Selasa, 16 Juni 2015

Yakin Pilih Syurga?

"Aku tanya kau ya, langsung jawab." kata seorang teman kepada iyah sebelum kuliah dimulai.
"Ha, Apa?" jawab iyah dengan santai.
"Apa tujuan hidup mu di dunia? ha?"
"Masuk syurga!" jawab iyah mantap dan cepat. Tapi ternyata tanggapn dia sangat gak iyah duga. dia tertawa keras dan pergi ke bangku belakang sambil sebelumnya bilang,"Itu jawaban paling munafik! masih bersifat duniawi!"
iyah mengerutkan kening. dia bertanya, iyah menjawab. emangnya ini ujian sehingga jawaban iyah harus benar sesuai dengan pikirannya?ck.

Yakin Pilih Syurga? -Tujuan hidup seorang mukmin sudah jelas sebenarnya. Mengejar cinta-Nya, merindukan syurga-Nya, dan menjadikan dunia sebagai ladang pahala.

Tapi karena di singgung si kawan bahwa jawaban iyah munafik mungkin ada benarnya juga. yaiyalah, bilangnya mau masuk syurga. tapi kelakuan masih bau gosong neraka. Astagfirullah...



Mengingat siroh nabawiyah (Kisah Nabi) bagaimana para mukmin jaman dulu memperjuangkan tegaknya islam, melaksanakan rutinitas ibadah dan berjihad di jalan Allah SWT. Namun hanya segelitir orang dari ribuan bakan jutaan mukmin yang di janjikan Rasul masuk syurga. bisa di hitung berapa orang yang di janjikan syurga.

Dalam Al-Qur'an juga sudah di terangkan bagaimana indahnya syurga. dan dari kecil kalau di tanya ibu guru "Siapa yang mau masuk syurga?!" maka semua anak kompak mengangkat tangannya dan berkata, "SAYA,BU!"
Namun di Al-Qur'an juga di jelaskan betapa mengerikannya neraka itu. betapa hebatnya Syaitan itu menggoda manusia. Sayang, saat kecil hanya diingatkan "Jangan nakal ya, nanti masuk neraka lo." ah, sampai mana sih defenisi nakal itu?

Iyah sendiri terlihat sudah menutup aurat. Tapi sebenarnya belum sepenuhnya. Aurat itu banyak sekali. kadang di dalam foto yang telah tersebar luas lengan iyah sedikit tersingkap. hal-hal kecil seperti itu seolah menjadi tabungan dosa yang terus terisi tapi tabungan pahala malah sulit bertambah...

hal-hal kecil banyak sekali yang tak sadar malah menjermuskan ke neraka. Setan sekarang makin canggih. Modusnya dakwah lewat smartphone, habis dakwah terus senyum-senyum sendiri berasa sudah menyampaikan hal baik pada banyak orang tak sadar bahwa rasa ujub (bangga hati) sudah membungkus dirinya. Astagfirullah...

Yakin Pilih Syurga? - Teringat dalam suatu kajian sang Ustadz menyampaikan begini "Yahudi akan terbagi menjadi 71 golongan, yang 70 masuk neraka dan yang 1 masuk syurga. Nasrani akan terbagi menjadi 72 golongan, yang 71 masuk neraka dan yang 1 masuk syurga. Islam akan terbagi menjadi 73 golonga. yang 72 masuk neraka dan 1 masuk syurga."
lalu dengan polos iyah bertanya,
"jadi yang bukan islam bisa masuk syurga ustadz?"
"Tidak, 1 golongan pada Yahudi dan Nasrani telah selesai di pilih sebelum islam turun dan setelah Islam turun ajaran pada Yahudi dan Nasrani gugur karena di sempurnakan Al-Qur'an. maka satu-satunya jalan masuk syurga adalah lewat islam."

Tinggal 1 jalan. Islam. dan islam terbagi menjadi 73 lalu iyah harus mencari 1 golongan yang benar untuk mencari jalan syurga. golongan itu harus di dalam jamaah. Dan, selama ini iyah belum benar-benar mencari...

18 tahun Iyah telah lahir dan seharusnya sudah memulai mencari ladang pahala. sudah lama iyah baligh, sudah di kenai dosa. melihat perjalanan dan catatan hidup kebelakang masih banyak sekali cacatnya... Lalu berapa banyak pahala yang sudah di kumpulkan untuk melewati mizan (timbangan) saat di akhirat?

Benarkah sudah memilih Syurga sebagi tujuan hidup? sementara kelakuan masih bau gosong neraka? Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah Al adzim...

Jadi kalau di tanya lagi "Apa tujuan hidupmu?" mungkin iyah akan berganti jawaban, bukan masuk syurga, tapi di dunia ini iyah harus "Mencari jalan ke syurga sesuai peta di Al-Qur'an!" Insya Allah... Aamin ya Rabbal Alamin...

6 komentar:

  1. :) amar ma'ruf nahi munkar dan tetap berpegang pada Quran dan Sunnah semoga berujung kepada Ridho Illahi dan syurga ya iyah

    BalasHapus
  2. 1 golongan yang selamat itu adalah.. jreng..jreng.. apa yang udah diwasiatkan Rasulullah, berpegang teguh kepada Quran dan Sunnah, niscaya kita ngga akan tersesat

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga cukup hanya itu bang, kita harus mencari jamaah yang benar-benar mengamalkan itu... gak bisa sendirian :'D

      Hapus
  3. insyaAllah ada jalan kalau niatnya baik, pernah baca artikel tentang memberi di sebuah blog, terpulang lagi tingkat keimanan kita diuji untuk mempercayainya

    memberi makan anak yatim akan dibalas 10 kebaikan, bila mencuri jelaslah berdosa. jadi? bila kita mencuri makanan lalu memberikannya ke anak yatim bagaimana?
    soalan yang makjleb

    ada lagi gak sengaja liat instagram seorang anak anak bertanya

    kalau kita memberi sesuatu karena ingin mendapat pahala apakah tetap mendapat pahala.

    format keikhlasan disini perlu dipertanyakan

    intinya
    rabbi jidni ilman
    aamiin



    BalasHapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers