Tak Pernah Bosan, Cerita Manis dan semakin Manis (My Childhood Story)

by - Jumat, Juni 07, 2019

Ramadhan kali ini aku gak banyak berbuka puasa di luar. Bisa di hitung jari. Entah karena aku semakin menyadari bahwa bisa jadi 2-3 tahun lagi jangan-jangan aku tidak serumah lagi dengan orangtua. Apakah aku akan merantau seperti kakakku, tidak tahu. Berkelana itu sebenernya bagus kan, untuk melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas... Sebenarnya aku inginnya hanya pergi beberapa hari untuk acara lalu akan selalu kembali ke rumah. Inginku, takdir Allah siapa yang tahu?

Aku hanya keluar buat ikut buka bersama dengan anak yatim bersama blogger medan, mengisi acara di beberapa acara remaja mesjid dan buka bersama asisten laboratorium. Atau berpacu dengan waktu dimana ada acara sorenya dan maghribnya berbuka dengan teman kampus dan teman SMA. hanya kebetulan sedang di luar. Kalau spesial keluar untuk berbuka, tidak ada.

Di penghujung Ramadhan, Reza membalas story ku saat memposting sedang di rumah sakit murni teguh. Dia pikir aku yang sakit, padahal saudaraku yang sakit. dari situ mulai bertanya bagaimana rencana buka bersama teman SD? Hmm... memang sejak kami pertama kali buka puasa teramai di tahun 2013, menurut catatan tulisan blog ku, kami tak bertemu di bulan ramadhan tahun 2017 dan 2018. 2018 sempat ngumpul tapi bukan untuk buka bersama, karena teman kami Aziz datang dari makassar.

Beruntung memang aku selalu menulis, aku bisa tau apa yang terjadi dimasa lalu. Berhubung ingatan ku tidak terlalu baik kalau tidak di pancing dulu haha!

Jadi, aku bergabung di grup Whatsapp melalui link yang di berikan Reza. Dulu kami semua berkomunaksi via Line. Karena ingin mengurangi penggunaan aplikasi chatting maka aku menghapusnya. Padahal koleksi stikerku banyak sekali disana haha.

Gabung di grup dah sudah ku duga, sepertinya hanya wacana. 

Dan sampai hari H, Alhamdulillah tidak. 

Setelah berdiskusi dengan kakakku yang seharusnya merayakan ulangtahunnya di 3 juni, aku berangkat ke warung KUDETA ringroad jam 5. Macet. Parah. 
lagi rajin buatin nama. eh, kalau nulis nama dokter gak pake dr boleh ga?
Dan Tadaaaa, Aku berjumpa lagi dengan teman-teman yang selalu punya cerita baru untuk masa depannya! aku memeluk Khansa yang sudah menjadi Dokter dan sedang Internship di Aceh, menyalami Rina yang menjadi Admin olshop milik temannya dan dia membawa anaknya Zaki yang luar biasa telah menyelesaikan S1 nya dari STAN Jakarta jurusan perpajakan.


Lalu menatap wajah teman yang lain satu-satu, Panji yang mulai mengurus terlihat dari pipinya yang menirus. Dia satu kampus dengan ku dulu jurusan Teknik... mesin? aku lupa hehe. Dimas dengan tingginya yang menyebalkan yang mengeluh gak bisa tarawih karena sering masuk shift malam di kereta api indonesia. Alesan, kami bilang. Ada Datuk yang sudah mengambil S2 hukum di USU dan Revi... yang malu menunjukkan jenggot sunnah nabinya di balik masker haha!

Braspaty, atau bhraspaty? atau brashpati? aku sulit menulis namanya, melipir ke depan tempat dudukku untuk mendegarkan cerita kegiatanku yang menurutnya seru. Dia dan Reza telah menyelesaikan D3 nya di STAN dan tentu saja telah bekerja. Enaknya, PNS, Pikirku. Tapi tidak di pikiran mereka hahahahaha. Kalau bras merasa hidupnya membosankan padahal yang bisa menikmati hidup ya kita sendiri ye kan. huahaha

Ditambah lagi kedatangan Dwiki yang udah sukses menyusuri Indonesia dengan kameranya. Dia adalah tempat untuk eminta spoiler berhubung di beberapa syuting film layar lebar doi adalah orang balik layar. Kepulangannya kemarin dari Nias untuk ditandai dengan tato tradisional ditangannya membuat kami ingin mendengarkan ceritanya lebih banyak. Menatap wajah dwiki yang semangat bercerita, wajah reza yang antusias mendengarkan dan wajah bras yang menyedihkan. Aku pikir, dia sebenarnya mau bercerita juga... tentang kegiatannya menginput data setiap hari.
Andeng, topi biru depan yang datang belakangan.
Oh iya, Andeng juga datang. Padahal dulu dia satu fakultas denganku. Dan, aku lagi-lagi lupa apa kegiatannya sekarang. sepertinya dia ada cerita (?) tapi aku lupa. Maaf ya ndeng, kenapa ingatanku begitu dzolim kepadamu.

Selain bertanya kabar yang tentunya lumrah, kami juga ngobrol soal politik yang menyebalkan. Padahal aku gak bilan apa-apa tapi reza menyimpulkan bahwa aku adalah pendukung garis kerasnya Prabowo. Ck, di sosmed aku gak pernah kampanye-kampanyean loh. Hanya saat pemilu aku ngamuk karena kerja KPPS agak gimana gitu.

Baca: Kisah Sedih Petugas KPPS di Kota, Bagaimana yang di desa?

Reza dan Revi pendukung 01, tapi hal itu gak menjadikan kami tiba-tiba ngambekan, baper dan meninggalkan forum terus delete kontak wa. Atau membuat kami enggan membicarakan pilihan masing-masing. Seperti yang ku temui di beberapa perkumpulan temanku yang lain. Kami saling berdiskusi bagaimana agar Indonesia lebih baik. Memang tidak ada gunanya kami bersuara di meja sebuah warung bernama kudeta, tapi dnegan mengenal sudut pandang teman-teman lebih baik, suatu saat kita bertemu di panggung besar, kita takkan langsung menghakiminya karena keputusan yang di ambil. kita akan paham latar belakang dan sisi idelais teman-teman yang tentunya berbeda. Indonesia di bangun atas kebhinekaan, lalu kenapa memaksa kita semua harus sama, bukan?

Kata temen-temen, aku jadi caleg aja kalau mau cepat menyuarakan dan mengubah Indonesia lebih baik. Hahaha, enggaklah. cukup jadi akitivis yang menyuarakan dan memberikan edukasi di sosmed aja. Karena jadi caleg itu mahal, ini di ungkapkan Khansa yang Ayahnya sayang sekali gagal masuk karena kalah modal (?) yah pokoknya sebagus apapun citra seseorang seperti ayah khansa, akan kalah dengan politik uang. Ampe milayaran coy taruhannya. Dari pada itu, kata temen-temen mending beli lahan sawit. Terus aku mendelik sebal. sawit pulak. mereka tertawa kecil.

Dimas yang selalu ngebanyol ataupun jadi bahan bullyan tak pernah habis untuk berbagi kisah nostalgia. Dan teman-teman yang lain menimpali dengan ceritanya yang seru. Kami terbagi jadi dua kubu forum diskusi kemarin, dan lagi-lagi bras yang sejak awal udah bete di buat reza dan... teman nontonnya wkwkwk makin bete lagi karena berasa nyamuk di kedua kubu diskusi hehe. Akhirnya, kisah yang kami dengar darinya adalah, cerita kenapa dia bisa bete.
pelaku yang buat bras bete hehehe
Apa ya, karena latar belakang pekerjaan yang semuanya berbeda, ini adalah hal seru untuk di perbincangkan. Dan tahun berikutnya, sepertinya bakal ada yang mulai ngasi undangan kali ya?

Sehingga, Tema Buka bersama tahun depan adalah "Siapa yang menikah?"

I always love you, All
dua, lambang peace menunjukkan bahwa cebong dan kampret telah usai hahaha!

See Ya!


You May Also Like

0 komentar

You word can change the world! you can left a comment on my post :)