Melirik Kembali Wisata Puncak Sibayak

by - Rabu, Februari 05, 2020

Disuruh liburan. Ke sibayak yuk!
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
 Melirik Kembali Wisata Puncak Sibayak

Yaudah yuk.

Segampang itu keputusan kami untuk berangkat. Soalnya pucak sibayak memang segampang itu untuk di akses. Istilah untuk yang sudah terbiasa mendaki, sibayak adalah jalan-jalan sore. Setelah dulu 2015 aku mendaki sibuatan, bayangan ku sibayak di tahun ini setelah campaign-campaign cinta alam maka akan lebih bersih, asri dan nyaman untuk dipandang.

Awalnya kami berencana berangkat sore hari mengendarai sepeda motor. Karena beberapa hal jadilah kami putuskan untuk berangkat sabtu pagi. Tapi, kalau sabtu pagi aku gak diizinkan bawa sepeda motor. Haduh. Yasudah naik angkutan umum saja.

Angkutan umum kesana bisa naik bus sutra sampai ke berastagi. Harganya hanya 10.000 dari simpang pos medan. Dan berikutnya kita bisa naik angkot yang mengantar ke kaki sibayak. Ah, kalau mau lebih menantang, jalan kaki saja sampai kaki sibayak. Hitung-hitung napak tilas kan. Hehehe.

Dan well, rencana hanya rencana. Kami diantar sampai kaki sibayak wkwk. O iya, kami dari jalur wisata ya. Gak mau capek banget soalnya :p (Naik gunung macem apa gak mau capek?!)

Kami berempat pun membayar biaya retribusi 10.000 perorang. Tidak ada pemeriksaan, meninggalkan KTP dll. Bebas. Sebebas itu. Setelah membayar Retribusi, kami pun berdoa agar diberi keselamatan sampai turun nanti. Meski ini ‘hanya’ sibayak, jangan pernah sekalipun meremehkan alam. 
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Tiket masuk perorang

Pendakian dimulai di jalan aspal. Betapa irinya hati melihat yang bawa motor sampai ke atas. Maksudnya sampai ke jalur pendakian. Kalau dari kaki gunung, kita naik keatas dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan naik sepeda motor Syuung~ 10 menit aja nyampe. 
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Bengep saat baru start awal.
Sehabis jalan aspal, kita akan menemukan tempat campground. Biasanya orang akan ngecamp disana dan paginya mendaki lagi. Disana ada banyak warung, tempat parkir dan Mushola yang kuncinya harus diminta ketika akan sholat. Cape deh. 

Diatas, kita tidak akan di mintai lagi biaya lainnya kecuali yang mau nitip sepeda motornya.

Setelah Sholat, kami pun mulai berjalan ke atas. Eh mendaki maksudnya. Karena sudah lama, terasa juga ngos-ngosan. Btw, karena kami berencana ngecamp diatas, kami berempat membawa ta scarier. Bagian alat masak di aku, logistik makanan di kak khai, baju dan printilan lainnya di tambak, dan tenda plus air minum di bang Azum. Alamak, sepanjang perjalanan kami melihat tidak ada perempuan yang membawa carrier. Rata-rata hanya yang laki-laki membawa beban sementara perempuan melenggang dengan sebotol air minum kecil. Seperti rerata pendaki, masing-masing selalu menyemangati. “Sikit lagi kak!” begitu. Ah bullshit, pikir kami yang sudah terbiasa tertipu dengan kalimat penyemangat itu.
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Setengah perjalanan
Eh, ternyata benar saja. Baru kami merasa nyaman dalam mengatur nafas dan merasa lebih fit untuk naik beegh, udah sampai saja. Kayaknya kami baru jalan satu jam deh. Itu pun udah dnegan banyak berenti menikamti pemandangan alam dari yang maha kuasa. Pemandangan sepanjang jalan emang worth it banget sih.

Sampai di kawah (belum dipuncak) kami mencari lokasi untuk pasang tenda. Sebenarnya aku ingin sekalian aja mendirikan tenda di puncak. Tapi itu terlalu riskan. Dan lagipula akan mengganggu orang-orang yang ingin melihat pucak bukan?

Tambak dan bang Azum mendirikan tenda sementara Aku dank an Khai susah payah menghidupkan briket. Briket arang buatan ibuku sedang daam uji coba dan nekatnya aku mempertaruhkan ini diatas sibayak XD mana parafin lupa bawa lagi. Baiklah, akhirnya briket yang berembun itu bisa menyala. Setelah nyala rasanya enak sekali. Kami memasak nasi dan paling parah kami mencoba eksperimen untuk langsung merebus popmie hehehe.

Menunggu itu masak, kami pun beranjak untuk melihat matahari terbenam. Sayang, kabut. Gambar yang kami dapatkan tidak terlalu bagus. 
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Sunset tertutup kabut

Malam menjelang, bersyukur kami di daerah kawah sehingga bisa ambil air wudhu dari aliran mata air yang bercampur belerang. Eh boleh ga sih wudhu pake air belerang?
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Sholat isya
Kami pun menyantap popmie hasil eksperimen. Syukurlah sampai kami turun tidak ada keluhan yang sakit perut :p setelahnya kami membuat jagung bakar dan menyantap cemilan. 
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Bakar jagung manis, cuma pake mentega XD
Saling berbagi cerita, menatap bintang-bintang, menertawakan hidup dan tak ada tangis yang terjatuh. Lepas, bebas, se lega itu. Seolah kawah menelan seluruh duka didalamnya.
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Dapur bisa untuk satu ingu diatas gunung XD
Sebelumnya ada accindent tenda, tapi gak apa. Jam 11 malam kami beranjak tidur. Karen kami ingin menikmati sunrise. Gak boleh begadang!

Menanti mata mengatup, masih ada obrolan-obral dan tawa kecil menghiasi tenda kami. Dan dasar aku anaknya moloran, bentar aja aku tidur dong. Tiba-tiba jam 2 pagi…

Aku gelisah dan sesak nafas parah. Kayak di bekep. Kan khai dan tambak bangun, lebih tepatnya ternyata mereka belum bisa tidur. Akhirnya setelah agak tenang sedikit, aku pelan-pelan kembali mecoba tidur, begitu pula dengan kak khai dan tambak. Aku kembali lelap, kami semua lelap tapi tetap merasakan bahwa kilat menyambar-nyambar dan angin cukup kencang menerjang tenda. Syukurlah kami tiak apa-apa sampai alarm berbunyi jam 5 pagi.

Bang Azum dan Kak khai bergantian sholat shubuh. Meski kak Khai dan tambak mengeluh karena merasa bahwa mereka baru saja terlelap. Kasihan. Aku yang paling pulas sih memang. Ntahlah abang kami itu pulas juga tau enggak wkwk.

Pendakian menuju puncak dimulai kembali untuk melihat sunrise. Kami sampai di puncak jam setengah 7. Kabut tebal menyambut kami. Sedikit sedih rasanya. Tapi kami bisa melihat matahari yang beranjak naik setengah 8. Huuu serunya! Bahkan kami tidak ada yang sempat merekam sangking takjubnya. 
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Sunrise ditengah kabut
Setelah melihat matahari terbit, tentunya kami foto-foto dan buat video doong. Ntar kalian liat aja videonya di youtube aku yah!
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
seperti negeri diatas awan~
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Moto pake geotag biar keliatan ketinggiannya.
Pukul 11 kami turun untuk menyiapkan sarapan yang kesiangan. Kami hanya sarapan snack-snack dulu saat diatas puncak. Kembali setengah mati menyalakan briket yang berembun dan setelahnya sarapan kesiangan. Beberberes tenda, kami pun beranjak turun.

Turun sampai ke camping ground kami sama sekali tidak ada istirahat! 15 menit saja sudah sampai… andai begitu juga pas naik hehe.

Di camp ground kami sholat dzuhur dulu dan mengisi amunisi air. Air panas di banderol 2000 perbotol, dan mengisi popmie 2000 percup. 

Lalu kami beranjak turun menuju kaki sibayak. Lagi-lagi kami berhasil turun dengan cepat dan tidak ada istirahat. Eh sial nya aku melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada sekelompok pendaki yang sedang beristirahat membuang botol plastik! Beeeegh! Langsung lah aku merepet panjaaang. Aku gak bakal takut bakal diapa-apain sama ni sekelompok bocil yang mendaki cuma buat gegayaan. Sialnya nambah dengan kami satu angkot saat menuju berastagi. Mereka diam seribu bahasa sementara kami asik mengobrol. Yah.. ada rasa bersalah juga sih aku gak bisa ngingetin baek-baek.

Dari berastagi kami naik sutra menuju simpang pos. kami kebagian yang berdiri… dan aku tidur sambil berdiri...parah banget molornya memang. Syukurlah tak lama ada yang turun. Kami berempat pun kebagian tempat duduk.

Usailah cerita perjalanan kami ke sibayak. Doakan rencana kami berikutnya ya. Aku akan kembali memeluk puncak sibuatan :)
wisata sibayak, jalan-jalan ke sibayak, puncak sibayak
Salam Chibi-chibi!

Lestari!
NB:
- Maaf males ngedit-ngedit foto
- btw kami pergi saat lagi banyak undangan, pulang dari atas aku langsung ngacir ke undangan yang sempat didatangi :'D

You May Also Like

3 komentar

  1. Visualnya menyatakan Bali Wisata, uhuiiii... :D
    Apa cerita lanjutannya ini? Anak Blog M gak ada ditantang untuk ikutan nih?

    BalasHapus
  2. ingat masa masa kita dlu mendaki bareng bg tembung. wkwkwkwkwkk
    ngos ngosan juga. ehh iyyah ikut gak itu ya yang ku ineget bg yuha, k kdewi bg santo, aku

    BalasHapus
  3. wah, paten kali tulisannya kak. sambil cerita" gitu alurnya ehehe

    BalasHapus

Your word can change the world! you can be left a comment on my post :)