Kamis, 27 November 2014

SELAMAT JALAN CISSE



Kamar,bersama Cisse,Hipi dan tumpukan tugas.

Masih ku ingat 12 februari 2013 kita bertemu. Malam itu,di toko itu. Kau kumiliki bersama dengan satu buah lagi dari kaum mu. Tentu kau yang  lebih baik darinya.

Telah ku niatkan apa saja yang akan kulakukan bersamamu. Apa saja yang akan ku tanamkan padamu. Kebersamaan kita selama setahun lebih telah mengambil sebagian nafas ritme kehidupanku.
Ah,Cisse. Hari ini, akhirnya kau resmi melepaskan diri dari kehidupanku.

Maafkan aku Cisse, sungguh aku tak bermaksud menyakitimu. Aku tau aku yang salah. Aku tau aku mulai mengabaikanmu beberapa bulan ini. Kadang aku menelantarkan mu. Dan ketika ku butuh aku buru-buru menyambarmu. Tak perlu kau masih berdaya atau pun tidak.


Maafkan aku Cisse, sungguh aku tak bermaksud membawamu ke jurang kegelapan. Aku khilaf Cisse. Yah, seharusnya aku tau khilaf jangan berkali-kali.
 Kebersamaan kita di awal memang membuatku semakin baik Cisse, aku mengisi mu dengan kebaikan-kebaikan. Bahkan aku bisa berbagi kebaikan dari mu dnegan banyak orang. Hubungan ku dengan orang lain juga semakin baik. Karena ada keberadaan mu Cisse.

Lambat laun aku mulai banyak melakukan hal-hal mudarat bersama mu. Tentu aku tak perlu menyebarkan rahasia ‘nakal’ di antara kita bukan, Cisse? Hal-hal baik yang kita rajut bersama mulai pudar. Kau sering mengingatkanku dengan tak mau bekerja dengan baik saat aku melakukan kemudaratan itu. Tapi kala itu aku tidak sadar Cisse. Aku terus memaksamu. Tak perduli bagaimana keadaanmu. Aku sudah lupa dengan baik-buruknya aku memilikimu. Di tengah-tengah kekhilafanku,aku terus saja melibatkanmu.

Akhirnya tragedi itu terjadi. Aku lalai dalam menjagamu. Di akhir-akhir masa sekaratmu aku seakan tidak perduli. Aku meninggalkan mu yang tengah berjuang. Pada akhirnya ketika aku pulang barulah aku berusaha memberikan pertolongan pertama padamu,setelah beberapa jam berlalu.
Rumah sakit. Setelah nyaris seminggu kau sekarat barulah aku membawamu ke rumah sakit. Itu pun bukan aku langsung yang membawa mu. Entah sudah beberapa hari aku tak menyentuhmu. Aku terlalu sibuk Cisse. Sibuk sekali.

Akhirnya rumah sakit menyerahkanmu dalam keadaan damai. Kau tak memiliki tanda-tanda kehidupan lagi. Kau masih sama. Seperti saat aku pertama kali memiliki mu. Hanya luarnya saja Cisse. Itu karena aku selalu melindungi fisik mu. Tapi tidak dengan batinmu yang kuracuni dengan niatku yang telah menyimpang. 

kini hening, tidak ada suara apapun dari mu. tidak ada getar-getar yang sering kurasakan saat kau di dekapanku.

Sekarang,aku tak memaksa segera mencari penggantimu. Aku harus intropeksi lagi untuk istiqomah dalam memiliki hal berharga seperti dirimu. Aku harus membersihkan kembali niatku. Nawaitu ku harus benar untuk memiliki yang sepertimu kembali. Aku tau Cisse, segala sesuatu yang aku miliki akan di mintai pertanggungjawabannya. Dan sekarang aku menyadari bahwa aku telah banyak menyia-nyiakanmu. 

Aku tau bukan salahmu jikalau aku melenceng dari visi misi yang kita bangun sebelumnya.
Aku yakin Allah akan menggantimu dengan yang lebih baik dan akan membuatku lebih baik lagi Cisse. Aku yakin.

Kepergianmu, akan banyak sekali menyadarkan ku betapa banyak hal yang seharusnya bisa ku lakukan sendiri tanpa tergantung dengan mu.

Aku takkan melampirkan fotomu di sini Cisse,  Tak ada manfaatnya,seolah-olah aku hanya memamerkan keberadaanmu yang sebelumnya bahkan tak ku hargai dengan baik.

Selamat jalan Cisse.
 *******
Nama Cisse di ambil dari merknya,dan di balik. Samsung Chat. Agak ga nyambung tapi Iyah suka namanya. 

Dengan kepergian Cisse banyak hal yang akhirnya iyah sadari. Terutama melihat orang-orang yang semakin banyak memakai benda seperti Cisse. Selama ini Iyah tidak melihat tingkah menjemukan dari pengguna-pengguna seperti Cisse,Karena iyah pun larut dengan Cessi. 

Sejak Cessi di perbaiki, akhirnya Iyah melihat terlalu banyak sebelumnya Iyah membuang-buang waktu dan melakukan hal-hal mudarat dengan Cessi. Aplikasi agamis yang banyak di Cisse malah jarang di buka. Lebih banyak buka aplikasi socmed.

Iyah tak perlu menjabarkan mengapa ada banyak hal mudarat yang Iyah lakukan bersama Cisse. Hanya Iyah, Cisse dan Allah yang mengetahuinya.

Walaupun kehilangan Cisse,iyah langsung mengambil sisi positifnya. Mungkin akan banyak hal yang bisa iyah lakukan tanpa Cisse.

Huft. Ciao. Wassalam.

3 komentar:

  1. ya elah ane kirain itu Cisse pemain bola :D

    BalasHapus
  2. cieeee hp baru... ciee... hp baru... lebih mengharukan daripada cerita ibu penjual sarapan

    BalasHapus
  3. Hwa aku langsung teringat dengan Hp Samsung Camp-ku yang hampir genap tiga tahun menemani hari-hariku. Dari masa SMK, jadi saksi masa-masa khilaf pernah punya pacar, sampai masuk di bangku perkuliahan dia masih setangguh yang dulu. Meski sudah punya "adik" Samsung J3 tapi aku masih belum bisa melepaskanmu, walau berkali-kali adikku memintanya *kok jatuhnya jadi curhat *btw nice story mba Iyah *Jalan-jalan dong ke blogku *hohoho

    BalasHapus

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers