Ketika si Kutu Buku Muak Membaca

Mungkin bukan terakhir kalinya aku mengeluh atas setiap kejenuhan yang ku hadapi. Caranya ya begini, dengan menulis. Acapkali aku akan berbicara dengan oranglain jika merasa memiliki masalah. Hanya saja, akhir-akhir ini aku khawatir jika itu akan menyita waktu dia atau bahkan mungkin ceritaku bisa jadi menambah beban atau menambah kesulitannya. 

Hanya bercerita, diyah. Kau tidak sedang merenggut nyawa seseorang.

Se overthinking itu.


Soal membaca, mungkin banyak yang tau bahwa aku suka membaca buku. Dari sejak kecil, ketika sepupuku yang lain membawa mainan saat berkumpul di kampung halaman. aku memilih untuk membawa novel anak-anak yang menjadi favoritku meski aku berulang kali telah membacanya. Kesukaan ku tak hanya membaca novel, aku membaca setiap jenis buku. Semuanya menarik, semuanya membuatku berimajinasi dengan sebebas-bebasnya. Hanya saja, aku bukan tipe penghafal. Jadi kalau kau tanya detail sebuah buku, manalah aku tau. Kalau kau suruh ceritakan ulang, wah dengan senang hati aku akan menceritakan garis besar cerita buku itu kepadamu.

Sampai-sampai, ilustrasi yang dibuat abang sepupuku saat menggambarkan diriku adalah seorang anak berkepang dua dengan memegang buu dan di kanan kirinya ada buku-buku tertumpuk. Ilustrasi itu enggak salah. Sampai SMA, setiap jam istirahat aku akan ke perpustakaan untuk membaca buku.

Buku pelajaran aku baca? Ya, aku membaca dari awal samapi akhir jika ada yang menarik dari buku itu. seperti buku bahasa indonesia yang banyak syair-syair didalamnya, buku IPS yang banyak menceritakan sejarah yang membosankan. Selama buku itu ada tulisan berbentuk kalimat, akan aku baca. Karena itu aku tidak suka matematika.

Sampai akhirnya aku kuliah, aku menemukan jenis bacaan yang sebelumnya aku engga pernah baca. 

Jurnal. 

Kok bisa selama SMA gak pernah baca jurnal? Bisa. Karena aku ga pernah ikut lomba artikel ilmiah saat itu. Aku ikutnya lomba pidato, puisi dan kegiatan jurnalistik SMA.

Entah kenapa pertemuan pertamaku dengan jurnal ini sepertinya tidak baik. Aku tidak diberi waktu untuk membaca sampai habis dan merangkum isi tulisan itu. Untuk membuat laporan, dengan bantuan tools di ms. word dan google, aku bisa menemukan kata kunci yang langsung mengarah kepada kalimat yang dibutuhkan sebagai penunjang pernyataan ku dalam laporan praktikum.

Aku tidak memahami asal muasal, esensi dan prosedur kenapa dan mengapa yang ada di dalam jurnal tersebut.

Sewaktu skripsian, aku melakukan metode yang sama. Sisanya yang lain aku memakai buku. Padahal, sulit sekali menemukan buku yang up to date terkait dengan dunia sains. Kalau ingin melihat perkembangan sains yang cepat di masa kini, bacalah jurnal.

Belum lagi aku menemukan celah untuk menyukai si jurnal ini, aku dihadapkan dengan situasi dimana membaca, merangkum jurnal adalah hal yang wajib, terlebih lagi jurnal yang di rekomendasikan dalam bahasa inggris. 

Tidak, aku tidak takut dengan bahasa inggris. Hanya saja, ketika aku menjumpai jenis kata seperti idiom, aku langsung sakit kepala. Harusnya aku menanggapinya dengan santai saja bukan?

Aku merasa harus belajar dengan cepat agar studiku berjalan lancar. Teman-teman menyarankanku untuk mendengarkan video saja agar lebih cepat menangkap pelajaran. Hahaha, nonton drakor saja aku tertidur-tidur, apalagi mendengarkan materi yang aku belum paham betul. Membosankan.

Jadi sekarang aku mencoba untuk lebih banyak berdiskusi dengan senior-senior dengan meyakinkan diri bahwa aku tidak sedang menyita waktu mereka. Kalau ada hal yang aku ga tau, senior ini akan menyuruhku "Baca Med. Baca jurnal biar pernyataan mu berdasar. Jangan asal jawab dari apa yang kau liat di artikel atau bahkan dari postingan sosial media."

Aku tercengang saat itu.

Membaca aja gak cukup ternyata.

Kali ini, aku harus lebih berdamai dengan diriku. Kepalaku sakit, sakitlah, perutku mual, mual lah. dari pada aku harus menelan pahitnya kebodohan hanya karena aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.

Aku gak benar-benar muak membaca, hanya saja ada waktu dimana aku membaca dan tidak paham apa yang dimaksud didalamnya. itu membuatku kesal.

Sekian tulisanku kali ini, kalau ada yang membaca tanpa di skip, artinya minat bacanya masih bagus. dan jangan bosan membaca ya. Percayalah, menonton video akan memiliki efek yang berbeda dengan kesabaran dalam memahami bacaan.

See ya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Your word can change the world! you can be left a comment on my post :)