Bebas Jerawat Tanpa Obat dan ke Dokter? Memang Bisa?

by - Selasa, April 30, 2019

Bebas Jerawat Tanpa Obat dan ke Dokter? Memang Bisa?-Hi, Assalamualaikum! 
Siapa disini yang masih frustasi sama jerawatnya? udah coba segala cara saran dari banyak orang dan segala cara di internet tapi hanya berhasil sementara? dan siapa disini yang suka sebel kalau kita tanya temen yang wajahnya mulus bak jalan tol 'eh skincarenya pake apa?' dia jawab 'aaah, cuma pake aer wudhu doang kok ini~' yup, mungkin dia wudhu pake SKII


Nah, aku sendiri juga penderita iritasi kulit satu ini. Tepatnya sejak tamat SMP. Dan, saat baru bisa normal ngurus muka setelah selesai kuliah ini -_- gak berarti sekarang mukaku udah mulus kayak jalan tol, eh udah lumayan mulus juga sih di banding dulu. Tinggal sisa-sia peninggalan sejarah kayak noda hitam bekas jerawat (bukan tahi lalat ya XD) yang sekarang lagi proses penyembuhan.
disini, aku mau bagi-bagi pengalamanku sehingga akhirnya bisa bebas dari jerawat sementara ini yang sudah jalan sekitar setahun. Kenapa aku bilang sementara? karena kita gak pernah tau bisa jadi jerawat muncul lagi mungkin ketika stres berat atau hamil? masa-masa tertentu memang mau gak mau menimbulkan reaksi hormon yang berbeda-beda. Oke, langsung aja ya beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk berjuang membasmi jerawat!

1. Kenali kenapa kamu bisa jerawatan
Aku sendiri jerawatan pertama bisa jadi keturunan, ayahku dulu semasa muda jerawatan juga menurut cerita ibuku. dan karena berkulit gelap, jadi bekas-bekas jerawatnya ya gak terlalu terlihat sekarang. Ibu ku juga pernah jerawatan semasa akhir kuliahnya. bahkan di foto wisudanya ada jerawat ehehe. tapi jerawat ibuku bukan tipe yang banyak, tipe yang satu tapi gede. gitu. Kakakku juga sejak menjelang SMA kalau gak salah mulai makin radang jerawatannya dan sampai sekarang. Sekarang gak terlalu parah tapi masih ada. doi susah buat rajin perawatan karena kerjaan doi di jekardah padat banget kayaknya.

Nah, aku mulai jerawatan sebenarnya saat SMP udah ada satu-satu kecil gitu. Ditambah setiap mau menstruasi jerawatnya muncul dua kali lipat. Tapi karena ibuku gak pernah ngenalin tentang skinker skinkeran, jadi masa itu aku cuci muka ya sama aja dengan sabun badan. bedakan cuma pake bedak bayi. Nah, saat masuk SMA kok makin parah? aku sadari, saat SMP makanan kami di atur disekolah. Higenis dan sesuai gizi yang di butuhkan. Gak kayak pas aku SMA, jajan apa aja hajar semua (padahal dilarang ayah jajan sembarangan). Saat kuliah lebih parah lagi, ngerjain tugas sampai bergadang, makan gak teratur dan sama sekali gak ngurus muka.

Jadi aku simpulkan, aku jerawatan karena: Faktor keturunan, Gak jaga makanan dan Pola hidup kurang sehat.

2. Memahami jenis wajah sendiri
Untuk masalah jerawat, aku belum pernah sampai ke dokter. Tapi kakak dan pamanku beberapa kali ke dokter kulit. Biayanya sampai jutaan di kala itu. Pamanku berhasil permanen, kakakku juga berhasil. Tapi kakakku lepas dari dokter balik lagi jerawatnya. Aku pernahnya ke klinik kecantikan. Itupun karena bareng sohib SMA pas awal-awal kami masuk kuliah. Dia dapat beberapa voucher gratis buat Facial disana. Yup, Facial yang beberapa ratus ribunya memang gratis. Tapi obat ngejaga iritasi setelah facialnya bayar. hahaha. Kemaren mikirnya kalau ini worth it, bakal aku review di blog. tapi nyatanya enggak.
ketika di klinik di sana wajah di cek, dan hasilnya jenis muka aku dan temen aku itu ternyata beda jauh. padahal aku pikir sama aja, kulit kita sama-sama berminyak dan dia juga ada jerawat. Aku lupa detail hasilnya, yang pasti bakan jenis komeda kami aja beda. ternyata komedo itu ada white head, black head aduh pusing! dan lemak sebum yang mudah terangsang sehingga menimbulkan jerat, di aku adalah di posisi T wajah. sementara temen aku di bagian jidat dan pipi nya juga ada sedikit di dagu. makanya aku beberapa kali bisa jerawatan di hidung, jidat, bahkan sampai ke dahi dekat rambut kepala. sakit banget kalau sujud.
lalu, saat aku praktikum mikrobiologi medis di kampus, aku juga kenal bakteri penyebab jerawat itu beda-beda. beda bakteri ya beda obatnya.

3. Memahami kebutuhan Skincare dan Kosmetik
Waktu jaman SMA, disanalah aku punya waktu buat main keluar. Karena saat SMP kan fullday school. Saat itu barulah mulai kenal sabun muka. Coba-coba pakai Ponds, dove, garnier, gak ada yang memberi pengaruh signifikan. Sementara saat itu, kakakku pakai serangkaian produk dari Zahra kalau gak salah. Itu produk mlm yang akhirnya saham pabriknya di jual dan menjadi cikal bakal wardah kalau gak salah. nah, saat pakai serangkaian produk kosmetik itu, kakakku mukanya sempat lumayun mulus. Dan setelah gak pakai rangkaiannya yah bisa di tebak. Balik lagi bruntusan. Aku yang tertarik karena wajah kakakku sempat bersih mencoba meminta sama Emak rangkaian produk itu. "Mahal, Iyah belum butuh juga" kata emak. oke sip.
Bener juga, kalau saat itu aku pakai bisa-bisa mukaku imun sama produk acne care. Akhirnya, aku ga pake produk khusus saat SMA. Paling sesekali pake pelembab punya kakak. Kadang di beliin juga sama emak itupun selektif banget. Setelah kuliah semester atas dan mulai menghasilkan uang sendiri dengan jumlah cukup, barulah memakai rangkaian acne series. Worth it? gak juga. ternyata aku gak bisa pake seluruh rangkaian yang di kasih. Karena biasa acne alias jerawat itu identiknya sama muka berminyak, sementara aku tidak seberminyak itu. kulitku cenderung normal, jadi saat pake seluruh rangkaian, mukaku kering banget dan rasanya gak nyaman. Akhirnya aku stop semua dulu dan balik nyobain satu-satu mana yang sebenarnya cocok dan mana yang enggak. Yup, kalian gak salah. aku nyobain satu-satu. saat make satu produk misalnya sabun muka, maka aku gak pake pelembab, toner dkk selama beberapa hari supaya aku tau mana yang cocok mana yang enggak.

4. Coba-coba cara herbal
Seperti yang kuceritakan sebelumnya kalau aku coba-coba uji satu persatu kosmetik. Aku juga suka coba saran-saran dari orang bagaimana cara mereka menghilangkan jerawatnya secara alami. Salah satunya, Masker kopi. Oke, sebenarnya orang lebih banyak ngasih saran buat kakakku dan aku ikut-ikut aja. Jadi yang pernah aku coba masker itu;

Masker Kopi : ini cukup berhasil, selain cepat mengeringkan jerawat. masker kopi juga menghaluskan muka. karena pengaplikasian menggunakan tangan, tentu telapak tangan ikut halus. Jadi bukan karena aku gak pernah kerja makanya telapak tanganku pernah halus kayak pantat bayi, tapi ya karena kopi ini. Kopi apa yang aku pakai? yang pasti bukan kopi campur creamer ahaha. 
Kalau mau mengeringkan jerawat, kopi (jangan pake gula) di campur dengan larutan sabun batangan (yang umum cap telepon) jadi larutkan sabunnya, lalu masukkan bubuk kopi secara perlahan sampai bisa di aplikasikan sebagai masker
kalau mau membasmi komedo, kopi di campur garam terus di kasih air hangat
kalau hanya untuk menghaluskan wajah, kopi di campur aloevera. bisa yang instan bisa juga pake lidah buaya mentah. mana gampangnya ajalah.
dan masker kopi kadang-kadang aku pakai terutama saat pulang dari hutan atau pantai. masker kopi ini kami dapat dari tetangga yang udah nyoba juga.

Masker putih telur : ini aku pakai hanya untuk mengangkat komedo. jadi caranya, putih telur di pisahin sama kuningnya. kuningnya aku kasih kucing. lalu ambil tissue wajah dan dipisah lembarannya. kan biasanya satu tissue itu ada 2 atau 3 lapisan. setelah itu, tisu yang tipis tadi rendam perlahan di putih telur. lalu tempelkan di bagian yang berkomedo. Selain hidung, taruh di jidat dan dagu. sebelum aku rendam biasanya udah aku potong sesuai sama lokasi yang mau di tempel. lalu tinggal tunggu kering deh. Sekitar 20 menitan bakal terasa sudah keras dan kaku. tarik keatas tisu secara perlahan dan voilaaa komedo bakal terangkat deh.

mau diaplikasiin ke seluruh wajah? gapapa sih asal jangan kena alis atau anak rambut. karena sakit kalau ketarik. aku dapat ini dari temen kuliah ku dita. btw anaknya emang cantik sih. 
biasanya aku pakai masker ini kalau ngerasa terlalu banyak aktivitas di luar dan udah keliatan komedonya.

Masker Alpukat : Aku gak tau fungsi konkritnya. Karena aku pakai ini cuma karena dirumahku ada pohon alpukat. Setelah di bagi-bagiin sama tetangga teman dan kerabat, biasanya masih ada buah sisa yang agak gak layak di kasih misalnya setengahnya kemasakan tapi setengah lagi masih bagus. ya aku jadiin masker aja. alpukat mateng di benyek-benyekin dan di aplikasiin ke wajah. Hasilnya? ya enak aja. muka rada lembab gitu. udah gitu doang.

Masker Kunyit: Kalian tau film Crazy Little Thing Called Love dari thailand? kalau kalian tau apakah kalian gak penasaran apa yang dipakai temen-temen si Nam buat mutihin kulitnya? Yup, kunyit. dan di film ini di tambah juga akar-akar lain dari famili zingiberaceae. makanya ada scene yang si nam jadi keliatan kuning. Nah, aku biasanya pakai masker kunyit sisa dari aku buat minuman kunyit ketika senggugut saat halangan. Ampasnya aku jadiin masker yang aku tempelin ke bekas luka. Karena aku punya banyak bekas luka kecelakaan. dan dengan kunyit, perlahan bekas lukanya memudar. Kuningnya itu bakal hilang 1-2 hari doang kok. Pernah aku pakai buat punggung tangan yang terbakar matahari karena naek motor. sempat cerah, terus kebakar lagi karena aku males pakai sarung tangan kalau naek motor hehehe.

Kadang aku juga pakai masker tomat, masker pisang, masker apa aja yang lagi pengen jadi masker. asal jangan masker buah naga atau masker bawang merah ya. yang lazim-lazim aja lah.

5. Jangan cuek sama perubahan
Disini aku ngerasa gak perlu lah kayak di catet setiap minggu harus perawatan, rutin skincare wajib setiap malam. Karena itu menurut aku itu buat wajah kita jadi manja. Karena dulu sempat rajin banget dan ketika lagi gak bisa ngelaksanain ritual itu nah jerawatnya langsung tuing-tuing muncul pagi harinya. Sementara kadang kerjaan aku harus ikut ke daerah-daerah dan waktu yang tidak normal. Kayak begadang buat nungguin jebakan serangga lah, ya kan gak mungkin lagi nungguin lu masang skincare. 

Tapi jangan abai juga. Misal pas lagi cuci muka kerasa ada yang sakit pas di pegang atau bagian kulit yang menebal di wajah itu kan tanda-tanda jerawat mau muncul. langsung obatin! jangan nunggu jerawatnya muncul. Atau komedo udah mulai terasa kasar di sekitar hidung, pasang maskernya atau pake acnederm pore blackheadnya wardah (bukan promosi, ini yang akika pake). Saat wajah mulai terasa kering pasang pelembab wajah. Kalau mau keluar rumah jangan lupa sun screennya. Yah, begitulah~

6. Hormon tidak bisa di hilangkan tapi bisa di kendalikan
Kalau menjelang halangan, biasanya cewek bakal bermunculan jerawatnya. Ya mau enggak mau harus terima dong. Tapi disini kita bisa kurangi dengan mengontrol hormon. Misalnya, mengurangi makan ayam potong, telur dan susu ketika mau dan sedang halangan. Jadi gak harus terus kamu gak makan ayam selama hidupmu. ayam itu kan enak.
Terus kendalikan stres kamu. Hidup bahagia biasanya membuat kondisi tubuhmu juga bahagia, gak bakal memberontak dan muncul ke wajah ehehe. Jadi kalau masih jerawatan di bawa have fun aja. jangan terlalu mikirin orang yang gak ngasih solusi buat kita. tutup kuping mu buat orang yang ngebacot "elo sih gak ngerawat muka" "elo sih makan sembarangan" "elo sih bla..bla.." tapi bukalah diri untuk mendengarkan orang yang ngasih saran "eh coba deh pake ini, si anu kemaren berhasil lo pake ini" Jangn terus malu dan minder kalau ada yang ngasih kita saran.

Yup, Sekian sharing dari ku. Semoga bermanfaat. dan yang pasti jangan sampai kita jadi ketergantungan sama skincare. Karena perawatan yang alami ada banyak banget.  Sebenarnya aku mau share masa-masa aku jerawatan dan yang sekarang. Mau nunjukin bare face gitu kondisi pori-pori dan kulitku yang sekarang. mungkin nanti fotonya menyusul. Kalau kata orang-orang yang ketemu langsung sama ku sih emang keliatan bedanya :/

Btw, aku sekarang masih nutupin flek hitam bekas jerawat dengan dd cream. kalian ada yang punya saran gak cara menghilangkan bekas jerawat? Thanks Before!

Update: Menghilangkan bekas jerawat dengan Bio-Oil

Ciao! 

You May Also Like

0 komentar

You word can change the world! you can left a comment on my post :)