Advertisement

Responsive Advertisement

Review Home Sweet Loan (2024)

Pertama, aku mau nonton ini karena ada Derby Romero. Selebihnya aku tidak mengenal siapa-siapa saja yang ada di film ini. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang cukup normal ditemui di Jakarta. Satu rumah berisikan beberapa kepala keluarga dikarenakan sulit untuk membeli properti karena terlalu mahal. Tinggal bersama kakak dan adik selama bertahun-tahun itu biasa saja, tapi beda cerita jika sampai kepada ada anggota keluarga yang digusur dari kamarnya sendiri.

Sedih sampe gaada ruang buat Kaluna :( 


Kaluna lah korban dari ketimpangan dalam keluarga itu.


Film ini dibuka dengan adegan Kaluna sedang survei rumah ditemani teman-teman akrabnya di kantor, Tanisha, Miya dan Danan. Mereka setiap ada waktu di akhir pekan akan survei rumah. Sungguh teman-teman yang sangat supportif.

Kalau temen-temennya toxic dan ga suportif, bisa gila sih jadi Kaluna


Konflik dimulai sejak Kaluna memilih putus dengan pacarnya karena diantara mereka terasa sekali ketimpangan ekonominya. Upaya pencarian rumah mulai goyah karena niat awalnya rumah itu ia tempati setelah menikah nanti.

Kaluna masih bisa bersabar tinggal dirumah orangtuanya meski kakak-kakaknya bersikap kurang menghargai Kaluna. Kaluna yang dengan senang hati memasak dan membersihkan rumah justur menjadi bumerang sikap semena-mena dari saudara dan juga iparnya. Bahkan karena Kaluna belum jadi menikah, iparnya dengan berani mengusulkan uang itu dialihkan dulu dengan untuk dipinjam membeli tanah.

Padahal Kaluna seneng kalau bawa atau beliin keluarganya makanan, tapi kenapa gaada timbal baliknya loooh

Puncaknya adalah ketika Nendra, abang Kaluna tertipu membeli tanah yang ternyata bersertifikat ganda. Nendra juga mengambil pinjaman online, memakai uang pensiun ayah mereka dan menggadaikan sertifikat rumah dengan mengelaui kelemahan hati ibu mereka. Nendra mengemis pada Kaluna untuk membantunya menyelesaikan masalah itu. Realitis, Kaluna marah dan pergi dari rumah malam itu juga.

Kaluna meminta tolong pada pilihan terakhirnya, Danan. Danan memiliki apartemen nganggur yang bolak-balik ditawarkan sebagai jalan keluar permasalahan Kaluna yang tidak punya ruang di rumahnya sendiri. Namun Kaluna menghindari itu karena merasa geli saja, Danan dulu suka dengan Tanisha, jadian dengan Miya dan putus. Ia merasa gimana gitu jika jadi korban terakhir. Meski teman-temannya bercanda bagaimana kalau ternyata Danan akan berakhir di Kaluna.



Mohon maap, siapa gak meleyot ditatap begitu hey!


Sepanjang perlarian itu, Kaluna tetap berupaya mencari rumah. Meski pada akhirnya, ia tak cukup tega membayangkan ia punya rumah sedangkan keluarganya masih tidak jelas. Ia memberikan seluruh tabunganya untuk menebus sertifikat rumah melalui transfer.

Akhirnya keputusan Ayah Kaluna adalah menjual rumah peninggalan keluarga mereka. Kaluna akhirnya pulang demi mempertanyakan keputusan Ayahnya. Akhirnya, masing-masing kakaknya mengontrak rumah. Mereka semua melepas rumah pusaka itu dengan segala kenangannya.


Kaluna tinggal dengan orangtuanya di kontrakan baru, memulai usaha katering dan syukurnya berjalan lancar. Dan seperti penutup pada cerita yang diangkat dari novel metropop pada umumnya, tentu saja harus ditutup dengan perfect, Kaluna dilamar oleh Danan~ 


-


Menurutku film  yang diangkat dari novel karya Almira Bastari ini cukup realitis. Dan adaptasi kedalam film yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie selalu memiliki gambar nyaman untuk dinikmati. Yup, Sutradara yang sama dengan film Terlalu Tampan (2019) yang diangkat dari webtoon. 

Udah gitu aja, coba deh nonton di Netflix saat waktu santai. 

Ciao!

Posting Komentar

0 Komentar