Selasa, 25 Agustus 2015

Review Perjalanan Ke Gunung Sibuaten/Sibuatan Sumatera Utara

Review Perjalanan Ke Gunung Sibuaten/Sibuatan Sumatera Utara - Gunung Sibuatan yang acapkali disebut juga Gunung Sibuaten diklaim sebagai puncak tertinggi di sumatera utara dengan ketinggian 2745 Mdpl. Terletak kabupaten dairi. Bila kita orang Medan, perjalanan ke kaki gunung ini dapat memakai waktu ±3 Jam dengan sepeda motor dan saat jalanan lancar melewati kabanjahe.

Gunung Sibuatan, Sibuaten, puncak tertinggi sumatera utara
Lokasi Gunung Sibuatan atau Gunung Sibuaten menurut google maps

Sebelum naik ke gunung, kita di wajibkan untuk menuju pos registrasi yang terletak pinggir jalan besar tak jauh dari jalan kecil menuju kaki gunung. Di pos registrasi mereka akan mencatat nama-nama pendaki yang di tim kita, waktu kedatangan serta perjanjian waktu kepulangan. Bagi yang seluruh anggota timnya belum pernah naik gunung (Catat: pengalaman mendaki gunung sibayak tidak dihitung) dalam jangka setahun terakhir diharapkan untuk menyewa Ranger/Guide dari mereka. Setelah itu, satu orang yang menjadi Leader diminta untuk meninggalkan KTP di pos registrasi. Tak lupa pula, nomer handphone yang dicatat dari provider Telkomsel.

Biaya registrasi : Rp. 10,000/orang
Biaya Parkir : Sepeda motor Rp. 10,000/unit
Mobil Rp. 20,000/unit

Pendakian malam hari tidak diberlakukan di Sibuatan. Pendakian dimulai dari jam 6 pagi dan turun sebelum pukul 6 sore di hari yang dijanjikan. Para pendaki Pro bisa menembus waktu 6 jam untuk sampai puncak, stkitart 8 jam dan paling lama 10 jam. Namun ada juga yang 11 jam Baca: Pengalaman Naik Gunung Beneran Bagian 2

Apabila kita sampai pada sore hari, kita bisa nge-camp di kaki gunung sibuatan yang letaknya sekitar 10 menit dengan sepeda motor dan 30 menit berjalan kaki. Bisa juga tidak perlu membuka tenda dengan menginap di pos registrasi bila belum penuh.

Pagi harinya sebelum mendaki, kita diwajibkan untuk melapor lagi di pos kaki gunung untuk mengecek seluruh bawaan yang berpotensi menimbulkan sampah. Salut dengan komunitas GEMPARI yang sangat menjaga kebersihan Sibuatan. Cara pengecekannya, mereka kembali mencatat nama Leader dan seluruh anggota team serta meninggalkan 1 KTP lagi milik salah satu anggota tim. Setelah itu mereka akan mencatat berapa jumlah botol air mineral yang dibawa, bungkus mie instan, plastik jajanan dengan seksama. Dan saat turun nanti akan kembali di cek. Tidak boleh kurang sedikitpun termasuk tutup botol air mineral dan bumbu dari mie instan. Membawa sampah berlebih? Sangat dianjurkan.

Di kaki gunung adalah sumber air terakhir. Sehingga sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air disini. Baca Tips dan Daftar Logistik/Makanan dan Minuman untuk Pendaki Gunung

Pendakian pun sudah bisa dimulai dari Pintu Rimba. Setelahnya akan ada 5 shelter yang harus kita lewati sebelum sampai ke Pilar (tugu penanda puncak tertinggi). Memasuki Pintu Rimba kita masih di sambut dengan jalanan setapak yang di kelilingi pohon karet. Kontur tanahnya padat dan relatif datar walaupun terasa mendaki. Bagi yang belum terbiasa akan mengalami drop di 45 menit pertama. Baca: Pengalaman Naik Gunung Beneran Bagian 1

Perjalan normal dengan istirahat secukupnya akan membawa kita 1,5 jam kemudian ke Shelter 1. Perjalanan dari shelter 1 menuju shelter 2 sudah melewati akar-akar besar. Jalanan miring ke atas sekitar 30-45 derajat terus kita dapatkan. Pemandangannya disana sangat indah, hutan lumut mereka menyebutnya. Rasa lembab dan mata yang sejuk karena warna hijau membuat nyaman perjalanan menuju shelter 2. Tak jauh beda waktunya dengan Shelter 1 tadi. Kita sudah mencapai Shelter 2 . dan di mulailah perjalanan terpanjang antar shelter yaitu shelter 2 ke shelter 3.

Perjalanan ke shelter 3 mulai banyak mendaki dan juga ada jalanan menurun. Bila kita datang ke sibuatan di musim hujan, maka lumpur yang sangat menggangu akan kita jumpai di perjalanan menuju shelter 3 ini. Berbagai jenis pohon rimba dan banyak kantong semar berbagai warna bergelantungan. Indah sekali.

Sekitar 2-3 jam kita sampai ke shelter 3. Perjalanan dilanjut ke shelter 4 yang di kenal sebagai trayek paling sulit. Tanaman pandan yang besar-besar dan berduri tumbuh subur disana. Kita sulit menemukan pegangan karena hampir semua batang di sana berduri kecil-kecil. Banyak yang bilang perjalanan ke shelter 4 lebih jauh dari ke shelter 3. Kenyataannya tidak, karena trayeknya yang sulit membuat kita cepat lelah. Mendaki dengan menggapai dahan-dahan sekitar 70 derajat. Tak tinggi memang, tapi banyak.

Dari shelter 4 ke shelter 5 cukup mudah bila bukan musim penghujan. Jaraknya lebih dekat. Tanda-tanda shelter 5 sudah dekat dengan kamu menemukan daerah yang luas dihiasi tanaman perdu setinggi betis. Hanya sekitar 10 menit kita akan sampai di shelter 5. Disini kamu bisa nge-camp. Bisa juga lanjut nge-camp di pilar yang hanya 30 menit dari shelter 5. Namun pemandangan yang di dapat saat pagi hari membuka tenda akan berbeda.

Oh iya, puncak sibuatan lebih dingin dari puncak sibayak Baca : Perlengkapan Wajib Saat naik Gunung. Dari atas sibuatan kamu sudah bisa melihat awan dari atas awan. Danau toba juga terlihat jelas secara keseluruhan. Sunrise nya juga sangat indah. Subhanallah...

Gunung sibuatan sibuaten sunrise pendakian mendaki traveler
foto sunrise dari shelter 5. By: iniyuha.blogspot.com

Sekian Review Perjalanan Ke Gunung Sibuaten/Sibuatan Sumatera Utara yang bisa iyah berikan. Proses turun ya tinggal turun aja hihi. Jangan lupa sampah di bawa lagi turun tanpa kurang satupun kalau ga mau denda dan dihukum saat sudah lelah turun gunung. Dan jangan telat turunnya kalau ga mau kena denda lagi karena Ranger harus naik untuk mencari kamu.

Gimana? Berani naik Gunung Sibuatan? Kalau Iyah sih pengen naik lagi pas bukan musim penghujan. semoga bermanfaat tulisan iyah ini ya Review Perjalanan Ke Gunung Sibuaten/Sibuatan Sumatera Utara

10 komentar:

  1. wah enak seklai ya mbak jalan-jalannya, salam kenal ya sesama orang Medan #Horas

    BalasHapus
  2. Ku belum pernah pergi mendaki gunung. Banyak sih teman-teman yang pergi mendaki. Tapi aku gak pernah di ajakin :3
    Tertarik banget padahal nyobain hal baru seperti mendaki gunung ini. Tapi ya apa daya... gak ada teman yang ngajakin buat mendaki :"D
    Btw sunrisenya keren :D

    Kunjungin balik ya Iyah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah ajak mendaki bareng mau gak? *modus

      Hapus
  3. Mendaki gunung begini kayaknya bakal sulit buat akyu deh... sesak napas kalau udara tipis... huufft *inget waktu ke Bromo*
    Mungkin faktor U juga kali yaaa... hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pake helikopter kak biar ga usah ndaki. langsung tujuan puncak XD

      Hapus
  4. Kek gini baru mendaki ya iyah, bukan sekedar jalan2 sore :P
    View dari atasnya cakep ya :)

    BalasHapus
  5. Bwt tahun baru bsk ada rencana nanjak gak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, niatnya sih mau ke pusuk buhit :D

      Hapus
  6. Triple S sumatra.. gak kalah dengan Triple S di Jawa... Salam Lestari

    BalasHapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers