Jumat, 15 Maret 2019

Atas Nama Kemanusiaan, Ada Apa Dengan Kita Saat Ini?

Assalamualaikum Gaes, 

Minggu-minggu ini semakin luar biasa ya yang terjadi. Sebenarnya Iyah lagi nulis soal kasus 'HOPE' Orangutan yang ditembaki secara brutal dengan senapan angin dan anaknya mati karena malnutrisi di gendongannya. Iyah nulis dari ba'da jum'at tadi dan pas lagi telponan sama temen yang skripsinya dulu tentang hukum konservasi dan perdangan kulit harimau, ter-scroll lah di instagram BLAARR! tentang penembakan brutal oleh teroris di salah satu masjid new zealand. Tepatnya di Christchurch's Masjid Al Noor mosque.

PENEMBAKAN LAYAKNYA GAME PUBG or FREE FIRE

DISIARKAN LIVE DI FACEBOOK

DENGAN SENJATA YANG SUDAH DI HIAS SEDEMIKIAN RUPA!

AKSI YANG TERENCANA!

Sampai iyah menulis ini, tercatat ada 40-an korban jiwa dan 20-an yang terluka parah. Dan Indonesia tidak bisa bungkam. Ada warga negara Indonesia, Ayah dan anak yang menjadi korban dalam kejadian ini. Berita disini

Salah satu pihak sana yang sudah angkat bicara adalah walikotanya. Ini Iyah copas aja langsung ya. Bahasanya mudah dimenegerti kok, kalau susah google translate-in aja.

Christchurch Mayor Lianne Dalziel has called for solidarity in the aftermath of the shooting. 
Speaking to TV New Zealand she said:
Obviously I’ve been very close to migrant communities in Christchurch. I was a member of Parliament, minister of immigration. I’ve had a very long and close association with many people, with many Muslim people ... The family and friends of all of those who have been affected today, just my heart goes out to you. I know that people around the world have been reaching out to me this afternoon to pass on their love and support and caring for the situation that we find ourselves in.
It looks as if this was a very deliberate, cold, hard and deliberate, decision to undertake this attack in the first place. But to choose Christchurch to prove to the world that nowhere was safe, and to choose Christchurch in that way, I guess, shows the randomness ... The act of terrorism is designed to cause terror and the only way that we can combat that force is to join together and to care for each other across religious lines, every line that you can imagine that we divide ourselves by. We’ve got to make this unite us, not divide us.
intinya ibu walikota menyesalkan kejadian ini, tapi hal ini bukan untuk memecah belah manusia. tapi untuk mempererat manusia-manusia waras yang harus menghalau kecaman seperti ini terjadi lagi.
sumber. Sekalian baca cerita kejadiannya disini.

TANPA ALASAN

TANPA PERINGATAN

Iyah gak kebayang kalau ada di posisi mereka, mungkin disana ada yang sedang bersekolah, sedang memulai karir, baru membangun keluarga, lalu harus merenggang nyawa dengan kejadian ini. Jujur aja, pas liat videonya iyah langsung kebayang permainan game. betapa serunya mengejar orang-orang yang bersembunyi karena takut di tembaki atau pada saat kita sudah dapat senjata tapi orang di depan kita belum dapat senjata. Innalillahi, gak pernah kebayang ada orang yang mencari sensasi itu di dunia nyata. 
betapa damainya mesjid ini sebelumnya.
Belum habis kasus-kasus kemanusiaan yang lain, di tambah hewan-hewan yang semakin di renggut hak asasinya, kini kebebasan di tempat terbuka pun akan terenggut? gak kebayang kalau saat ini, saat Iyah sedang mengetik di perpustakaan kota ini, lalu ada oranggila yang masuk jangankan bawa pistol, dia bawa pisau dapur aja pasti semua langsung kocar-kacir.

Kematian itu begitu dekat, semakin dekat.

Atas nama kemanusiaan, ada apa dengan kita saat ini?

PS: Soal Orangutan HOPE, besok saja Iyah posting.

Senin, 25 Februari 2019

Konservasi Dalam Presepsi

Hai guys, kali ini saya kembali dengan bahasan yang sepertinya tidak dikehendaki oleh teman-teman sekalian! HAHAHA 

(Dan postingan ini akan menjadi postingan  blog yang melanggar banyak kaedah perbloggeran. No gambar, no seo seo, no click bait, yang penting saya nulis aja dulu)

Jadi untuk memanfaatkan ilmu yang saya miliki bukankah ada baiknya jika saya berbagi wawasan kepada teman-teman semua bukan? Semoga yang liat ini masih rajin baca. Karena kalau disuruh buat konten video, itu masih menjadi pro kontra sama saya.

Guys, sering gak sih kepikiran kasihan dengan hewan-hewan di kebun binatang? Kenapa harus di kurung, kenapa gak dikembalikan ke alam liar aja gitu ya kan. Atau kasian lihat hewan-hewan di daerah konflik manusia dan satwa yang harus berebut lahan makanan sehingga hewan banyak menyerang warga atau pun warga yang membunuhi hewan-hewan tersebut? Sedih memang, rasanya ingin menyalahkan manusia yang membunuh kok ga teredukasi gitu tapi balik lagi, kalau kamu yang di posisi terdesak harus tinggal di pinggir hutan karena gak punya tempat tinggal lain dan tiba-tiba kamu terpojok oleh harimau yang masuk ke rumah kamu apa kah masih mikirin 'ini hewan dilindungi ga ya?'

GUA MATI ATAU NI HEWAN YANG MATI

Begitulah realita hidup.

Jadi yang salah siapa? Mau jawab pemerintah karena lemahnya hukum atau regulasinya yang kurang baik? Lagi-lagi pemerintah disalahin :( (yaiyalah, masa salahnya tini wini biti!)

Tapi gak bisa juga kita paksa-paksa pemerintah ya. Sedih.

Akhirnya muncul lah para hero tak bersayap bernama LSM. Atau NGO. Atau komunitas pencinta bla.. bla.. bla.. gitu. Sayang, mereka yang berjuang tetap aja ada pro kontra dengan masyarakat. Mau mengedukasi, mempercepat relokasi satwa, mengamankan, malah dianggap mengganggu kerja pemerintah. Memang gak semua, tapi ada terjadi di lapangan.

Jadi jenis konservasi itu ada 2.
Konservasi in-situ, dimana hewan tersebut dimasukkan/dipindahkan kedalam wilayah khusus. Lemahnya disini, masih ada hewan yang seenaknya keluar dari wilayah karena nalurinya. Yaiyalah, namanya hewan, ya kali mereka dipaksa harus tau batas wilayahnya?
Dan ada juga masyarakat yang entah dari mana bisa menduduki tanah dalam kawasan hutan lindung. Seenak jidat buka hutan, atau udah izin buka hutan tapi ya itu gaada regulasi sama instansi lainnya.

Kedua, Konservasi ex-situ yang 'mengamankan' hewan liar itu ke tempat yang baru namu  tidak serupa dengan habitat aslinya. Di buat menyerupai sih... tapi gak di alam aslinya. Misal ni kayak penguin kan gaada ya di jepang, tapi di buat disana habitat dingin buat penguinnya. Gitu lah kira-kira. Negatifnya tentu ada dan lebih banyak, hewan cenderung tergantung sama manusia dan kehilangan insting alam liar.

Nah, penyedia dari kedua jenis konservasi ini sering bertolak belakang dalam visi misi dalam penyelamatan satwa. Padahal tujuan mulianya sama. Disitu kadang saya seudih. Gini deh misalnya, ada hewan sitaan kita bilang aja ini orangutan. Dari bayi udah bareng warga, minumnya susu pake dot. Terus pas di sita dia di masukkan ke sekolah untuk di lepas liarkan kembali. Dari prespektif saya sih lebih aman kalau dia di kebun binatang. Karena akan memudahkan penjaga ya karena dia udah terbiasa sama manusia. Kalau di paksa dia untuk 'liar' lagi saya ragu selama apapun dia di sekolah kan untuk balik ke alam bakal ada insting kecilnya, rasa takutnya untuk kembali ke hutan. Dari bayi loh dia sadarnya dia tinggal di rumah warga. Minum susu dan makan buah enak. Btw, saya bukan ahli dalam ini. Nanti mungkin saya akan belajar lebih dan bisa jadi presepsi saya akan berubah.

