak apa ih.
4. Banyakin lagi rambu-rambu jalannya. ini di buat runag henti khusus motor, tapi rambu-rambu boleh jalan terus di sebelah kiri gak di buat, ya sama aja toh kalau mobilnya rapet-rapet keretanya gak bisa nyelip lewat buat masuk ke ruang henti khusus sepeda motor itu. aelaaah.

5. Kurangin dedek-dedek underage nya alias yang belum cukup umur! kadang anak-anak yang belum 17 tahun itu sok jagoan di jalan raya. baik yang bawa sepeda motor maupun yang udah di bolehin prangtuanya bawa mobil. Aduuh betenya hati ini kalau ada dedek-dedek di jalan raya yang suka ngelewatin garis putih berhenti. ntar kalau di ingetin, udah berani melototin yang lebih tua. cape deh!

6. Terakhir nih. Kalau bisa... Truk-truk besar dan Bus Lintas bisa gak ngelewatinnya jalan lintas aja? atas jalan mana gitu, jangan ngelewatin jalan raya yang cuma bisa satu mobil doang salip-salipan?


Itu aja sih kalau dari Iyah sebagi masyarakat awam. selain masyarakat dan peran pemerintah juga ada kontribusi dari swasta dong, kayak Astra yang membuat terobosan SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia) Nah salah satunya program INDONESIA AYO AMAN BERLALU LINTAS. Terus kalau masih galau udah mantep belum ilmunya dalam berlali lintas bisa datang ke astra safety riding center nya!
 Kalau dari teman-teman yang lain, kira-kira medan bisa gak ya jadi Inspirasi berlalu lintas?

Tulisan Ini diikutsertakan dalam Lomba Inspirasi60tahunAstra #Astra60Medan

5 komentar:

  1. Hahahaha Amin aja deh semoga terwujud di Medan!

    BalasHapus
  2. Semua itu hanya mimpi di medan~

    BalasHapus
  3. Iya bener.. Tapi mimpi juga bisa jadi kenyataan kok rahma

    BalasHapus
  4. masih hal yang fana di kota medan,, :D

    BalasHapus
  5. Semoga bisa terwujud deh di Medan, udah sumpek banget!

    BalasHapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers