Selasa, 02 Juni 2015

Ragu pada Agama [?]

وَمَا كَانَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ أَن يُفْتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. QS. Yunus [10] : 37
***
 Hai.
 
Suatu kali saat ada presentasi di sebuah mata kuliah yang iyah ikuti, terjadi perdebatan lumayan sengit tentang kematian. lalu setelah kuliah selesai seorang teman mengajukan pertanyaan ke pada iyah karena saat presentasi ia tak dapat kesempatan untuk mengungkapkan pertanyaannya tersebut.

The big question is :
 Nyawa di tangan manusia atau di tangan Tuhan?

Iyah tertawa mendengarnya. itu sama saja seperti pertanyaan "Tuhan yang menciptakan manusia atau Manusia yang meimajinasikan sosok Tuhan?"



Pertanyaan besar tadi muncul karena presentasi sebelumnya tentang 'Euthanasia' alias suntik mati dalam dunia kesehatan. Iyah tak perlu menjelaskan apa itu euthanasia karena bukan itu inti tulisan iyah kali ini. Jadi dari presentasi itu telah di sepakati dalam Agama manapun suntik mati tidak boleh walaupun atas persetujuan pasien yang telah tersiksa oleh penyakitnya. karena itu sama saja menyalahi takdir. namun untuk sebagian negara yang melegalkannya lewat hukum negara maka euthanasia boleh di laksanakan.

dan seorang teman bertanya di tengah-tengah presentasi "Jadi kenapa narapidana yang tervonis hukuman mati tidak di Euthanasia? kenapa harus di tembak?kan di tembak sadis?", saat itu iyah menanggapi pertanyaannya. 'karena kalau terpidana mati di hukum dengan suntik mati maka efek psikologis ke banyak orang kurang mengena. hukuman di tembak jauh lebih mengerikan dan meberik dampak besar agar orang tidak melakukan kesalahan yang sama'
si teman kembali bertanya 'jadi anda setuju dengan hukum tembak mati?' iyah jawab, tidak juga. karena saya tidak sependapat dengan hukum sekuler. saya mendukung hukum mati dalam islam dengan cara-cara yang telah di syariatkan'

usai presentasi maka mucullah pertanyaan besar tadi.
  Nyawa di tangan manusia atau di tangan Tuhan?

'Kenapa kau bisa memberi simpulan pertanyaan seperti itu?' tanya iyah.
 'Euthanasia adalah suntik mati. dan kita telah setuju bahwa itu kematian paksa. dengan mukjizat Tuhan bisa saja orang yang di suntik mati masih bisa hidup. Lalu kalau hukum penggal dan rajam sampai mati dalam Islam,bukankah itu jauh lebih mengerikan?seseorang benar-benar harus di paksa mati di tangan manusia,bukan begitu?'
Iyah tertawa dan dengan cepat mengambil nafas untuk menjawab
'eits,jangan langsung di jawab. coba kau pikir dulu bagus-bagus. coba pikirin deh.' setelah itu yang bertanya ngeloyor pergi.

Iyah mengernyitkan dahi dan menatap teman Iyah yang tersulut emosinya mendengar argumen tadi. tak lama. kami berdua tertawa.

Banyak orang yang meragukan agamanya sendiri. banyak sekali. lalu berusaha mencari kebenaran di agama lain namun ia pun tak menemukannya. ia percaya adanya Tuhan. tapi ia bukan atheis. ia ingin memegang teguh agama yang ia anut tapi ia terlalu penakut untuk mencari kebenarannya. yang ia cari adalah kesalahan. berharap dari kesalahan itu ia menemukan kebenaran.

Iyah pikir tidak salah jika ada yang berpikir seperti itu. kita menjadi manusia memang harus subjektif. Namun lihat kemana harus merujuk. ketika kita ingin yakin dengan Agama yang kita pengang, maka carilah pengangannya. carilah buku panduannya. carilah buku penuntunnya. 
Allah SWT pegangannya, Qur'an buku panduannya, Sunnah Rasul Buku penuntunnya. 




{1} الم
Alif Laam Miim.

{2} ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

{3} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

{4} وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

{5} أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
******
lalu,pertanyaan besar tadi iyah jawab. 
Nyawa tetap di tangan Tuhan. Dan tidak ada perantara dari manusia.

Mungkin masih banyak yang belum tahu. coba cari kenapa seseorang bisa terkena hukum mati dalam islam. jika seseorang itu telah di hukum sesuai kesalahannya secara islam semasa masih hidup di dunia maka di akhirat kelak ia tidak lagi di hukum karena hal itu. lalu sekarang banyak orang yang seharusnya sudah di hukum mati namun tidak di laksanakan. maka ia akan merasakan hukuman abadi selamanya di akhirat. di kehidupan yang abadi. tanpa batas. tanpa akhir.

0 Responses:

Posting Komentar

You word can change the world! you can left a comment on my post :)

Find Me On G+

Mahdiyyah Ardhina (2016). Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me :)

Google+ Followers