Begitu pula ya dengan dengan hewan sitaan yang masuk ke daerah rumah warga trus malah diserahin ke kebuh binatang. Oalah, pasti lah doi ngeberontak. Gila aja kali dia sudah bahagia di hutan bersama keluarganya tapi ga di balikin kesana lagi. Plis deh, se hewan-hewannya hewan saya yakin mereka punya perasaan yang sama dengan manusia.

Yah, jadi begitulah guys kira-kira yang ingin saya paparkam dalam tulisan ini. Kalau temen-temen semua punya saran atau pendapat gak tentang kegiatan konservasi di Indonesia? Komen yah! 

Minggu, 20 Januari 2019

Jenuh?

Hai. Assalamualaikum.
Mungkin kalian yang baca bakal memahami ini sejenis shit posting kali ya. Secara ini adalah tulisan absurd aku sejak tumblr sudah gak bisa di buka lagi. Banyak yang nyuruh ganti ip, vpn lah but aku terlalu malas untuk mencoba itu. Apalagi saat aku nyoba aplikasi zepeto trus gak lama aplikasinya di blokir juga di indonesia. Kesel, pengen tapi terlalu malas lagi.

Ini adalah kali pertama aku nulis dari malaysia. Kali kesekian ke sini dan aku gak pernah cerita soal perjalananku ke negeri jiran ini 😂 padahal banyak yang bilang ini bakal jadi tulisan bagus. Tapi lagi-lagi, sekarang aku sibuk tidak produktif. Eh produktif juga sih, progress kelulusan ku mwehehhe. Akhirnya 2019 aku wisuda. Target pengennya 2018, tapi apa daya penelitian aku rampung setelah setahun, desember 2018 ke januari 2019 😂 beasiswa juga ngasih sampe semester 10 hahaha gimana aku gak leha-leha parah? Apalagi sebelum tamat aku juga udah bisa cari duit sendiri yang lumayan selama aku mau. Ya duit membutakan segalanya~ dan seringnya foya-foya buat makan, yang makan gak kunjung gendut. Foya-foya ngasih orang utangan tapi yang di utangin lupa diri. 

Mau nulis kayak ginian di facebook, ntar dikata alay. Di twitter gak cukup. Di IG? Oh nonono, instagram aku untuk pencitraan yang baik. Makanya dulu aku nulis di tumblr supaya gak dibaca. Kalo nulis disini kan sekarang blogku udah mulai gak dibaca 🙂 jadi suka suka aku mau nulis apa. Udah bodo amat sama SEO, kaidah penulisan, contoh blogger yang baik, hahahahha. Ini shit posting!

Btw, akhir-akhir ini sifat baperan ku muncul lagi. Cuma karena masing-masing orang ada problem sehingga komunikasinya kurang baik aku jadi kesal sendiri. Dan lari dari masalah.

Jelek banget kondisi ini.

Seharusnya aku jangan baperan. Tetap aja kasih apa yang seharunya ku kasi terserah komennya apa yang penting aku jangan lari. Harusnya :(

O iya, kali ini aku ke Kuala Lumpur, Puchong, kampung di malayasia buat kondangan pinangan sepupu aku. Udah berumur juga, 33 tahun. Calon suaminya juga sebaya. Ternyata di Malaysia banyak yang menikah lama-lama. Nikah muda gak terlalu booming disini. Adat disini juga sedikit unik menurut ku. Hm... bahan2 foto sih banyak, sempat gak ya aku tulis? Draft ku udah banyak banget buat di selesaikan. Enggak tahu kenapa kok aku udah jenuh sama dunia perbloggeran. Jenuhnya juga ga tau mau aku kategorikan aja.

Apa berenti ngeblog aja ya? Tutup domain ini.

Pikirku kemarin gitu. Tapi sayang rasaku, kalau mau #10yearschallange blog aku ini udah bisa, apalagi ini pake namaku sendiri. Sempat ditutup trus di pake orang geli banget rasa ku.

Dan lagi kesukaanku menulis sejak dulu itu sulit dibendung. 

Oh astaga, sebenarnya aku jenuh akan apa?

Minggu, 23 Desember 2018

Atraksi Turis di Medan Selain Danau Toba Yang Wajib Hukumnya Untuk Dikunjungi

Kota Medan adalah kota terbesar yang ada di Sumatera dan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Walaupun kunjungan turis tak seramai Bali, Yogyakarta maupun Lombok, tapi untuk beberapa tahun terakhir, wisatawan lokal maupun mancanegara terus meningkat pertahunnya di Medan. Hal ini bahkan membuat salah satu maskapai terbesar di Indonesia, yaitu Sriwijaya Air, untuk menambah armadanya di Sumatera pada tahun 2019 nanti.

Medan termasuk kota dengan warga keturunan Tionghoa paling tinggi di Indonesia, tapi walaupun begitu, kota Medan tak hanya mengandalkan atraksi khas warga Tionghoa saja. Medan mempunyai wisata alam lengkap yang terdiri dari danau, gunung, bukit, hutan hingga air terjun. Selain itu, ada juga wisata religi, sejarah dan tentu saja kuliner. Untuk Anda yang bingung mau pergi ke mana selain ke Danau Toba saat berada di Medan, maka penulis akan berikan beberapa tempat yang wajib dikunjungi di kota Medan.

Istana Maimun
 sumber:innagroup.co.id
Istana ini sering sekali disebut-sebut sebagai salah satu istana terindah di Indonesia. Keunikannya datang dari kombinasi unsur Melayu, Islam, India, Spanyol dan Italia yang melebur menjadi satu. Kondisi bangunan serta peninggalan sejarah di Istana Maimun masih tersimpan dan terjaga dengan baik, sehingga para wisatawan bisa bebas menelusuri seluruh istana yang mempunyai luas hingga 2.772 meter persegi dan memiliki sekitar 30 ruangan ini. Oh ya, ada koleksi menarik di sini yang bernama Meriam Puntung—yang konon adalah jelmaan dari Putri Mambang Khayali yang sangat cantik mempesona dari Kerajaan Deli Tua.

Tjong A Fie Mansion
sumber:pinterest.com/azharisofyan
Tjong A Fie Mansion dulunya adalah bangunan rumah milik saudagar Tionghoa paling berpengaruh di kota Medan, yaitu Tjong A Fie. Tapi, pada tahun 2009 silam, rumah ini telah resmi dijadikan sebagai museum dan pengelolaannya dilakukan oleh para keturunan Tjong A Fie. Rumah ini dibangun pada tahun 1895 dan selesai di tahun 1900. Mempunyai ukuran hingga 8.000 meter persegi dan terdapat 35 ruangan di dalamnya.

Masjid Raya Medan
sumber:republika.co.id
Masjid mewah ini mempunyai usia yang tak jauh berbeda dengan Tjong A Fie Mansion, di mana Masjid Raya Medan dibangun pada tahun 1906 dan selesai di tahun 1909. Bangunannya pun sangat unik, dengan bentuk segi delapan dan desain arsitekturnya yang merupakan campuran antara Timur Tengah, Spanyol, serta India. Saat pembangunan Masjid Raya Medan, konon, Tjong A Fie juga ikut menyumbangkan dana untuk masjid ini.

Rahmat International Wildlife Museum Rahmat Gallery
sumber:medantourism.com
Di sini, Anda bisa menyaksikan macam-macam jenis satwa yang sudah diawetkan yang di koleksi bapak rahmad syah. Rahmat International Wildlife Museum Rahmat Gallery merupakan museum satwa pertama yang ada di Asia Tenggara, dengan lebih dari 2.000 koleksi satwa dari berbagai benua ada di sini. Jenis hewan yang diawetkan salah satunya adalah rusa, kambing gunung, harimau bahkan komodo. Hewan yang di awetkan berasala dari hewan yang telah mati yang di temukan dari berbagai belahan dunia.



Penangkaran Buaya Asam Kumbang
sumber:kabarmedan.com
Penangkaran ini menampung hingga 2.700 ekor buaya dengan berbagai macam ukuran. Dari buaya yang baru menetas, hingga buaya sepanjang 5 meter yang berusia 43 tahun. Tempat ini merupakan wisata edukatif karena pengunjung akan diajak untuk mengenal lebih dekat dengan buaya. Jika Anda tertarik, cukup keluarkan uang 35.000 dan Anda bisa ikut memberi makan mereka dengan melemparkan bebek ke kolam penuh dengan buaya.

Ternyata, atraksi wisata di Medan juga banyak yang menarik, bukan? Akhir tahun seperti sekarang merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Medan, apalagi jika Anda berada di luar pulau. Berbagai maskapai penerbangan besar di Indonesia, seperti Garuda, Sriwijaya Air atau Lion Air memberikan berbagai promo menarik untuk menyambut musim liburan, sehingga Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi mengunjungi berbagai atraksi menarik dan tak ada duanya di kota Medan. Horas Medan!

Jumat, 07 Desember 2018

4 Tahun Kerja Kreatif, Kita Indonesia maju! Bersama KOMINFO, Membangun bangsa

Hai Assalamualaikum, apa kabar anak muda hebat Indonesia? 
(Uwwwooooh *dijawab dengan berapi-api)
Kurang keren apalagi Iyah?
Nah, harus gitu dong kalau anak muda Indonesia! Kali ini Iyah hadir di acara Flash Blogging yang diadakan oleh KOMINFO dengan tema 4 tahun Indonesia Kreatif. Acara dimulai dengan ceria dan bahagia di hari Jum'at yang berkah. 

Duh Iyah, emang apa sih yang seru dari acara ini?
Salah satu tantangan buat peserta, nyanyi lagu daerah
Acara ini di bawakan oleh Pak Handoko, Tim Komunikasi Presiden. Pasti keren dong materinya! jadi pak handoko menjabarkan beberapa materi tentang peran anak muda saat ini dalam membangun bangsa. Anak muda kayak Iyah ini dong yang di maksud hihihi

So, cekidot aja ya materinya. *jeng jeeng jreeeeng

Bagaimana Saat Ini Anak Muda Bekerja?

1. Sebagai Relawan
Ini salah satu  Ini adalah orang-orang yang perduli dan membantu orang-orang disekitarnya dengan tenaga dan ilmu yang dimilikinya. Misalnya dengan memberikan penyuluhan ke desa terpencil, membantu pendidikan anak-anak dan termasuk yang baru-baru ini viral tentunya para malaikat tanpa sayap tim relawan yang terjun saat gempa palu donggala dulu.

menjadi relawan berarti kamu turut membantu mencerdaskan masayaraakt yang sbeleumnya belum tersentuh ilmu yang sama kamu dapatkan.  So, apakah ini kamu?









2.Sebagai Content Kreatif
Nah ini dia yang jadi perbincangan anak muda jaman jigeum (sekarang -red: Sunda). Tentunya ini di mulai dengan start-up, apa sih start-up itu? Ini dimana kamu memulai suatu usaha baru namun sekarang lebih di tekankan dengan media digital. Baik aplikasi, e-commerce kayak onlineshop, game, makanan, banyaaaak lagi. Dan ini sudah difasilitasi oleh Kominfo loh!
    Nah, kalau kita gak mulai dari gerbong kereta satu ini, kita bisa ketinggalan :( bukan indonesianya ketinggalan, diri kita yg terti ggal sementara anak muda lainnya yang sudah kreatif mereka sukses dengan turut membangun ekonomi Indonesia!

3.Sebagai Cendikiawan
Nah ini yang sering dibahas, permata Permata bangsa yang tercecer di negara orang huhuhu. Nah saat ini di tahun 2017 dari dana beasiswa 126 triliun menjadi 147 triliun loh! yuhuu, tentu saja kesempatan mendapatkan beasiswa semakin besar. *langsung OTW S2
    Sebagai saintis masa depan, tentu Iyah akan bekerja dalam bidang ini. Iyah gitu loh bakal dapat gelar s.si (sarjana segala ilmu :p) jadi iyah sangat mengapresiasi atas kemajuan bangsa kit ayang mulai konsetrasi di pendidikan.

4. Sebagai Atlit
Siapa yang suka main bulu tangkis? main bola? mainin perasaan dia? eeeh yang terakhir jangan ya hehe. kalau dulu rasanya sedih banget melihat masa depan atlit. ada yang jadi tukang becak, supir angkot di hari tuanya. Miris! tapi sekarang.... atlit pasti sejahtera dong!
Cuplikan slide pak Handoko. Jendi, Perenang disabilitas dari paragames
Kok bisa gitu?

Iya dong, Atlit sekarang kan bisa jadi PNS di kemenpora. Kalau memang emas di kasih negara 1,5 milyar, dapat perak dikasih 500 jt, dapat perunggu dikasih 250 jt. belum lagi kalau sudah raga tak mampu untuk bertanding alias sudah pensiun bakal dapat Jaminan hari tua 20jt per bulan buat yang pernah mendapatkan emas! 

dan sekarang negara sudah 2200 lapangan olahraga agar anak bangsa dapat lebih maksimal berlatih fisiknya. Rakyat sehat, bebas dari aktivitas negatif plus turut membangun negeri. Kurang keren apalagi Indonesia saat ini?

5. Sebagai traveler (eksplorer)
Dora the explorer, tattataraarararara
you sing you lose.
Dora pun sudah bisa ke papua!
Hehe. Akibat tontonan ini jaman dulu, anak milenial sekarang hobinya menjelajah. Duh, tapi kalau menjelajah sekarang apa seenak di peta dora? Ya Alhamdulillahnya, saat ini sudah banyak ya di bangun jalan jalan menuju destinasi wisata sehingga pake highheels juga bisa mendaki gunung. Hiperbolanya begitu. 
     Dan saat ini travelling gak mahal karena harus naik pesawat. Saat ini juga banyak yang bisa di tempuh dengan jalan darat tentu saja berkat kinerja pemerintah membangun jalan-jalan lintas seperti Trans Sumatera dan Trans Papua. Hayo, yang sudah merasakan jalan-jalan ini angkat tangan!

Jadi, kapan kamu ajak Iyah jalan-jalan? Jangan bilang jalanin aja dulu terus *hiks

6. Sebagai Pekerja Biasa
Apakah salah jika setelah lulus hanya menjadi karyawan biasa adalah sebuah dosa? Oh.., tentu tidak! Tanpa teamwork tentu takkan ada perusahaan yang jalan dengan baik. Dengan kamu berdedikasi tinggi di perusahaan, kamu membantu mengurangi pengangguran, kamu juga turut memajukan bangsa dengan mendukung perusahaan tempat kamu bekerja sehingga membantu ekonomi Indonesia. Dan saat ini angka pengangguran sudah berkurang dan hanya 30%

Kamu masih pengangguran? oh waw, masih jaman?

    Jadi teman-teman, Jadilah anak muda yang dapat menjadi salah satu dari 6 point di atas. Dan Pak Handoko menambahkan lagi 3 tips menjadi anak muda yang keren.
1.Kenali dirimu
2.Tetap usaha pada minatmu
3.Evaluasi, apakah usahamu harus terus, dimulai, atau hentikan
Saranghae pak handoko, keren deh Inspirasinya!

Keren banget kan materinya? sayang banget kalau kamu anak medan gak ikut acara hari ini :( dan buat kominfonya makasih banget mendatangkan pemateri kece sehingga anak bangsa dapat terinspirasi

Salam 4 Tahun Kerja Kreatif! see ya sampai tahun depan di acara flash Flash Blogging dari KOMINFO untuk Indonesia yang lebih maju!
Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)