Beberapa waktu yang lalu saat Aku, Lulu dan bang Febri lagi chattingan baca: adu bacot di grup, tiba-tiba bang Febri ngabarin kalau di group volunteer COP (centre of orangutan protection) ngajakin nonton bareng Kingdom of the Planet of the Apes, jam 13.30, hari Sabtu, di Cinepolis, Sun Plaza. Aku bilang sama Lulu, isiin aja namaku. Dasar aku si anak manja. Dan voila, cuma 5 orang terus list ditutup. Eh seriusan nih cuma kami berlima ditambah tim COP? Hmmm... okay.


(Bagian ini boleh di skip aja langsung ke alinea berikutnya kalau kalian mau tau review filmnya doang. Hahahaha)
Tibalah hari ini. Aku udah siapan dari jam 11 karena abis nganter mamaku ke kampus. Awalnya aku mau nelfon Lulu buat jemput dia (sekalian cek hape ku yang masih koma di millenium) dan pergi bareng ke Sun Plaza. Cuma tiba-tiba muncul perasaan ga enak, disusul Lulu deluan nelfon aku bialng kalau dia masih di samsat dan ngajakin gerak setelah dzuhur. Meanwhile kita diminta udah dateng pukul 13.00. aku yang biasanya nyantuy aja kalau telat, kali ini entah kenapa tanrum dan cranky alias rewel. Aku gak jelasin kalau kita bisa sholat dzuhur di mesjid Agung aja. Karena kalau lewatin dzuhur itu juga otomatis masuk jam makan siang. Azan dzuhur 12.24, sholat trus tiba-tiba ada pesanan briket, ada tamu mahasiswa nanya-nanya dan akhirnya sampai selesai makan udah pukul 12.50. Akhirnya aku jalan dengan bete dan setiap kali kena lampu merah bertambahlah emosyen, ditambah lagi aku salah jalan karena lupa udah ada perubahan jalur-jalur satu arah. Akhirnya ketemu lulu 13.25, masuk ke parkiran bareng, naik dari tangga darurat lalu ke eskalator karena lift rame banget. Sepanjang jalan naik ke cinepolis, aku ga berhenti ngomel-ngomel. Nyampe di cinepolis, liat wajah bang Febri menambah rasa bete ku. Astaga, kalau bukan teman-teman yang memang udah terpaksa maklum banget, ku jejelin bayanganku sendiri dari kaca.  Ternyata emang lagi pe em es aja aku nya (sebuah plot twistttt).

Ternyata lumayan rame, kami gak cuma bersepuluh. Dari COP ada Kak Netu yang ngajakin kami, Iqbal, Mas ⁠⁠Eja, Mbak⁠ ⁠⁠Aninnya Mas Eza, Nisa. Dari OUFriends (Volunteer lama) ada Aku, Lulu, Bang Febry, Bang Panji dan Rai. Tapi sama Rai ini aku kayaknya ga sempat tau deh yang mana (dasar aku shombong amat). Terus dari Volunteer Abeli Fest ada⁠ ⁠⁠Farhan, ⁠Reza, ⁠⁠Bela yang nyoba-nyoba ngaku jadi mahasiswa semester 3 padahal ini lagi T.A Genap :),⁠ ⁠⁠Devi, Aulia, ⁠⁠Icha,⁠ ⁠⁠Inka, ⁠Kak Ety dan ⁠Komar.

Review Film Kingdom of the Planet of the Apes (2024)

(Mengandung spoiler)
Film di mulai, dibuka dengan Caesar yang telah mati dan diantarkan oleh para rekan kera besarnya yang lain. salah satu yang mencolok adalah kehadiran Orangutan Jantan. Lulu bertanya padaku,"Kak, itu orangutan sumatera?" Sontak langsung aku balas, "Ssttt, ini enggak dibuat berdasarkan sains Lu, nikmatin aja." Aku pernah nonton film pertama dari rangkaian Planet of the Apes ini dan serius deh aku enggak pernah bayangin kalau hewan itu ada di kehidupan nyata kita, sanking anehnya digambarkan. Menurutku. Jadi untuk kali ini aku mau menikmati CGI nya dulu yang meyakinkan dan jauh lebih baik dari film sebelumnya.

Lalu beratus-ratus tahun kemudian, dibuka dengan adegan Noa, Soona dan Anaya yang merupakan sekelompok remaja dari klan elang. Mereka melakukan penobatan menjadi 'dewasa' dengan mencari telur burung elang lalu ditetaskan agar tercipta bonding. Elang-elang ini dimanfaatkan untuk mencari ikan. Jadi klan ini enggak pernah dekat-dekat sama daerah air, karena udah ada elang yang ngambilin ikannya. Oke nais, aku ga tau apa ikan ini untuk makanan simpanse nya atau untuk burung-burung elang itu karena yang aku tau sangat sedikit sekali persentase kera untuk mengkonsumsi daging, hanya sekitar 2%. Karena hampir rata mereka dominan menjadi Frugivora (pemakan buah).

