Minggu, 29 Juni 2014

UPAH-UPAH

Ayam Upah-Upah
Hallow Gaes, mumpung lagi Ramadhan mari kita membicarakan makanan. huehehe. Kali ini iyah mau cerita salah satu tradisi di Sumatera Utara yakni UPAH-UPAH.

Setelah lulus SNMPTN yang lalu, Iyah dan sepupu Iyah (yang lulus juga) di upah-upah di rumah nenek di siantar. Upah-upah ini sudah menjadi ritual wajib bila ada keluarga yang menikah,pindah rumah,dapat musibah, dan lulus universitas negeri. Dan tujuan dari upah-upah ini untuk menyuntikkan semangat baru dan dorongan dari keluarga untuk menjadi insan yang lebih baik lagi. 

sejak pertama kali abang sepupu tertua di upah-upah, iyah sudah bertekad iyah harus masuk Universitas negeri supaya di upah-upah sama Nenek. dan beberapa tahun terakhir kesehatan nenek semakin menurun. saking penegnya di upah-upah sama nenek, Iyah sampe mimpi sebelum UN waktu itu kalo nenek tiba-tiba sehat dan bisa ngobrol-ngobrol lagi. huft,sampe kebawa mimpi gitu -___-


sebenarnya dulu iyah sudah pernah di upah-upah pas masuk olimpiade ketika SD Dan sebelumnya juga pas ulang tahun ke 17. tapi tetep aja gak afdol rasanya karena iyah harus di upah-upah karena masuk universitas dan harus ada nenek yang ngupah-upahnya. deu.

kalau jelasin asal-usul tradisi ini iyah juga kurang tau sejarahnya. pokoknya pertama kali iyah liat upah-upah pas tulang(paman) iyah menikah.

Jadi kalo tulisan iyah ini ga sesuai dengan adat yang sebenarnya ya mohon maaf...

Pertama harus ada Upah-Upahnya yang berupa ayam bakar utuh tidak boleh dipotong. ayam itu di letakkan di atas Nasi putih. di sebelah kepala ayamnya di taruh telur ayam rebus yang utuh juga serta ada garam dan jahe di kanan kiri kepala ayam yang di letakkan di dalam lepitan daun pisang. terus di tutup deh pakai ujung daun pisang yang tidak boleh koyak.

Tradisi, upah-upah, batak toba

Setelah itu Iyah dan kak Yafi yang mau di upah-upah duduk di depan ayam masing-masing. di mulai dengan doa dan nasehat-nasehat dari orang tua masing-masing dan yang paling di tunggu adalah suara dari Nenek. Yah, walaupun suara beliau sudah tidak sejelas dulu tapi mendengar suara beliau rasanya senaaang sekali.

biasanya pesan yang di sampaikan tak jauh berbeda dari upah-upah sebelum-sebelumnya.

Anakku, di depan kalian ini ada Ayam. Ayam adalah hewan yang selalu bangun pagi dan berusaha keras mencari rezekinnya sejak subuh. begitulah kalian,selalu bagun pagi dan bersemangat mengais rezeki..
Anakku,di situ juga ada telur... telur itu luarnya putih dan dalamnya berisi inti bewarna kuning. begitulah hati kalian ini.. suci bersih seputih telur ayam ini. di dalamnya ada kuning yang berarti emas. emas itu logam yang paling mulia. begitulah mulianya hati kalian..
Anakku,di sana ada garam dan jahe. tanpa garam makanan itu tidak enak. tanpa garam rasanya hambar. padahal garam itu murah,tapi di cari oleh semua orang. begitulah nanti kalian di masyarakat. kalau kalian tidak ada orang akan mencari kalian. jahe, jahe itu rasanya getir. begitu pula kehidupan ini nak,tidak selamanya manis. ada juga getirnya.
Anakku,di bawah ayam ada nasi. nasi itu sumber tenaga. jangan sampai kalian tidak bertenaga dalam menghadapi hidup ini. sesibuk apapun kalian jangan lupakan mengisi tenaga..

Itulah pesan yang selalu Iyah dengar dari upah-upah ke upah-upah berikutnya. walau begitu selalu sukses bikin mewek.

setelah itu daun pisang yang menutupi ayam di buka dengan cara di gulung perlahan oleh amangboru dari yang di upah-upah. lalu piringnya diangakat oleh ayah masing-masing dengan mengucapkan Umpasa batak yang memberi semangat. Tondi namanya.

Pir ma tondi madinginHoras tondi matoguMamora hamu madinginLeleng ma hamu mangoluTampulan sibagandingDiatas na pangiringanTugabenama hamu saluhutnaTondi muna sai masipairing-iringan 
 setelah itu pirinya di putar-putar di atas kepala dan semua rame-rame semua bilang
Sada dua tolu , opat lima onom pitu, sudut soada mara HORASS !!
Tradisi, upah-upah, batak toba


 baru deh habis itu ayamnya harus kami makan sesuap aja. nanti abis acara baru di gasak habis rame-rame.
Tradisi, upah-upah, batak toba
"ha,ha,itu ambil nasi garam sama jahenya,jangan ayamnya aja. seuap itu kelen rasakan semua, telurnya jangan lupa"
Tulang Go ayahnya ka yafi ngingetin.

Tradisi, upah-upah, batak toba

Di tutuplah acara dengan doa.

setelah itu baru deh semua sepupu menghabisi ayam itu sama-sama. dan ayam tambahan di keluarkan juga. kalo kata Bang ua (sepupu tertua) "Hah,Kelen abiskan semua ini di situ petuahny, biar lulus di negeri kelen kayak kami ini. makan!makan!"
biasanya yang di upah-upah dapat jatah ayam paling dikit. ck.

oh iya acara upah-upah ga boleh di atas jam 12. itu iyah belum tau kenapa. pokoknya kalo lewat jamnya Nenek marah dan lebih bagus upah-upahnya dilaksanakan esok harinya.

Btw,dari sepupu tertua sampe ke iyah kami semua di universitas negeri. kalo yang cowok ga ada yang di sumatera utara,yang cowok kelempar-lempar di beda-beda kota. sedangkan yang cewek semua di USU. Mamak iyah pun sedang menyelesaikan S2 di usu juga. rame-rame deh. wkwk

3 komentar:

  1. kak bisa minta kontak nya enggak? kebetulan skripsi saya mengambil judul mengenai tradisi upah- upah ini saya ingin bertanya lebh dalam mengenai tradisi ini

    BalasHapus
  2. kak bisa minta kontak nya enggak? kebetulan skripsi saya mengambil judul mengenai tradisi upah- upah ini saya ingin bertanya lebh dalam mengenai tradisi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan, social media saya aktif semua kok mbak :) email juga bisa di ardhinamahdiyyah[@]gmail.com

      Hapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers