#1 Dunia Menulis dan Menyampaikan Perasaan

by - Senin, Oktober 21, 2019

Sebenarnya, menulis bukanlah hal yang aku sukai. Sejak aku kecil, kakak ku sangat rajin menulis diary. Diarynya penuh sampai berjilid-jilid selama dia dulu di pesantren. Layaknya biografi, tulisannya neak untuk dibaca. Rapi dan terstruktur. Sementara aku sebagai adik yang taunya hanya ikut-ikutan kakak selalu merengek setiap kakak beli diary baru. Akupun juga menulis diary dikala itu, api lebih banyak isinya setiap pengakuan dosa dan kalimat penyesalan yang kulakukan karena kenakalan ku yang ditandatangi ayahku. Diary macam apa itu? hahaha

Awalnya aku lebih suka menuangkan perasaan lewat gambar. Di banding gambaran kakaku yang lebih cantik dan rapi (lagi-lagi) gambarku lebih bebas dan abstrak. Aku bisa menuangkan segala ekspresi perasaan yang kumiliki. Gambarku berpuluh-puluh dan sampai sekarang masih tersimpan rapi. Menjelang penghujung SMA, aku masih suka menyampaikan perasaan lewat gambar namun karena sudah mulai cantik ada beberapa yang diminta oleh teman-teman ku. Sehingga ada beberapa momen perasaan yang tak lagi kumiliki.

Dan lalu aku mengenal blog dari abang sepupuku. Entah kenapa dulu aku hanya menaruh puisi-puisi di blogku berharap ada yang baca karena aksi protesku kala itu. Aku ingin mengirimkan karyaku ke koran namun ibuku tak mengijinkannya. aku tidak tahu kenapa bahkan sampai detik ini. memang jalan hidupku yang di arahkan oleh ibu ku (berdasarkan penanganan psikolog) tidak ada yang membuat ku menyesal setengah mati. Ya menyesal sedikit ada, tapi karena aku masih merasa hidupku saat ini baik-baik saja dan aku bahagia, ini yang paling penting, aku bahagia. Sehingga aku tidak terlalu masalah. Tapi tetap setiap perasaanku akan tertuang dalam bentuk tulisan baik fiksi, diksi, tau pun seperti ini. Tulisan realistis yang berisi.

Tahun 2012 aku mengenal kancut keblenger yang hampir sebahagian besar anggotanya membuat konten tulisan dengan mengekspose kehidupan pribadinya. Diary-diary abstrak dan hiperbola. hal-hal yang dilihat sehari-hari dan sepertinya menarik untuk di ketahui orang lain. kau akan merasakan kepercayaan dirimu meningkat karena seolah kau di perhatikan dan kehidupanmu di cari tau padahal kamu bukan artis ataupun politikus.

Tapi semakin besar aku semakin paham, tak smeua kehidupan pribadi layak untuk ditulisakan di blog. Meski sebahagian besar tentu tidak perduli, tapi yang lebih penting semakin dewasa kita harus semakin pandai memilah apa yang bisa kau ceritakan apa yang tidak. 

Menulis adalah sebuah pengobatan hati yang sangat baik. saat kita membagikannya semoga orang-orang akan mendapatkan pelajaran dari tulisa kita dan kalau mereka memiliki kejadian yang sama mungkin akan mendapatkan referensi solusi dari kejadian kita pula.

Jadi, untuk menyambut rangkaian tulisan ku selama 7 hari kedepan, aku akan membukanya dengan;

menulislah agar perasaan mu tersampaikan.

You May Also Like

2 komentar

  1. Waah baik kali kak uti yaa mau ngasi baca diarynya. Biasanya orang paling ga suka kalau diarynya dibaca orang lain karena dianggap privasi~

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sebenarnya dia ga suka wkwk, tapi kan gw adeknya, mau dimurkai kekmanapun ya tetep harus terima keberadaan adeknya yang usil danbandel ini hahahahah!

      Hapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)