Terus, ada penyusup. Mereka menyebutnya Echo (Gema), jangan tanya aku kenapa di namain gitu aku juga ga tau. Kalau ada yang bisa kasih insight  kenapa muncul istilah gema ini silahkan di share di komentar ya! nah, gema ini ya... Manusia.

Gara-gara bau manusia satu ini nyampe ke desa Klan Elang, mereka jadi berjaga-jaga di sekitar perbatasan lembah. Eh malah diserang dan dibunuh habis-habisan sama tentara Proximus. Nama proximus ini entah kenapa mengingatkanku sama prosimian alias kelompok lemur-lemuran, hahaha.

Proximus ini tentara dari kerajaan yang katanya meneruskan Caesar. Idih, bawa-bawa nama leluhur padahal enggak kenal dan enggak ngerti juga visi misi leluhurnya. Si Noa, yang jadi tokoh utama di serial film kali ini jatoh dari atas bangunan sarang ketika mencoba menyelamatkan bapaknya saat desa mereka di serang tentara proximus. Terus seluruh klan dibawa ke kerajaan, meninggalkan Noa yang dikira udah is dead.

Noa bangun, kampungnya kosong, terus dia pergi nyari keluarganya dari jejak-jejak yang tersisa. Gokil juga sih, kudanya Noa masih ada. ditengah perjalanan, dia ketemu Raka, orangutan yang masih bawa-bawa buku. Momen ketemu Rakanya ini agak aneh. Raka buat jebakan dengan api di bawahnya enggak tau untuk apa dan siapa. Padahal katanya dia lagi sembunyi plus dia itu suka dengan kebersamaan. Pokoknya peran protagonis gitu.

Btw ya, Raka ini jadi perdebatan antara kami yang nonton. Dia sebenernya cewek apa cowok sih? eh salah, maksudnya jantan atau betina?
Sekilas pengetahuan orangutan~



Tapi aku jadi belajar, ternyata memang ada orangutan jantan yang tidak dominan sehingga engga punya bantalan pipi (cheek pad) dan engga seintrovert orangutan jantan dewasa yang memiliki bantalan pipi. 

Lanjut, jadi si Echo alias Manusia ini ngekorin si Noa. Ke-gap lah sama Raka dan Noa. Kata Raka, Manusia yang ini cuma kelaparan aja. Enggak apa-apa. Akhirnya mereka bawa-bawa tuh Manusia dengan baju modern (tanktop dan celana jeans tapi udah sobek-sobek). Pokoknya Raka ngajarin Noa bahwa banyak hal yang enggak ia ketahui soal dunia ini. Dan cara mengetahuinya, ia harus memahami simbol-simbol. Raka meyakini kalau simbol-simbol itu punya makna besar. 

Oke we got it, buku adalah jendela dunia.

Tiba-tiba mereka ketemu Zebra. Iya Zebra. Kuda bergaris kata Raka. jadi awalnya mereka yang berada di ekosistem hutan (forest), tiba-tiba mereka keluar ke ekosistem savana/sabana. Lalu muncul kelompok manusia dengan baju Tarzan. aneh betul lah pokoknya. Dan Noa Pamit untuk meninggalkan Manusia itu. Kalau Raka mau ngawanin Manusia itu terus ya silahkan. Eh, baru ditinggal bentar, Manusia itu diserang sama kelompok Proximus lagi. Kocar-kacir ga jelas itu kelompok Tarzan. Tapi target Proximus itu emang Manusia yang di'piara' si Raka ini!

Luluh lah hati abang Noa kan, dek. Balik lagi dia. Pas nyari si Manusia yang lagi sembunyi di padang ilalang, tiba-tiba menjerit dia panggil nama Noa. Jadilah target juga si Noa. Hadeeeuh.

Pokoknya selamat lah Noa, Manusia dan Raka. Tenryata nama Manusia itu, Mae. Ga tau deh dari betawi apa cemana. Nama panjangnya Maemunah atau Maesaroh ga tau juga. Pokoknya kenapa dia ga ngomong apa-apa karena ibunya ngelarang dia. Gitu.

Intinya mereka punya tujuan yang sama. Ke kerajaan Proximus. Letaknya di pulau dengan bunker gitu. Jalan masuknya cuma satu. lewat jembatan dengan arus laut yang besar. Yah bisa ketebak kalau jalurnya udah sepi mencekam, voila, mereka kejebak, ketangkep, bak-buk-bak-buk, lalu si Mae sempat di peluk juga tuh ama proximus dari bangsa Gorilla. Normalnya nih ya, lu kalau dipeluk menadadak sama Gorilla, fix minimal satu tulang rusuk lu patah, tjoy. Salaman ama monyet aja susah banget dilepas, apalagi sama Gorilla yang kekuatannya bisa mencapai 20 kalinya keluatan maksimal Manusia -______-

Raka-nya anyut.

Akhirnya Mae dan Noa dibawa ke Kerajaan proximus. Ketemu lagila sama Klan burung elang yang udah diperbudak sama Caesar jadi-jadian. Mereka mau buka pintu Bunker untuk mendapatkan pengetahuan di dalamnya. Sementara, Mae enggak mau hal itu terjadi. Padahal si Mae diambil untuk memberi tambahan pengetahuan bagi kerajaan itu. Ada sih satu manusia lain disitu yang bisa buat senjata listrik sehingga pasukan proximus jadi lebih punya power. Cuma ya.. ada sesuatu lah sampe si manusia yang itu sebentar doang dapat layarnya.

Geng Remaja yang di awal bersatu lagi. Lalu bantu Mae dengan tujuan agar Klan mereka bisa kabur dan kembali pulang. Udah tuh, mereka bisa masuk ke Bunker. Saat Mae sedang melancarkan misinya engambil sesuatu, Noa, Soona dan Anaya menemukan buku bacaan anak-anak. Ga tau kenapa ada ruang kayak TK disitu. Dan mereka menemukan gambar bagaimana jaman dahulu kala Kera-kera diperlakukan. Di taruh dalam kandang dan dijadikan tontonan.

Berhasil lah misi si Mae, terus tinggal lanjutkan misi berikutnya untuk membebaskan Klan Elang. Enggak tau siapa yang membocorkan, saat bunker dibuka, semua simpanse udah ready di depan situ termasuk si Raja. Debat-debat-debat, akhirnya si Mae ngeluarin senjata api dan ngelanjutin rencana awal tanpa memperdulikan kesiapan klan Elang. Dah hancur kan, masuklah semua air laut ke dalam bunker itu. Semua simpanse menyelamatkan diri ke atas. Kirain udah abis sampe mereka semua selamat. Eh ada adegan bak-buk-bak-buk nya lagi.

Akhirnya kekuatan simpanse dari klan Elang yang enggak diketahui sama si Raja malah menjadi kunci kemenangan mereka. 

Udah deh, balik dan bangun desa lagi, Terus tiba-tiba Mae muncul buat pamitan dan melanjutkan misinya lagi.

Tentu saja akhir menggantung untuk di buat lanjutannya lagi khas holiwud. Kira-kira Fast&Furious 11 tayang kapan, ya? wkwk becanda. Cuma aku lebih ngikutin F&F dibanding Planet of the Apes.

Udah gitu aja. 

Reaction setelah menonton Film Kingdom of the Planet of the Apes (2024)


Aku tidur hampir setengah film (Febry, 28)

Setengah tidur, bingung, tapi dijelasin bang Iqbal (Aulia)

Kita banyak dapat pesan dari film ini ya, seperti awalnya di Noa yang tidak percaya diri (Devi, 25)

Kok tiba-tiba ada zebra? kenapa harus zebra? (Bang Rai, kenapa zebra?)

Bagus, cuma kurang nyambung aja. Mungkin memang harus nonton sequelnya (Istrinya Bang Rai)

Durasinya lumayan panjang, jadi punya ekspektasi tinggi tentang ceritanya. Tiba-tiba udah ending aja, loh kok gitu? (Kak Ety)

Huu...haaa....huuuuuuu~ ha.... (Komar, calon Klan Elang)

Ini filmnya kok kayak, datar aja ya? Gimana kalau kita buat nobar sequelnya yang lain? (Kak Inka)

Memanjakan mata visualnya ya. Udah gitu aja (Mba Anin, Anak Film, udah paling pas denger reaksinya)

Aku melihat banyak konspirasi ya, kenapa ga bla..bla..bla (Iyah, ga ngerti film tapi orang biologi)

Aku ngantuk nontonnya. Tapi masih nyambung sih. Kita cerita apa tadi? (Farhan, Nonton kok)

Ini sesuai dengan konflik manusia dan satwa saat ini ya, jadi itu masih jadi pertanyaan kita apakah sebenarnya kita bisa hidup berdampingan atau tidak dengan satwa? (Mas Eja, penutup yang bagus)

..... (Kak Netu, Sebagai host dipaksa menutup)
Rate rata-rata dari teman-teman 
Kingdom of the Planet of the Apes (2024) 3,5/5