#5 Melihat Lini Kehidupan

by - Jumat, Oktober 25, 2019

Hari ini hari kerja dan aku tidak menjalankan jadwal ku seperti para manusia pekerja lainnya. Aku izin karena ada urusan sedikit jauh dari kantor. Dari pada datang pas siang hari dan terlihat seperti karyawan yang terlambat mending sekalian aku tidak masuk hehe. jangan di contoh ya~

Terus aku melakukan hal yang sudah lama tidak aku lakukan. Menikmati kesendirian di jalanan. Aku membeli sebungkus tahu dangdut kalau kakakku bilang, ada juga yang bilang namanya tahu genjrot. Apapunitu intinya udah lama aku tidak memblei jajanan pinggir jalan dan makan di pinggir jalan sambil memperhatikan jalanan kota yang semakin padat. hm... jam segini apa yayang sedang dikerjakanorang-orang dijalanan? aku lihat yang diatas kereta kebanyakan ojol. mungkin yang di boncengan mereka adalah anak kuliahan tipe kupu-kupu? atau mak-mak muda yang otw jemput anaknya dari TK? 

aku memperhatikan lagi bu-ibu yang jualan bakso bakar sedang berkelakar dengan bang-abang yang jual es jagung. Di seberang jalan ada tukang thai tea yang terlihat cekcok dengan preman jalanan minta jatah sepertinya. sebentar saja setelah dia mengambil tepatnya merampas uang dari tangan abang thai tea si terduga preman  melenggang pergi.

kalau di biologi, situasi seperti ini bukanlah penggambaran dari rantai makanan. karena kalau dirantai makanan,puncak teratas akan dihabisi dekomposer diposisi bawah. Kondisi kehidupan sekarang lebih ke panggambaran piramida makanan, yang paling atas paling sedikit dikonsumsi dan posisinya tetap berada diatas.

sebenarnya  dimanakah titik tengah kehidupan? dimanakah keadilan yang dimaksudkan?

sempat ramai di twitter beberapa waktu lalu tentang nia rammdhani yang gak bisa buka salak. sebagian netijen menilai karena nia ramadhani keterlaluan masa buka salak aja gak bisa? 

aku, bukan terlahir dari keluarga yang kaya raya. Berkecukupan boleh jadi iya, karena kadangkala aku melihat orangtua ku yang berjuang agar kami cukup tidak berkekurangan. Saat aku dewasa aku baru menyadri ada hal-hal yang kurang. seperti aku baru melihat bagaimana ayam dicabuti bulunya secara manual, baru pernah makan rebung dan kalau genjer itu daunnya juga bisa dimakan. 

jadi seorang nia ramadhani ga bisa ngupas salak kenapa aneh? kalau orang kaya dari tanah mandaling natal ga bisa ngupas salak baru aneh. wong sekelilingnya salak kok.

Masing-masing manusia memiliki garis tengah dala kehidupannya. Tergantung bagaimana ia mau menyeimbangkannya. hanya saja sekarang orang hanya melihat darisegi ekonomi seseorang untuk memberi gelar apakah seseorang itu sederhana atau enggak. Untuk orang yang gajinya mungkin 300 ribu perbulan, makan ayam itu hal yang mewah. sementara kita? mungkin setiap hari bisa beli nasi padang lauk ayam beraneka macam di tambah perkedel atau tempe misalnya. Sementara orang yang gajinya puluhan juta tidakkah kita melihatnya pelit kalau ia hanya makan nasi padang sehari-hari?

ah, aku udah menghabiskan sebungkus tahu seharga 5000 ini. Cukup mengenyangkan, menyehatkan? entalah.

Adzan berkumandang dan kawan kantor meminta ku datang karena ada laporan yang harus kami selesaikan.

Semoga hari kalian menyenangkan dan dapat berada di garis tengah kehidupan kalian! 


You May Also Like

0 komentar

You word can change the world! you can left a comment on my post :)