Lebih Asik dari S1, Memulai Perjuangan S2

by - Minggu, September 19, 2021

Hi, Assalamualaikum.

Aku menulis ini selagi menenangkan hati file tugas yang aku kerjakan dari jam 8 malam tadi hilang gara-gara belum aku save dan laptopnya low batt gara-gara aku tinggal main kucing. hehe.

Syukurnya beberapa data aku kerjakan dari google doc, jadi otomatis tersimpan. Sementara fileyang aku kerjakan di WPS office... blank. Kosong sama sekali. Baiklah, mari kembali kita susun pelan-pelan. hahaha.

Btw, aku mengetik ini di waktu sebenarnya. Real time. Di pondok kayu, di perbatasan antara perkebunan PTPN dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Malam ini langitnya cerah sekali. Langit terlihat membiru, tak gelap seperti langit malam kota, disini bintang bertaburan, dan awan masih terlihat jelas. Sepertinya ini bulan purnama? *cek kalender hijriah dulu

Aku mau foto pemandangan malam ini, tapi entah kemana kamera DSLR yang kutinggal disini. Besok pagilah kutanya bang Jay dimana disimpan. Aku baru sampai sini sore tadi dan langsung kuliah online. Jadi belum sempat cek ricek barang setelah 2 minggu ga kemari.

Kok jam segini belum tidur?

Sebenernya tadi sempat ketiduran saat main kucing, soalnya nunggu-nunggu sinyal internet yang engga kunjung bagus sejak jam 10 malam tadi. Angin kecang banget sejak maghrib. engga tau kenapa setiap angin kencang, sinyalnya makin kacau. Tadi sore aja pas kuliah online tiba-tiba aku keluar dari zoom meeting karena hilang sinyal. padahal sebelumnya lancar jaya. Untung... udah di akhir waktu.

Ini, lanjut lagi nugas karena sinyalnya udah cukup stabil. Meski dingin banget, setidaknya angin tidak sekencang tadi.

Sedikit cerita, aku melanjutkan sekolah pascasarjana di kampus dan jurusan yang sama dengan jurusan saat S1. Belum dapat beasiswa, ini lagi nyari yang on-going. Kenapa melanjut disini-sini lagi dan terlihat buru-buru padahal belum nyoba beasiswa sana sini menjadi pertanyaan beberapa kenalan ku. Ini udah hasil diskusi dengan keluarga, kenapa sekarang dan kenapa disini. Keputusan sudah final dan aku memulai ini semua dengan Bismillah.

Btw, jangankan untuk kuliah, kerja dapat kantor base di Medan aja ibuku udah bersyukur banget karena anaknya ga perlu jauh-jauh. Harapan Ibu, kalau memang aku mau jalan-jalan ya karena pekerjaan atau penelitian, bukan merantau dan menetap. Oke, sip.

Di pasca ini banyak pertanyaan-pertanyaan di kepala ku yang terjawab. Semacam kayak 'oooh, gitu manfaatnya. oooh, gitu artinya' dari setiap hal yang kami diskusikan pada perkuliahan dengan dasar-dasar ilmu di S1 dulu.

Singkatnya, strata satu ya hanya menghafal teori, bukan memahami makna ilmu yang dipelajari. Sebenarnya kita semua bisa aja sih untuk memahami semua teori itu sendiri, hanya saja aku memang bukan tipe pembelajar yang mandiri, makanya perlu ada bantuan stimulus dari luar agar aku berpikir (wah parah, sih).

Sesederhana kemari ketika ditanya, kenapa bentuk protein mengumpal, tidak memanjang? dalam pikiran ku ya sudah dari sana bentuknya juga... ternyata jawabannya, kalau memanjang nanti ga muat didalam sel. Gubrak.

Sama juga saat ditanya kenapa kromosom pada sel gamet harus di bagi 2? ya karena kalau ga di bagi, nanti terjadi penumpukan kromosom. Bayangin kalau dari jaman nabi adam kromosom pada sel gamet 46 dari ayah, 46 dari ibu, lalu kita lahir dengan 92 kromosom, menikah lalu ditambah lagi kromosomnya. wah entah jadi apa bentuk manusia saat ini.

Dan kenapa bisa DNA pada setiap sel di tubuh kita sama tapi sel nya bisa membentuk tangan, kaki, kuping? siapa yang merancang itu semua?

Begitulah gaes sedikit cuplikan dari cara berpikir di strata dua. Doakan aku semoga selesai kurang dari 2 tahun ya :)

Dah ah, udah ngantuk. Mau lanjut rapiin tugas dan tidur.

Next aku cerita-cerita soal penelitian ku. See ya. Assalamualaikum!

You May Also Like

1 komentar

  1. lama gak tau kabar iyah, masyaallah udh lanjut s2 ternyata. Semangat terus ya ibu iyah ❤️

    BalasHapus

Your word can change the world! you can be left a comment on my post :)