Minggu, 29 Juni 2014

What the best solution?

Urusan ini belum selesai juga rupanya. inginnya ini semua menguap begitu saja tanpa ada penyelesaian. lupakan lalu masing-masing menghilang.
kalau sudah menyangkut urusan hati memang tak mudah seperti melupakan nilai ulangan yang hancur atau ketahuan mecahin jendela tetangga dan dimarahin si empunya rumah. karena urusan hati ini tak terlihat seberapa besar kecilnya masalah itu. kalau  masalah kaca yang pecah kelihatan kerusakannya dan masing-mmasing pihak tau harus melakukan apa. tapi masalah hati tak ada yang mampu menyelami hati yang lain. yang satu berpikir si dia tak acuh dengan masalah ini sementara dirinya sendiri di pusingkan dengan perasaan tidak enak. berlaku sebaliknya pada si dia.
cinta, berbagi hati , memberi hati, tangan

entah kapan masalah ini mulai berakar. mana pernah terpikir seorang anak yang holic dengan dunia romantika di dalam novel bahwa tak semuanya akan berakhir indah seperti kisah dongeng putri tidur. dasar anak Lunatic.

Dia tahu bagaimana cara memulai sebuah permualaan dalam novel. dan dia memulainya dalam moment yang tepat. tapi sampai sekarang ia tak tahu bagaimana harus mengakhirinya.



urusannya ini terus berbuntut panjang dan terputus-putus. acuh tak acuh satu sama lain namun di saat yang lain mulai melupakan dia malah kembali. begitu sebaliknya selama 3 tahun ini.

sebenarnya ada dua cara mengakhiri ini semua. ikuti ending  novel nya. dan taraa. semua akan berakhir bahagia. sepertinya. karena kita tak pernah tau apa masalah apa yang berikutnya terjadi pada pasangan yang di gambarkan berkahir berbahgia itu.

cara kedua adalah menentukan ending sendiri dengan cara membicarakan dan meninggalkan perasaan itu secara baik-baik sehingga satu sama lain tidak tersimpan rasa penasaran.

tapi. manusia Lunatic ini punya perasaan juga rupanya.ia selalu tak siap untuk menyelesaikan ending kedua yang telah di rencanakannya. ia belum menemukan moment yang tepat. dan saat ia tak mood  untuk membicarakan masalah itu manusia yang mengganggu perasaan itu datang untuk menyelesaikan masalah itu.

Siapapun tak mau semua ini berakhir sebagai permusuhan. ia tau ia salah karena memulai saling membenci dan menghindari satu sama lain untuk melupakan masalah itu. tapi ia hanya memulai masalah baru. mulai dari memblok twitternya. bukannya menyelesaikan, itu malah memicu emosi di kedua pihak. di balas dengan menghapus pertemanan dari facebook dan menghapus nomor manusia Lunatic  dari kontak handphonenya. di tambah dia menjalin hubungan dengan orang lain untuk melupakan si manusia Lunatic. tapi ternyata dia pun tak bisa menyelesaikan masalah itu. karena dia malah menceritakan tentang manusia Lunatic kepada kekasihnya. sungguh bodoh.

dan semua emosi itu mengalir dengan derasnya karena sang kekasih ikut campur dalam memperkeruh masalah yang belum terselesaikan. akhirnya dia menyerah dan malah putus dengan kekasihnya. alasannya mengencani kekasihnya dulu untuk merubah sikap kekasihnya, entahlah jika itu benar atau hanya sebuah pelarian.

sekarang bagaimana? saling meminta maaf apakah cukup? aku pikir cukup selama tak ada bahasa bertele-tele dalam permintaan maaf tersebut. akupun merasa bersalah. semua ini terasa begitu complicated. dan tak ada ruang untuk meminta solusi.

aku harap Ramadhan ini kita dapat saling berbesar hati dan memaafkan. jika bertemu lagi entah dimana usai perpisahan kita di bangku sekolah. aku harap kita bisa saling terseyum lebar dan tertawa bersama. mengobrol banyak hal tanpa ada kecanggungan di dalamnya. lupakan saja semua perasaan itu. tidak ada akhirnya jika terus mempermasalahkan itu.

Semoga.

0 Responses:

Posting Komentar

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers