#3 Quarter Life Crisis

by - Rabu, Oktober 23, 2019

Umurku bahkan genap 23 pun belum saat menulis ini. Dan ketika aku baru mulai mengetik judul ini, salah satu rekan kerja ku langsung nyeletuk "Aduuh, jangan kecepatan dewasa deeeh". Gitu. Tapi ada banyak hal yang memenuhi pikiran ku. Yah, pikiran ku selalu dipenuhi oleh banyak hal, hahaha. Mungkin karena itu juga kenap aaku susah gemuk. lagian kalau aku sudah stres berkepanjangan karen abanyak pikiran pasti pelampiasana adalah bersih-bersih rumah atau membuat sesuatu apalah. Energiku gampang terkuras habis. 

Biasanya krisis hidup dalam kedewasaan ini akan dimulai ketika terjadi perubahan-perubahan besar dalam hidup.

1. Dari masa pendidikan ke dunia kerja
Quarter life krisis tak berlaku hanya perkara umur. karena abhakan ada orang-orang yang sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya di usia belasan atau bahkan memang setelah sekolah menengah atas dia tidak ingin melanjutkan pendidikan lagi. Di saat itu dia akan mulai melihat realita dunia bagaimana kehidupan ini berjalan tak sesuai dengan teori-teori terstruktur dan indah. Kalu akan melihat orang-orang dengan ambis-ambisi dan emosi yang berbeda terhadap dunia. Siapkan menghadapi itu semua?

2. Finansial
Aku yang kehidupannya sejak kecil banyak hal masalah keuangan yang disembunyikan oleh orangtuaku membuatku jadi merasa tidak terlalu memikirkan masalah ini. aku tau cari duit itu bukan hal mudah dan menghabiskannya adalah hal yang sangat mudah. Tapi perasaan di satu titik aku benar-benar tidak punya uang belum pernah kurasakan. Meskipun rekeningku pernah kosong tapi karena masih tinggal dengan orangtua tentu kekhawatiranku akan sangat jauh berbeda dengan teman-teman yang kehidupannya nge-kos dan sudah berhenti dapat kiriman dari orangtua.

3. Banyaknya Pilihan
Semisal seperti ku yang bidang ilmunya biologi dan berkonsentrasi pada konservasi satwa, lalu aku dihadapkan oleh banyak pilihan yang semuanya bisa kuikuti, tergnatung pilihan ku bekerja sesuai passion atau fashion. Ya sesuai dengan impian ku atau hanya mencari uang untuk menunjang penampilan di mata teman-teman dan keluarga. 

4. Perencanaan kedepan
setelah menentukan pilihan, biasanya kebimbangan akan terus ada. apakah pilihan ini sudah benar? apakah ini akan memenuhi kehidupan selanjutnya atau untuk batu loncatan saja? tapi setelah ini kemana?

5. Pasangan Hidup
Di usia duapuluhan tentu orang-orang sekitar sudah banyak pembicaraan soal jodoh. mungkin di usia belasan kita kan memikirkan hal-hal yang manis-manisnya aja. Tapi sekarang? Apakah pekerjaan jodoh dan pekerjaan kita relate? apakah jodoh akan sesuai dengan yang kita impikan? apakah jodoh akan begini? apakah keluarga jodoh akan begitu? banyak sekali hal-hal yang menjadi ketakutan -ketakutan saat membicaran soal jodoh di life krisi ini.

6. (bonus) lingkar pertemanan
apakah masih penting masih saling menanyakan kabar? saling bertukar jokes di grup alumni atau sekadar mengucapkan ulangtahu? siapa saja teman yang harus kita kabari ketika kita ingin menyampikan kabar bahagia? apakah kalau lama tidak menghubungi seorang teman etis ketika kita menari dia ketika butuh pertolongan dibidangnya? 

atau... bagaimana menghadapi teman yag dulunya tidak dekat tiba-tiba menawari produk MLMnya atau bahkan menjadikan kita target asuransi? XD

Kalau kalian? apa yang hal yang menjadi kekhawatiran saat quarter life crisi?

You May Also Like

1 komentar

  1. Bonusnya ini yang paling jres. Banyak yang mengalami semakin tua maka jumlah teman makin sikit aja. Ya gimana ya, bisa jadi seperti itu karena semakin tua kita semakin mendalami bagaimana arti pertemanan yang sesungguhnya. Bukan sekedar kenalan terus jadi teman, tapi lebih dari itu sih.

    BalasHapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)