Minggu, 21 April 2019

Iyah Nge-Vlog? Iyah Nge Youtube?

Hi, Guys! Assalamualaikum!
youtube, channel youtube, kanal, mahdiyyah.com
Flat banget banner buat youtube nya haha!
Well, kali ini Iyah mau sedikit cerita soal akun youtube Iyah. Temen-temen pasti tau kan sekarang lagi hedon-hedonnya profesi menjadi youtuber. mulai dari anak kecil sampai atok-atok alias kakek-kakek pun berebut ingin tenar dan viral. Apalagi banyak banget di luar sana yang ngasi tau kalau youtube menghasilkan duit dari adsense dan sponsor (kalau ada). Yah, begitulah indonesia, UUD banget. Ujung Ujungnya Duit. Padahal kan kanal youtube dibuat ya untuk...nyari duit. Hehe, ya enggaklah. Sempit benget pemikiran teman-teman kalau hanya mikirn materiiii mulu. Kemabli kemasing-masing orang juga sih, maaf kalau ada yang tersinggung :(

Kalau bagi Iyah, setiap wadah di internet itu ya untuk menyalurkan opini kita, kreatifitas kita, eksitensi diri, sementara duit itu ya bonus. Karena gak cuma Youtube kan yang bisa menghasilkan? dari blog ini juga bisa, dari instagram bisa, dari ayah mamak juga bisa. itumah uang jajan wkwk.

Jadi, sejak iyah merambah laptop baru mamak dan dalam waktu sekian bulan sudah tidak berfungsi baterenya sehingga baru nyala kalau dicolokin (Masya Allah kenapa tangan Iyah selalu trouble maker sekali ya) dan sejak Iyah masuk ke dunia baru yang wifinya ajib bener, serta orang-orang di dalamnya super kreatif, Iyah tertantang untuk mengulik dunia pervideoan ini. Yah, awalnya hanya video selama kami belajar di hutan...


Setelah dari hutan video kan banyak tuh, masing-masing punya dokumentasi pribadi dan ngedit sekenanya dari hape. Sementara smartphone Iyah tidak lagi memumpuni untuk mengedit disebabkan banyaknya insiden yang terjadi sama itu smartphone tapi Alhamdulillah sampai sekarang masing bisa digunakan untuk komunikasi. Pengen ganti hape, dilarang temen-temen. Kasian nanti hape barunya kata mereka. Kalau hape yang ini udah rusak total, mereka janji mau nemenin Iyah nyari hape yang layak untuk bersanding di petualangan Iyah. Lah, kok jadi ngalor ngidul kesini ceritanya?

Yah, jadi intinya iyah tidak puas dengan editan teman-teman yang lain dari hape. Lalu iyah teringat aplikasi Filmora yang di pasangkan bang fajar blogm di laptop lama. Dulu sempet edit-edit bentar tapi karena masih leptop 32 bit dengan memory... ah ya sudah lah. Intinya setiap ngerjain gerak dikit loading, gerak dikit loading, gitu terus cuma buat video berdurasi 1 menit. Terus, dengan laptop hasil merambah punya memsye yang 64bit dengan memory 4gb kata bang yoga coba aja langsung adobe premiere pro. Hmm... pan kapan lah, pake Filmora bisa lancar aja udah sukur. Jadilah iyah sekarnag main-main dnegan aplikasi Filmora. Dan tadaaaaa

monggo di lihat hasilnya di kanal youtube saia: Youtubenya Iyah Mahdiyyah

Dengan bahan video yang sejak jaman baheula terkumpul, dengan senang hati iyah mengedit video itu. Ada video terbaru, video lama dan video yang gak Iyah upload di youtube karena ada temen yang gak nyaman katanya kalau wajahnya diupload ke youtube. Yah wajar sih ya... cantik. Aku mah apa atuh *minder *minder *minder

Nge-upload video ke youtube bagi iyah hanya menyimpan dokumentasi sih ya.Kalau ada yang suka liat videonya Alhamdulillah, semoga bermanfaat (kalau ada). Tapi akalu untuk rajin nge-vlog... hehe Iyah pikir 10-20 kali lagi deh. Soalnya sejak banyak belajar sejujurnya Iyah gak nyaman kalau tingkah Iyah yang petakilan parah jadi tontonan orang. Cukup hanya sebagai hiburan dan candaan di antara teman-teman.... 

Selanjutnya (mungkin) iyah bakal banyak ngeupload video-video lama yang baru di edit sekarang. Apalagi buat temen-temen yang penasaran bagaimana sih sebenarnya pekerjaan anak biologi di kampus dan pekerjaan orang konservasi? 

Nantikan Iyah dichannel Youtube Iyah ya ':D jangan lupa kalau berkenan di subcribe atuh wkwk
Assalamualaikum! ciao!

Kamis, 04 April 2019

Conservation Leadership Training 2 By OIC Bagian 1

Hi, Assalamualakum guys!
Salam rindu dari ku untuk teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa. Jangankan yang di luar medan... yang di dalam medan juga jadi jarang ketemu karena aku sebulan ini.... di HUTAN! oke, gak hutan-hutan banget sih.
wah, kena kompress yang sangat parah dari MS Picture Manager.
Aku keterima untuk ikut pelatihan Conservation Leadership Training angkatan ke 2 yang di selenggarakan oleh Orangutan Information Centre (OIC). Training ini gratis guys. Gratis! dimana lagi dapat banyaaaaak banget ilmu terkait konservasi secara cuma-cuma. oh, betapa beruntungnya aku terpilih dari ratusan orang. Tepatnya diambil 30 orang dari 127 orang dari Aceh dan SUMUT. And you know what? hampir 80% dari mereka adalah anak mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) dan asal daerahnya dari perbatasan pemukiman dengan daerah konservasi. Aku, yang hidup besar di kota tau apa?

Intinya aku bener-bener kosong (soal isu konflik daerah konservasi) saat memulai training ini bulan maret lalu. Bahkan, aku gak tau luas taman nasional gunung leuser itu berapa hektar. Maklum, skripsiku di kebun binatang, gak di hutan langsung. hehe. Seharusnya aku tau, itu pengetahuan umum dan dulu aku PKL nya juga di TNGL. ehe!

23 Maret 2019
Kita berangkat ke daerah training pertama di Bukit Mas, Besitang. tepatnya di Sekolah Alam Leuser (SAL). Kalau enggak tau, dengan segala hormat saya persilahkan googling :p

Berangkatnya bareng-bareng dari kantor OIC. Janji berangkat jam 10 pagi, saya datang jam 09.45 WIB. Tumben kan tidak telat? tapi tetep akutuh dimarahin huhu.

Aku liat wajah-wajah peserta yang lain, mereka saling bercengkrama seolah sudah kenal lama. Haduh, apalah aku yang sulit berbaur ini (bohong banget!) Syukurlah ada Vitta jelly drink. Canda, namanya Vitta, walaupun anaknya manis tapi dia gak bisa menunda lapar. Aku kenal dia karena sebelumnya kami sama-sama volunteer di event orangutan festival tahun lalu. 
Vitta, Wulan, Sarapan Di OIC
Sampai lokasi, aku tetap tidak ada mengobrol dengan peserta lain kecuali, Vitta, Wulan temannya Vitta, Zenny, hana, ayu.... dan.. oke, aku ngobrol kok dengan peserta lain. 

Sekitar jam 2 kami sampai ke lokasi. Silahkan hitung sendiri waktu perjalanannya. Kami di turunkan oleh minibus kami di sebuah sungai lebar. Bentar, kami di suruh nyebrangin sungai? berenang sambil bawa tas? habislah aku yang bawa baju hanya 3 set. Itu dalam pikiranku. Sampai tiba-tiba ada mobil double cabin yang menyebrangi sungai. waw. Seumur hidup aku baru liat mobil yang menyebrangi sungai secara langsung.  

Kami diangkut mobil itu, aku mau videoin tapi karena kenorakan ku yang baru pertama kali nyebrang sungai pake mobil, gak terekam gaes. dan berhubung saat pulang aku juga gak bareng temen-temen yang lain, aku gak videoin itu. hem.

Sampai di sebrang, kami di sambut oleh kepala sekolah SAL, Miss Darsimah. Btw, aku lupa di sini apakah kami pasang tenda dulu baru acara pembukaan atau sebaliknya. Langsung aja, setelah kami makan siang, beres-beres, dan langsung masuk materi pertama dari...
Para wanita tangguh yang membangun tendanya sendiri. Laki-laki? tak ada campur tangan *bangga*
LHK GAKKUM (Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Di bawakan oleh Kak Diah Anggreini seorang Polhut (Polisi Hutan) dan Bang Hendri Pengawas Lingkungan Hidup. Duo ahlinya ahli ini memaparkan bagaimana hukum tentang konservasi di Indonesia berjalan. Gakkum sendiri baru terbentuk 2015 yang lalu. jadi belum banyak kasus yang di selesaikan. Meski begitu, kasus yang sudah selesai adalah kasus-kasus besar! Istilah dari kasus yang bisa di urus kalau berkasnya udah P21. 

Jadi, kalau temen-temen menemukan pelanggaran undang-undang konservasi yang tercatat dalam UU No 41/ 1999 , UU No 5/1990 , UU No 32/2009, UU No 18/ 2008, UU No 18/ 2013 dan UU No 37/ 2014. Males saya nulis isinya hehe.

Selanjutnya materi NAVIGASI DARAT
Yang Subhanallah sekali ya. Di pandu bang ucup alias Yusuf. memang rata-rata orang yang namanya Yusuf cakep-cakep. Bang usup ini baru berisitri satu dan 2 anak (?) kalau ga salah. Beliau mengajarkan semua tentang navigasi darat. Anak Mapala sih dasar dasarnya agak paham. Untung aku sekelompok sama bang Kobol alias Ikram tapi ga dipanggil ikram karena udah ada bang ikram yang lain. Bang kobol ini pinter, anak mapala tapi rada gesrek orangnya. Dia...mantan guru matematika. 
Ini bang kobol!
Buat apasih belajar navigasi darat? pikir ku. Kan sudah ada google maaaapss. Tapi kalau di hutan yang gaada sinyal, atau pun kalian download peta offline, tetep aja google gak bisa nujukkin mana jalur yang bisa di lalui sama yang enggak. Kan tim google maps gak nyampe hutan bok, wkwk. jadi bermodalkan peta dari jaman belanda dan kompas, anda bisa keluar dari hutan gaes!

Setelah mulai oyong, kami di persilahkan tidur... tapi boong!

Jam 12 malam kami masih diserang sama materi Peranan Pemuda Dalam Upaya GAKKUM LHK
intinya gimana kita generasi muda berani melapor dan tau apa yang harus dilakukan saat menemukan pelanggaran hukum konservasi.

Malam eh pagi, kami tidur di tenda. dan di malam pertama (maaf kalau agak ambigu) aku belum hafal nama teman-teman satu tenda ku. Ya, anak kota memang sependek dan sesombong itu ingatannya. Dan akhirnya aku lambat laun tau bahwa yang setenda dengan ku ada Sarah, Ayu dan Karin. Karin aja, gak pake Aw.
Gas teroos, jangan kasih kendor
Btw, aku baru tidur jam 2 setelah kami berapi unggun ria sambil bercengkrama hangat~ 

Jumat, 15 Maret 2019

Atas Nama Kemanusiaan, Ada Apa Dengan Kita Saat Ini?

Assalamualaikum Gaes, 

Minggu-minggu ini semakin luar biasa ya yang terjadi. Sebenarnya Iyah lagi nulis soal kasus 'HOPE' Orangutan yang ditembaki secara brutal dengan senapan angin dan anaknya mati karena malnutrisi di gendongannya. Iyah nulis dari ba'da jum'at tadi dan pas lagi telponan sama temen yang skripsinya dulu tentang hukum konservasi dan perdangan kulit harimau, ter-scroll lah di instagram BLAARR! tentang penembakan brutal oleh teroris di salah satu masjid new zealand. Tepatnya di Christchurch's Masjid Al Noor mosque.

PENEMBAKAN LAYAKNYA GAME PUBG or FREE FIRE

DISIARKAN LIVE DI FACEBOOK

DENGAN SENJATA YANG SUDAH DI HIAS SEDEMIKIAN RUPA!

AKSI YANG TERENCANA!

Sampai iyah menulis ini, tercatat ada 40-an korban jiwa dan 20-an yang terluka parah. Dan Indonesia tidak bisa bungkam. Ada warga negara Indonesia, Ayah dan anak yang menjadi korban dalam kejadian ini. Berita disini

Salah satu pihak sana yang sudah angkat bicara adalah walikotanya. Ini Iyah copas aja langsung ya. Bahasanya mudah dimenegerti kok, kalau susah google translate-in aja.

Christchurch Mayor Lianne Dalziel has called for solidarity in the aftermath of the shooting. 
Speaking to TV New Zealand she said:
Obviously I’ve been very close to migrant communities in Christchurch. I was a member of Parliament, minister of immigration. I’ve had a very long and close association with many people, with many Muslim people ... The family and friends of all of those who have been affected today, just my heart goes out to you. I know that people around the world have been reaching out to me this afternoon to pass on their love and support and caring for the situation that we find ourselves in.
It looks as if this was a very deliberate, cold, hard and deliberate, decision to undertake this attack in the first place. But to choose Christchurch to prove to the world that nowhere was safe, and to choose Christchurch in that way, I guess, shows the randomness ... The act of terrorism is designed to cause terror and the only way that we can combat that force is to join together and to care for each other across religious lines, every line that you can imagine that we divide ourselves by. We’ve got to make this unite us, not divide us.
intinya ibu walikota menyesalkan kejadian ini, tapi hal ini bukan untuk memecah belah manusia. tapi untuk mempererat manusia-manusia waras yang harus menghalau kecaman seperti ini terjadi lagi.
sumber. Sekalian baca cerita kejadiannya disini.

TANPA ALASAN

TANPA PERINGATAN

Iyah gak kebayang kalau ada di posisi mereka, mungkin disana ada yang sedang bersekolah, sedang memulai karir, baru membangun keluarga, lalu harus merenggang nyawa dengan kejadian ini. Jujur aja, pas liat videonya iyah langsung kebayang permainan game. betapa serunya mengejar orang-orang yang bersembunyi karena takut di tembaki atau pada saat kita sudah dapat senjata tapi orang di depan kita belum dapat senjata. Innalillahi, gak pernah kebayang ada orang yang mencari sensasi itu di dunia nyata. 
betapa damainya mesjid ini sebelumnya.
Belum habis kasus-kasus kemanusiaan yang lain, di tambah hewan-hewan yang semakin di renggut hak asasinya, kini kebebasan di tempat terbuka pun akan terenggut? gak kebayang kalau saat ini, saat Iyah sedang mengetik di perpustakaan kota ini, lalu ada oranggila yang masuk jangankan bawa pistol, dia bawa pisau dapur aja pasti semua langsung kocar-kacir.

Kematian itu begitu dekat, semakin dekat.

Atas nama kemanusiaan, ada apa dengan kita saat ini?

PS: Soal Orangutan HOPE, besok saja Iyah posting.

Senin, 25 Februari 2019

Konservasi Dalam Presepsi

Hai guys, kali ini saya kembali dengan bahasan yang sepertinya tidak dikehendaki oleh teman-teman sekalian! HAHAHA 

(Dan postingan ini akan menjadi postingan  blog yang melanggar banyak kaedah perbloggeran. No gambar, no seo seo, no click bait, yang penting saya nulis aja dulu)

Jadi untuk memanfaatkan ilmu yang saya miliki bukankah ada baiknya jika saya berbagi wawasan kepada teman-teman semua bukan? Semoga yang liat ini masih rajin baca. Karena kalau disuruh buat konten video, itu masih menjadi pro kontra sama saya.

Guys, sering gak sih kepikiran kasihan dengan hewan-hewan di kebun binatang? Kenapa harus di kurung, kenapa gak dikembalikan ke alam liar aja gitu ya kan. Atau kasian lihat hewan-hewan di daerah konflik manusia dan satwa yang harus berebut lahan makanan sehingga hewan banyak menyerang warga atau pun warga yang membunuhi hewan-hewan tersebut? Sedih memang, rasanya ingin menyalahkan manusia yang membunuh kok ga teredukasi gitu tapi balik lagi, kalau kamu yang di posisi terdesak harus tinggal di pinggir hutan karena gak punya tempat tinggal lain dan tiba-tiba kamu terpojok oleh harimau yang masuk ke rumah kamu apa kah masih mikirin 'ini hewan dilindungi ga ya?'

GUA MATI ATAU NI HEWAN YANG MATI

Begitulah realita hidup.

Jadi yang salah siapa? Mau jawab pemerintah karena lemahnya hukum atau regulasinya yang kurang baik? Lagi-lagi pemerintah disalahin :( (yaiyalah, masa salahnya tini wini biti!)

Tapi gak bisa juga kita paksa-paksa pemerintah ya. Sedih.

Akhirnya muncul lah para hero tak bersayap bernama LSM. Atau NGO. Atau komunitas pencinta bla.. bla.. bla.. gitu. Sayang, mereka yang berjuang tetap aja ada pro kontra dengan masyarakat. Mau mengedukasi, mempercepat relokasi satwa, mengamankan, malah dianggap mengganggu kerja pemerintah. Memang gak semua, tapi ada terjadi di lapangan.

Jadi jenis konservasi itu ada 2.
Konservasi in-situ, dimana hewan tersebut dimasukkan/dipindahkan kedalam wilayah khusus. Lemahnya disini, masih ada hewan yang seenaknya keluar dari wilayah karena nalurinya. Yaiyalah, namanya hewan, ya kali mereka dipaksa harus tau batas wilayahnya?
Dan ada juga masyarakat yang entah dari mana bisa menduduki tanah dalam kawasan hutan lindung. Seenak jidat buka hutan, atau udah izin buka hutan tapi ya itu gaada regulasi sama instansi lainnya.

Kedua, Konservasi ex-situ yang 'mengamankan' hewan liar itu ke tempat yang baru namu  tidak serupa dengan habitat aslinya. Di buat menyerupai sih... tapi gak di alam aslinya. Misal ni kayak penguin kan gaada ya di jepang, tapi di buat disana habitat dingin buat penguinnya. Gitu lah kira-kira. Negatifnya tentu ada dan lebih banyak, hewan cenderung tergantung sama manusia dan kehilangan insting alam liar.

Nah, penyedia dari kedua jenis konservasi ini sering bertolak belakang dalam visi misi dalam penyelamatan satwa. Padahal tujuan mulianya sama. Disitu kadang saya seudih. Gini deh misalnya, ada hewan sitaan kita bilang aja ini orangutan. Dari bayi udah bareng warga, minumnya susu pake dot. Terus pas di sita dia di masukkan ke sekolah untuk di lepas liarkan kembali. Dari prespektif saya sih lebih aman kalau dia di kebun binatang. Karena akan memudahkan penjaga ya karena dia udah terbiasa sama manusia. Kalau di paksa dia untuk 'liar' lagi saya ragu selama apapun dia di sekolah kan untuk balik ke alam bakal ada insting kecilnya, rasa takutnya untuk kembali ke hutan. Dari bayi loh dia sadarnya dia tinggal di rumah warga. Minum susu dan makan buah enak. Btw, saya bukan ahli dalam ini. Nanti mungkin saya akan belajar lebih dan bisa jadi presepsi saya akan berubah.

Begitu pula ya dengan dengan hewan sitaan yang masuk ke daerah rumah warga trus malah diserahin ke kebuh binatang. Oalah, pasti lah doi ngeberontak. Gila aja kali dia sudah bahagia di hutan bersama keluarganya tapi ga di balikin kesana lagi. Plis deh, se hewan-hewannya hewan saya yakin mereka punya perasaan yang sama dengan manusia.

Yah, jadi begitulah guys kira-kira yang ingin saya paparkam dalam tulisan ini. Kalau temen-temen semua punya saran atau pendapat gak tentang kegiatan konservasi di Indonesia? Komen yah! 

Minggu, 20 Januari 2019

Jenuh?

Hai. Assalamualaikum.
Mungkin kalian yang baca bakal memahami ini sejenis shit posting kali ya. Secara ini adalah tulisan absurd aku sejak tumblr sudah gak bisa di buka lagi. Banyak yang nyuruh ganti ip, vpn lah but aku terlalu malas untuk mencoba itu. Apalagi saat aku nyoba aplikasi zepeto trus gak lama aplikasinya di blokir juga di indonesia. Kesel, pengen tapi terlalu malas lagi.

Ini adalah kali pertama aku nulis dari malaysia. Kali kesekian ke sini dan aku gak pernah cerita soal perjalananku ke negeri jiran ini 😂 padahal banyak yang bilang ini bakal jadi tulisan bagus. Tapi lagi-lagi, sekarang aku sibuk tidak produktif. Eh produktif juga sih, progress kelulusan ku mwehehhe. Akhirnya 2019 aku wisuda. Target pengennya 2018, tapi apa daya penelitian aku rampung setelah setahun, desember 2018 ke januari 2019 😂 beasiswa juga ngasih sampe semester 10 hahaha gimana aku gak leha-leha parah? Apalagi sebelum tamat aku juga udah bisa cari duit sendiri yang lumayan selama aku mau. Ya duit membutakan segalanya~ dan seringnya foya-foya buat makan, yang makan gak kunjung gendut. Foya-foya ngasih orang utangan tapi yang di utangin lupa diri. 

Mau nulis kayak ginian di facebook, ntar dikata alay. Di twitter gak cukup. Di IG? Oh nonono, instagram aku untuk pencitraan yang baik. Makanya dulu aku nulis di tumblr supaya gak dibaca. Kalo nulis disini kan sekarang blogku udah mulai gak dibaca 🙂 jadi suka suka aku mau nulis apa. Udah bodo amat sama SEO, kaidah penulisan, contoh blogger yang baik, hahahahha. Ini shit posting!

Btw, akhir-akhir ini sifat baperan ku muncul lagi. Cuma karena masing-masing orang ada problem sehingga komunikasinya kurang baik aku jadi kesal sendiri. Dan lari dari masalah.

Jelek banget kondisi ini.

Seharusnya aku jangan baperan. Tetap aja kasih apa yang seharunya ku kasi terserah komennya apa yang penting aku jangan lari. Harusnya :(

O iya, kali ini aku ke Kuala Lumpur, Puchong, kampung di malayasia buat kondangan pinangan sepupu aku. Udah berumur juga, 33 tahun. Calon suaminya juga sebaya. Ternyata di Malaysia banyak yang menikah lama-lama. Nikah muda gak terlalu booming disini. Adat disini juga sedikit unik menurut ku. Hm... bahan2 foto sih banyak, sempat gak ya aku tulis? Draft ku udah banyak banget buat di selesaikan. Enggak tahu kenapa kok aku udah jenuh sama dunia perbloggeran. Jenuhnya juga ga tau mau aku kategorikan aja.

Apa berenti ngeblog aja ya? Tutup domain ini.

Pikirku kemarin gitu. Tapi sayang rasaku, kalau mau #10yearschallange blog aku ini udah bisa, apalagi ini pake namaku sendiri. Sempat ditutup trus di pake orang geli banget rasa ku.

Dan lagi kesukaanku menulis sejak dulu itu sulit dibendung. 

Oh astaga, sebenarnya aku jenuh akan apa?
Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)