Sabtu, 15 Agustus 2015

Belum Pernah Hijrah

Belum pernah hijrah - Saat pertama kali masuk organisasi islam di kampus, seorang teman pernah bilang begini soal tingkah iyah yang agak 'aneh' di banding akhwat yang lain. "Ente baru hijrah ya? ga papa sih pelan-pelan sikapnya bisa berubah kan? ana juga waktu belum hijrah dan belum pake jilbab juga lebih parah, ana bla..bla..bla..." dia melanjutkan dengan kisahnya berhijrah.

Hijrah. Hijrah. Hijrah. Artinya pindah. lebih spesifiknya lagi orang mengasumsikan hijrah itu berubah dan meninggalkan masa-masa jahiliyah dan pindah menjadi orang yang lebih baik dalam mendalami ilmu agama. ya kira-kira begitulah.

Ketika SMA iyah sudah pernah menulis tentang hijrah di postingan Move On Dengan Mudah . Iyah bingung, apakah iyah sudah benar-benar berhijrah atau masih proses atau sebenarnya belum pernah berhijrah?

Jika hijrah yang di pahami banyak orang adalah berubah dengan menutup aurat... mungkin hijrahnya iyah tiba-tiba pake niqab (cadar). *pernah kepikiran, tapi langsung di tentang ortu karena iyah belum butuh ber-niqab

Jika hijrah adalah menjadi rutin mengkaji agama... mungkin hijrahnya iyah keluar dari kampus terus masuk akademi Qur'an di dekat kampus.

Jika hijrah adalah menjadi wanita yang dijelaskan di Qur'an, maka iyah berubah jadi feminin,lemah lembut dan mengamalkan ghazul bashar (menjaga pandangan) serta ga keluar rumah kecuali untuk urusan pendidikan dan ekonomi (cari sendiri ya ayat tentang ini)

Namun iyah miris dengan kisah-kisah orang hijrah di sana-sini. beberapa ada yang pure menjadikan kisah hijrahnya sebagai i'tibar (pembelajaran) bagi insan yang lain. Namun yang lainnya kok malah menjadikan hijrah seperti..

TREN. iya, tren. Hijrah kayak tren gelang power balance *oke ini ga nyambung*. Menceritakan seakan bangga dengan masa lalunya sebelum hijrah.
"Aku sebelum hijrah dan pakai jilbab syar'i gini suka pakai rok mini lo!"
"ih aku lebih parah, dulu aku pake hot pants sama tanktop!"
"dulu aku suka gonta-ganti cowok.."
"aku lebih parah sampe ke esek-esek.."

Semua memang butuh proses. Tapi kesucian proses hijrah ini jangan dinodai. pahami arti hijrah. cari gurunya. Jangan banyak baca artikel di internet tanpa ada seorang guru agama/ustadz yang menjadi rujukan. tiba-tiba mengklaim diri sudah hijrah tanpa ada seseorang membimbingnya... google bukan ustadz.

Jadi buat teman-teman yang bilang sudah hijrah.. ga perlu di bilang-bilang kecuali niatnya untuk i'tibar. Orang akan menilai seberapa jauh perubahan kamu menuju kebaikan...

yasudah, ini hanya tulisan ngaco dari yang belum benar-benar berhijrah. 

2 komentar:

  1. Berhijrah untuk berubah lebih baik :D
    Prosesnya dijalanin dengan sepenuh hati


    setuju google bukan ustadz, kl dia ustadz pasti bayarannya mahal #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan google di akses gratis .-.

      Hapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers