Aku lagi beres-beres file lama, karena hardisk eksternalku udah penuh (lagi). Aku punya yang 500gb dan 2 Tera. Mungkin bagi sebagian orang normal punya data sebanyak itu ya. Tinggal beli eksternal hardisk lagi. Tapi setelah aku iseng cek, banyak file duplikat, dan film juga dari masa lampau. Aku rasa sekarang udah enggak relevan lagi menyimpan file film ya. Jadi sembari aku merapikan file dan menghapusnya, tiba-tiba aku menemukan file film yang enggak tau malah berada di folder dokumen tugas kuliah. Pas aku liat kapan aku menyimpan itu, tahun 2018. Sepertinya ini pasti ada teman yang nitip makanya enggak didalam folder film ku, hahaha. Setelah aku iseng nonton lagi dengan cara di skip-skip gitu supaya inget jalur ceritanya. Ternyata ini cukup seru untuk di review.





Jadi aku mau review film Heavenly Forest (2006) (ただ、君を愛してる, Tada, Kimi o Aishiteru, lit: I Love You, Only) yang diangkat dari novel berjudul  Renai Shashin: Mō Hitotsu no Monogatari (恋愛寫眞 もうひとつの物語, Collage of Our Life - Another Story) yang ditulis oleh Takuji Ichikawa. Aku belum pernah baca novel ini ataupun sinopsisnya. Mari kita nikmati review ini dari filmnya aja. Btw rating di IMDb cukup tinggi loh, 7.4/10.


PROLOG

Film ini dengan  Makoto (diperankan oleh Hiroshi Tamaki) yang pergi ke London setelah mendapatkan surat dari Shizuru (diperankan oleh Aoi Tamaki) untuk menghadiri pameran fotonya. Sebelumnya Shizuru ini hilang kabar selama dua tahun.

Lalu flashback dimulai, Makoto mengingat cerita tentang ia dan Shizuru yang tidak sengaja bertemu di hari pertama mereka masuk kuliah. Pertemuannya terjadi di penyebrangan depan kampus mereka yang cukup ramai. Shizuru mencoba untuk menyebrang lalu Makoto menyapanya dengan memberi tau penyebrangan yang mudah untuk dilewati. Hm, pertemuan yang normal. Karena dari segi fisik si Shizuru ini gak menarik banget lah ceritanya, jadi memang murni selayaknya kita manusia kalau ngeliat ada orang yang lagi kesulitan ya ditolong kalau bisa kita tolong.

Tapi karena itu, si Shizurunya malah jatuh hati sama kebaikan Makoto. Secara intens dia mendekati Makoto meskipun Makoto tidak pernah melihatnya sebagi seorang perempuan.

Makoto ini suka dengan dunia fotografi alam. Dia bahkan punya kamar gelap untuk mencetak fotonya sendiri. Nah karena aku nontonnya di skip-skip barusan, aku ga tau si Shizuru jadi ikutan beli kamera apa karena memang jadi suka fotografi juga atau karena mau menarik perhatian Makoto. Pokoknya mereka jadi sering hunting foto bareng di tempat rahasia mereka.

KONFLIK

Lalu si Makoto dideketin sama Miyuki (diperankan sama Meisa Kuroki), bersama dengan gengnya. Peran Miyuki dan gengnya di film ini tidak terlalu banyak tapi cukup vital.

Makoto itu punya penyakit gatal-gatal gitu yang obatnya dia merasa itu bau. Nah Makoto juga mikir kalau orang-orang disekitarnya pasti nyium bau itu juga. Makanya dia gak nyaman untuk deket-deket sama orang lain apalagi dikeramaian. Kebetulan Shizuru punya sakit turunan karena penyakit genetiknya, dia jadi sinus akut. Makanya meskipun Makoto gak ada perasaan lebih dari temen, dia nyaman didekati Shizuru karena cewek ini memang ga bisa nyium bau apa-apa.

Shizuru tau Makoto ini suka sama Miyuki. Tapi dia gak bisa apa-apa karena memang Makoto tidak menyukai Shizuru sebagai pacar. Jadi Shizuru selalu bilang ia akan segera tumbuh dewasa sampai Makoto terpesona liat badannya. Tentu aja Makoto cuma ketawa.

Sampai suatu hari shizuru kabur dari rumah, lalu Makoto menawarinya untuk tinggal bareng. Makoto ngerasa tinggal sama Shizuru cuma kayak lagi bareng teman biasa aja. Meskipun ia menyadari kebaradaan Shizuru cukup mengisi kehidupannya. Seperti Shizuru memasukkan obat gatal yang hampir ia tinggalkan karena malu kalau tercium saat mau jalan sama Miyuki. bisa masak juga, punya hobi yang sama. Senyaman itu.

KRISIS

Sampai mendekati semester akhir, Miyuki dan gengnya mulai membicarakan karir mereka setelah kuliah, hal ini membuat Makoto memikirkan masa depannya juga dan mencoba mengobrol hal ini dengan Shizuru saat mau tidur. Mereka berpikir ingin menekuni dunia fotografi dan menjadi fotografer profesional. Dan berencana memulai langkahnya dengan mengikuti kompetisi.

Niche foto Makoto dan Shizuru berbeda. Meski awalnya dikenalkan dengan fotografi lanksap oleh Makoto, Shizuru menemukan nichenya sendiri yaitu human interest/ portrait. 

dan untuk kompetisi itu, Shizuru memikirkan konsep pasangan. Ia ingin Makoto dan dirinya foto bersama sambil berciuman. Shizuru bilang, kalau mencium Makoto, dia akan mati dengan bahagia. Dengan alasan sebagai model foto, Makoto menurutinya.

Tapi ternyata, seelah foto itu diambil, keesokan harinya Shizuru menghilang. Pergi dari rumah Makoto. Makoto mencari-carinya, lalu kehujanan, demam, dan ditolong oleh Miyuki dan gengnya.

PENUTUP

Sudah, habis itu dua tahun berlalu dan kembali ke linimasa dimana Makoto pergi ke London. Ternyata yang ngirimin suratnya Shizuru itu Miyuki. Loh kok ada Miyuki? Mereka berdua sempat tinggal bareng selama setengah tahun. Ya.. akhirnya Makoto bisa ngeliat sosok Shizuru yang dewasa itu sih di pameran fotonya. Cuma kayak beberapa jenis cerita jepang yang sering mengangkat tokoh utama dnegan penyakit langka tidak bisa disembuhkan, ya gitulah endingnya.

DETAIL dan FUNFACT

Shizuru ini bilang kalau penyakit yang menurun dari ibunya akan aktif saat mereka jatuh cinta. Ternyata itu karena saat pubertas maka penyakit ini berkembang bersamaan dengan perkembangan tubuh mereka. Itu kenapa si Shizuru memakan obat penunda menstruasi. Dan ketika dia tidak memakan obat itu, dia mulai menujukkan pertumbuhan bentuk badan.

Film ini cantik sekali secara visual untuk tahun 2006. Pantes aja ratingnya tinggi.

Aktivitas fotografi disini masih menggunakan kamera film. Untuk yang mau tau bagaimana kualitas foto cetak jaman dahulu bagus-bagus, atau memang suka dengan dunia fotografi, film ini cukup memberikan rasa tenang dan nyaman.

Tidak ada adegan vulgar atau aktivitas seksual dalam film ini. Kalau dari kata-kata nya sih ada cuma itu malah jadi lucu.

Meskipun subtitlenya membuat kata 'teman' yang merujuk kepada Shizuru, tapi saat aku mendengarkan ucapan Makoto di awal dan di akhir cerita, dia selalu menyebut Kanojo. Memang Kanojo itu dipakai untuk menyebut teman perempuan meski bukan pacar. Tapi level kedekatannya itu teman perempuan yang deket banget, gitu.

Makoto selalu menarasikan bahwa shizuru banyak berbohong kepadanya. Padahal, Makoto juga melakukan hal yang sama. Seperti bilang sudah pernah ciuman padahal belum. Aelah bang, deket sama orang aja dirimu minderrr~

Pemeran Shizuru, di dunia nyata punya website portofolio. Dan itu bener-bener menunjukkan orang yang suka dengan fotografi. Cakep euy. Cek aja webnya dari link di wikipedia.

Burung yang muncul di film ini dikenal sebagai cendrawasihnya jepang. Nama latinnya Terpshipone atrocaudata. Cantik. tapi kalau di dunia burung yang cantik itu jantannya. Jadi yang di film ini burung jantan.

Aku kurang suka soundtracknya. Enggak terlalu memorable.

Btw, untung aku anaknya rada pelupa. Kalau aku inget ada film beginian, bisa-bisa selama kerja dilapangan aku gampang baper. Atau mungkin karena temen ku gaada yang secakep Makoto aja sih. wkwkwk.



Udah, gitu aja reviewnya.